"Kau tau nama ku?"
Aku mulai panik mendengar pertanyaan Park bom.
Bodoh sekali aku bisa keceplosan menyebut namanya.
"ah, ani..." Aku menggaruk-garuk kepala ku, bingung harus menjawab apa.
"temanku bilang kamu mencariku? ada apa?" Park bom meletakkan daftar menu di mejaku.
"ah, anii... aku... aku hanya ingin berkenalan denganmu.."
Park bom sesaat terdiam lalu duduk di kursi di depanku, dia tertawa.
"ah, begitukah? nae ireumeun Park bom-iyeyo" Ia mengulurkan tangannya kepadaku.
Aku membalas uluran tanganku, aku sangat grogi sampai-sampai aku tidak bisa menjawab apa-apa.
Mulutku beku tidak bisa berkata apa-apa.
"nama mu?"
"ah, Choi Seung Hyun, panggil saja TOP"
"ah, TOP.. senang mengenalmu"
Baru aku mau menjawab, Park bom sudah harus kembali bekerja.
"ya!! Park bom! kembali bekerja!" Teriak manajer kedai itu.
"ya, aku tau" Park bom tersenyum ke arahku lalu hendak berjalan kembali ke dalam.
Aku reflek menarik tangannya menghentikan langkah kakinya.
"ah, mianhae... bo, boleh aku minta nomer HPmu?" Aku mengulurkan HPku kepadanya.
"ah... ne.." Park bom mengambil HPku, mengetik nomor nya lalu mengembalikan HPku.
"khamsahamnida.." Park bom tidak menjawab, ia hanya tersenyum lalu kembali ke dalam.
Aku melangkahkan kaki-ku keluar kedai itu, aku berjalan beberapa langkah, melihat sekelilingku.
sepi....
"YESSS! AKU DAPAT NOMOR PARK BOM!" Aku melompat-lompat kegirangan dan berjoget-joget ditengah jalan.
"ya! hyung!" Tarianku terhenti saat aku mendengar suara monster kecil yang ku kenal.
"ya! hyung, sedang apa hyung joget-joget ditengah jalan? memalukan"
"ah, Seungri.. aniii..." Aku menggaruk-garuk kepalaku.
"bohong kamu hyung, hayooo ada apa? sedang jatuh cinta ya?"
"aniiii...ah sudah aku mau pulang dulu!" Aku berlari meninggalkan Seungri.
Tidak mau aku ketahuan Seungri mengenai Park bom. Bisa bocor semuanya...
Telpon? tidak... Telpon? tidak....
Ahh! Aku mengacak-acak rambutku. Aku bingung harus menelpon Park bom atau tidak.
Aku memegang HPku sebentar-sebentar membuka HPku, menutupnya lagi.
Ah, baru aku melihat nama 'Park bom' di HPku aku sudah grogi duluan, jantungku deg-degan.
Jempolku mulai kuarahkan pada tombol hijau di HPku.
Pelan-pelan aku menekan tombol hijau itu, lalu mendekatkan HPku ke telinga.
tuttt...... tutt......
"yeoboseyo....?" Aku mendengar suara Park bom.
"ah, yeo... yeoboseyo...?"
"ah, ne... siapa ini?"
"ah, ini TOP...."
"ah, TOP! annyeong, ada apa?"
"ah, anii.... hanya ingin mendengar suaramu.."
"ah, begitukah, hahaha" Aku tambah deg-degan mendengar suara Park bom yang tertawa di telpon.
"emm, Park bom, besok ada waktu kosong?"
"waktu kosong? anii, aku harus bekerja.. ada apa?"
Ah, aku sedikit kecewa mendengarnya.
"aniii... ku pikir besok kamu tidak bekerja, aku ingin mengajakmu jalan-jalan"
"em....." Park bom berpikir sejenak.
"aku punya waktu saat istirahat makan siang, kita bisa makan siang bersama kalau kamu mau"
"benarkah? kalau begitu besok aku datang menjemputmu saat istirahat, bagaimana?"
"oke... aku tunggu, sampai jumpa besok!"
"ne, sampai jumpa besok."
Park bom mematikan telponku. Aku masih merasakan jantungku yang berdetak cepat.
Aku masih tidak percaya aku baru saja mengajak Park bom makan siang bersama.
Ah, sepertinya malam ini aku akan mimpi indah....
Aku menarik selimutku lalu cepat-cepat tidur. Berharap hari cepat berganti.
PARK BOM
"Bom, kamu mau makan siang bersama?"
"ah, mianhae... Aku sudah ada janji dengan orang lain makan siang bersama, mianhae..." Aku meminta maaf kepada temanku yang mengajakku makan siang.
Aku ingat ajakan TOP semalam, aku berdiri diluar menunggu TOP datang menjemputku.
Sesekali aku melihat jam tanganku, melihat ke sekelilingku.
"belum datang ya....." gumamku dalam hati.
"Bom!" aku mendengar suara lelaki memanggilku dari arah sebelah kanan.
Aku mengira yang memanggilku adalah TOP, aku tersenyum dan menoleh ke arah orang yang memanggilku.
"TOP? kenapa lama sekali?" Aku menoleh dan terkejut melihat yang memanggilku bukan TOP.
"TOP? siapa TOP?"
"ah, TOP........"
TOP
Aku mempercepat langkah kakiku, aku mulai berlari ke tempat Park bom bekerja.
Aku melihat jam di HPku.
Ah aku sudah telat! Aku semakin mempercepat lariku.
Dari jauh aku sudah bisa melihat Park bom yang berdiri diluar kedai itu.
Aku baru mau memanggil namanya sampai tba-tiba langkahku terhenti saat aku melihat...
Bom menangis.....?
Lalu aku melihat seorang pria yang sepertinya sedang bertengkar dengan Bom.
Siapa pria itu?!
Aku mulai emosi mengepalkan tanganku, aku kesal melihat pria itu membuat Bom menangis.
"aku sudah bilang aku tidak mencintaimu!" Bom berteriak sambil menangis.
"aku tida perduli! kamu harus mencintaiku!"
Emosi ku meledak-ledak saat mendengar perkataan pria itu.
Aku melangkah dengan emosi ke arah Bom, aku menarik Bom dan memeluknya.
"jangan sentuh Bom! siapa kamu?!"
"jangan ikut campur!!" pria itu membalas membentakku.
Bom semakin menangis saat pria itu mulai membalas teriakanku.
"Bom adalah calon istriku!"
Aku kaget saat mendengar itu, aku tetap memeluk Bom yang menangis deras dipelukanku.
Bom... sudah mempunyai calon suami...?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar