5/09/2011

Thank You Memories part 6

"C... CL..."


Aku merasakan tangan Jiyong oppa yang mulai bergerak sedikit demi sedikit.
Aku mendengar oppa yang memanggil CL pelan, suaranya sangat lemah.


"O-oppa... Oppa?"


"CL, di-dimana CL?"


"Oppa, CL sudah tidak ada disini.." Aku berusaha menenangkan Jiyong oppa.


"Ne? Bicara apa kau Chae rin? CL sebentar lagi pasti datang kesini menjengukku. Dia akan masuk dari pinti itu berlari dengan muka mengkhawatirkanku, ya kan?"


Aku melihat ekspresi Jiyong oppa yang sangat stress dengan tekanannya.
Mata Jiyong oppa kosong tidak ada ekspresi yang dikeluarkan.


Berjam-jam sudah Jiyong oppa sudah sadar.
Seungri oppa dan yang lain sudah berusaha memberitahukan kenyataan kalau CL sudah tidak ada. Tapi Jiyong oppa tetap percaya kalau CL akan datang kepadanya.


Aku meminta mereka semua beristirahat di rumah.
Mereka semua menitipkan Jiyong oppa kepadaku, aku menjaga Jiyong oppa selama dirumah sakit.


"Oppa.. Makan dulu ya?"


"Aniii, aku masih menunggu CL. CL pasti nanti bawa makanan yang dia masak untukku. Ya, Chae rin, kau harus coba masakan CL, sangat enak!"


Jiyong oppa tersenyum dan tertawa tapi bukan tawa bahagia.
Tawa yang dikeluarkan seperti tawa stress karena tekanan yang terlalu berat.


Aku menahan tangisku di hadapan Jiyong oppa.
Meskipun dada ku sesak dan sakit aku tetap membujuk Jiyong oppa untuk makan.


"Ya, Chae rin kira-kira CL akan pakai baju apa nanti menemuiku? Dress kah? Atau memakai baju yang pernah kubelikan untuknya?"


"A-Apapun yang CL unnie pakai, dia pasti sangat cantik"


"Ne.. Benar apa katamu. CL sangat cantik, aku tergila-gila padanya"


"Oppa, makan dulu ya? Sedikiiiiiit saja" Bujukku.


"Aniiii, aku ingin makan masakan CL hahahah"


Aku bingung, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan saat itu.
Jiyong oppa tetap keras kepala tidak mau makan, ia tetap menunggu CL unnnie.


"CL, kenapa lama sekali? Ya, Chae rin HP ku mana ya? Aku ingin menelpon CL"


Aku memberikan HP Jiyong oppa.
Aku melihatnya yang menelpon nomor CL unnie yang sudah tidak aktif.
Wajah Jiyong oppa yang penuh kepolosan saat menunggu CL unnie mangangkat telponnya membuat ku semakin merasa sakit.


"Aigooo, kemana CL ini telponku tidak diangkat."


"Oppa, CL tidak akan datang..." Aku mulai menangis.


"Ne? Dia pasti datang hahah.."


"Aniii, dia tidak akan datang...."


"Jangan berbicara seperti itu, dia akan datang mem.."


"CL unnie tidak akan datang oppa!" Aku menangis dan mengeluarkan nada tinggi.


Jiyong oppa terlihat kaget saat aku mengeluarkan nada tinggi kepadanya.
Mata nya yang masih bengkak menatapku dengan tatapan polos.


"Oppa, CL unnie sudah pergi ke tempat yang jauh lebih baik dari dunia ini"


"Pe-pergi? Pergi kemana? Ah, aku tau. Dia sedang konser ya? Ne, memang suara nya sangat indah Chae rin hahaha."


"Aniii oppa! CL unnie sudah tidak ada di dunia ini lagi"


"Ma-maksudmu?" Aku melihat airmata mulai menggenang di mata Jiyong oppa.


"CL unnie sudah tidak ada di dunia ini lagi. Oppa harus menerima kenyataan itu.."


"CL.. Meninggalkanku?"


"Ne..."


"Ke-kenapa? Apa dia sudah tidak mencintaiku?"


"Aniiii, dia mencintaimu, tapi memang sudah waktunya dia pergi meninggalkan dunia ini"


"Ah.. Dia sudah tidak mencintaiku, begitu bukan?"


Aku melihat Jiyong oppa yang mulai menangis.


"Ya! CL! Kenapa kau sangat jahat meninggalkanku?! YA!!!!" Jiyong oppa melepas infus yang ada di tangannya.


Membanting semua barang yang ada di dekatnya.
Gelas-gelas semua dipecahkan, botol obat dilempar.


Sekejap kamaritu menjadi berantakan karena Jiyong oppa.


"O-Oppa! Jangan begini!"


"CL!! KAMU JAHAT!! KENAPA MENYIKSA KU BEGINI?! APA KAMU TAU AKU SANGAT MENCINTAIMU?! AKU MERINDUKANMU SAMPAI INGIN MATI RASANYA!!"


"Oppa!" Aku menarik tangan Jiyong oppa yang ingin membanting kursi di kamar itu.


Tenaga ku tidak sebanding dengan tenaga Jiyong oppa.
Aku terlempar ke arah yang sama dengan kursi yang di banting Jiyong oppa.


Alhasil...


BUAKK


Kursi itu terbanting tepat mengenai kepalaku.
Aku memegang kepalaku, aku melihat ada darah di tanganku.


"C-Chae rin, m-mianhae..." Jiyong oppa tampak panik melihat kepalaku yang berdarah.


"Aku sudah tidak tahan lagi, sampai kapan aku harus begini terus?!"


Aku memeluk Jiyong oppa yang jatuh tersungkur di hadapanku.
Aku memeluknya erat-erat.


"Oppa.. kalau oppa terus-terusan begini, CL unnie tidak akan senang, dia pasti berkali-kali lipat lebih sakit daripada oppa.."


"B-benarkah?" Jiyong oppa mulai menangis dipelukanku.


"Ne.. Aku yakin CL unnie juga tidak mau meninggalkan oppa, CL unnie pasti sangat mencintai oppa, kalau CL unnie melihat oppa seperti ini, dia pasti sedih"


Jiyong oppa menangis di pundakku.
Air mata Jiyong oppa yang deras membasahi pundakku.


"G-gomawo Chae rin"


"Ne oppa, aku selalu disini kalau oppa membutuhkanku"




KWON JI YONG


Setelah sekian lama aku dirawat dirumah sakit, akhirnya aku keluar.
Sedikit demi sedikit aku sudah bisa menerima kepergian CL.


Meskipun aku belum bisa melupakan CL tapi aku sudah bisa merelakannya sedikit demi sedikit.


"Hyungggg!! Aku sangat merindukanmu!" Maknae kesayanganku, Seungri memelukku saat aku terlihat di ambang pintu dorm.


"Kau sudah sehat Jiyong?"


"Ne hyung..."


Daesung memapah ku duduk di ruang tamu, Seungri memijat-mijat pundakku.
TOP hyung duduk disebelahku sementara Taeyang sedang membuatkan minuman untukku.


"Ya Seungri apa kau menjadi maknae nakal selama aku di rumah sakit?" Aku tertawa.


"Aniii, aku menjadi anak yang sangat baik! Benar kan Taeyang hyung?"


"Ne... Dia rajin membersihkan kamarmu Jiyong" Taeyang memberiku minuman.


"Apa yang kau rasakan sekarang?" TOP hyung bertanya padaku.


"Aku.... Belum bisa melupakan CL tapi, sudah bisa merelakan kepergiannya sedikit demi sedikit"


"Chae rin hah?" Seungri menggodaku.


"Ne... Bukan hanya penampilan yang mirip dengan CL, sikapnya pun sangat mirip dengan CL. Penuh perhatian, baik, dia gadis yang baik" Aku tersenyum.


"Kau menyukai nya?"


"Aniii Dae, aku belum bisa menerim gadis lain walaupun jujur Chae rin sudah mencuri sebagian kecil hatiku."


"Tapiiii...?" Ledek Seungri lagi.


"Tapi? Ah, tapi aku akan mencoba menerima Chae rin sebagai pengganti CL."


"Itu baru leader kami! Bukan Jiyong yang 'huhuhuhuhuuuu'" Seungri meniru wajahku saat menangis, tapi tentu saja wajah yang dia praktekan itu... Jelek.


"Ya! Bocah! Dia itu hyung mu tau?!" Daesung memukul Seungri.


"Jangan memukul ku begitu pabo!" Seungri memukul Daesung.


Singkat cerita terjadi lah kejar-kejaran dan keributan di dorm kami yang sudah lama tidak ku alami.
Sedikit merindukan keributan ini hahaha.


"Jiyong, kau mau pergi keluar?"


"Mianhae Taeyang, aku sudah ada janji"


"Dengan siapa?" TOP  hyung bertanya padaku.


"Annyeong!!!" Suara di ambang pintu mencuri perhatian kami semua.


Chae rin yang datang menjemput ku untuk mengunjungi makam CL datang.


"Dengan nya" Aku menunjuk Chae rin lalu berdiri.


"Aku pergi dulu" Aku menepuk pundak TOP hyung.


"Oppa! Kau sehat?" 


"Ne... Aku sangat sehat"


"Oppa, lihat aku bawa apa!"


Chae rin mengeluarkan bunga edelweis yang sedang mekar. Cantik sekali.






"Bunga ini kesukaan CL unnie kan?"


"Ne, bagaimana kau tau?"


"Feeling" Chae rin mengedipkan mata ke arahku lalu menonjokku pelan.


Aku dan Chae rin pun sampai di makam CL...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar