5/07/2011

COUNT DOWN PART 3

"kau sudah datang? hm"

"ne..." Aku berdiri tepat dihadapan Minzy.

"mana permata itu?" Bom mengarahkan pistolnya ke kepala ku.

"mana IU?"

Aku melihat CL yang tangannya berbalut kain, bekas tembakan ku kemarin.
CL dan Sandara hanya mengamati dari jauh.

Terlihat sekali mata mereka memancarkan emosi dan amarah yang sangat besar.
Mereka sangat membenciku.

"ah! Jangan sentuh!"

Aku melihat IU yang diseret kasar oleh Minzy, wajah nya lebam seperti habis berkelahi.
Minzy menjambak rambut IU kasar lalu berdiri di depanku.

"sekarang mana permata itu?"

G-Dragon datang membawa permata yang sudah diletakkan didalam kotak brankas.
CL yang melihat GD dari jauh terus memandangnya dengan tatapan panik.

"serahkan IU dulu" Aku melangkah maju.

Bom kembali mengangkat pistolnya.

"permata nya dulu"

GD maju lalu meletakan kotak permata itu di dekat kaki Bom.
Bom memeriksa isi kotak itu lalu membiarkan kotak itu terbuka.

Ia memberi Minzy isyarat untuk melepaskan IU.
Minzy melepas IU dengan kasar, ia melemparnya ke arahku.

"ya, kau tidak apa?"

"ne..."

Aku melihat wajah IU yang penuh dengan memar dan lebam.

Aku membantu IU berjalan ke mobilku yang sudah diluar.
GD  masih tidak bergerak, terus memandang CL dari jauh.

"ya, GD ayo kita pergi"

"ne.." GD berbalik badan meninggalkan mereka.

"ya, kau bodoh ya? Kau benar-benar memberikan permata itu?" IU berbisik kepadaku.

"apa aku sebodoh itu?" Aku tersenyum.

"permata itu asli?"

"tentu saja asli"

"kenapa tidak berikan yang palsu?"

"2ne1 itu tidak bodoh, tapi tidak pintar"

"maksudmu?" IU terlihat bingung dengan perkataanku.

Aku menunjukan permata yang sudah ada di dalam jasku.
IU terlihat kaget saat melihat permata yang tadi ada di kotak itu tiba-tiba sudah berpindah ke jasku.

Aku, IU, dan GD masuk ke dalam mobil lalu pergi dari tempat itu.

"ya! Permata itu, bagaimana ceritanya bisa kembali?!"

"santai saja bicaranya IU hahaha" GD tertawa.

"gerakan tangan ku yang terlalu cepat tidak terdeteksi ya?" Aku mengeluarkan permata itu.

"memang kapan kau mengambilnya?"

"saat menolongmu aku mendekati kotak itu kan? Aku menukarnya dengan yang palsu"

"wahhh, kau hebat juga ya VI" IU terkagum-kagum denganku.

"sudah kubilang, 2ne1 tidak bodoh.. Tapi kalah pintar denganku"

Seperti biasa, GPS ku berbunyi tiap kali aku sudah menyelesaikan misiku.
Aku mengisi pistolku dengan peluru yang tersisa di kantongku.

"mission complete thankyou mr.VI"

Aku melempar GPS itu keluar.

DORRRR!

Belum aku meluncurkan peluruku, IU sudah meluncurkan miliknya duluan.

"thankyou for saving me mr.VI"

"yourwelcome"  Aku tersenyum pada IU.

"ya GD aku turun disini saja, kau harus ke pusat mengembalikan permata  ini kan?"

"ne..." GD tetap fokus menyetir.

Aku meletakkan permata itu di tempat rahasia mobil ku lalu mengganti pakaian ku dengan pakaian anak biasa, seorang bocah kuliahan.

"ya aku ikut!" IU turun mengikutiku.

Aku dan Ji eun melambaikan tangan pada GD yang menyetir mobil ku semakin lama semakin jauh.

"Ayo jalan, aku lapar kita cari makan saja"

"ya, pelan-pelan saja bisa kan? ashhhhhh"

"kau kenapa?" Aku memperhatikan langkah Ji eun yang tidak biasa.

Aku menggulung celana Ji eun, aku melihat luka bekas sayatan pisau yang cukup dalam.
Darahnya sudah tidak mengalir tapi masih terbuka.

"ya! Ini parah sekali! Kenapa tidak bilang daritadi?!" Aku mengikat saputanganku pada luka itu.

"aku pikir aku mau mengobatinya sendiri di rumah nanti"

"Jadi orang jangan terlalu bodoh bisa kan?"

"kenapa mengatai ku bodoh?"

"ah, sudah lah kamu tunggu disini, jangan kemana-mana" Aku berlari meninggalkan Ji eun.

"ya! kau mau kemana?! ya!"

Aku berlari ke sebuah toko obat, membeli perban, alkohol dan obat lainnya untuk mengobati luka di kaki dan di wajah Ji eun.

Aku berlari kembali ke tempat aku meninggalkan Ji eun tadi.

"ya, kemana kau?"

"diam saja, cerewet sekali kamu ini"

Ji eun mencibir memperhatikanku.
Aku menuang alkohol di kapas lalu membersihkan luka kaki Ji eun.

"ah! sakit pelan-pelan dong!"

"jangan cerewet ah" Aku mengobati luka nya lalu membalutnya dengan perban.

"sakit tau tidak merasakan nya sih kau" Ji eun memijit-mijit kaki nya.

"hadap sini..."

"ne?"

"hadap sini, ku obati lukamu" Aku mengoleskan salep pada luka memar dan lebam di wajah Ji eun.

"ya... Khamsahmnida"

"sama-sama" Aku membuang sisa obat yang tersisa.

Aku dan Ji eun duduk sambil bercanda-canda di tempat duduk kami.
Aku bercanda sambil melihat ke kanan atau ke kiri.
Melihat ke sekeliling kota.

Sampai tiba-tiba Ji eun menarik wajahku.
Berpura-pura menciumku.

Aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi ini pasti dilakukan karena darurat.

"ya, kau mencari kesempatan denganku?" Aku berbisik.

"diam lah dulu"

"tidak mau menciumku sungguhan?" Godaku sambil berbisik.

"kau gila ya?"

Setelah beberapa saat Ji eun melepas ku.
Aku melihat wajahnya yang pucat dan shock.

"ya, ada apa?"

"aku melihat 2ne1..."

"bersama SOL" Tambahnya.

"SOL?" gumamku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar