5/02/2011

STUPID LIAR PART 3

"sedang apa kamu?! membuka dompetku?!"

"aniiiii! Tadi ini jatuh terbuka aku mau memasukan foto mu yang berjatuhan tadi...!" Aku mencoba mengarang cerita.

Sandara tidak merespon pada kebohonganku, ia merebut dompetnya dariku lalu memasukan kembali foto-fotonya.

Untung saja foto Sanara yang juambil sudah kumasukan ke kantongku.

Kalau tidak....
Alu tidak tau bagaimana jadinya kalau Sandara tau aku mengambil fotonya, hii...

"ya... Sandara..."

Sandara hanya melihatku saat aku memanggilnya.

"lelaki itu... di fotomu... siapa? pacarmu kah?"

Sandara memperhatikan foto itu sejenak baru menjawab pertanyaanku.

"bukan urusanmu"

Sandara menutup dompetnya lalu pergi meninggalkanku.

"ehhhh, Taeyang"

"ah?" Aku terkejut saat Sandara memanggilku. Sangat tidak disangka.

"gomawo." "sudah mengambil dompetku"

Tanpa senyum ia berterima kasih, tanpa memberi aku waktu untuk menjawab ia pergi meninggalkanku.
Aku masih penasaran dengan pria di foto itu.

Siapa dia?


SANDARA PARK


"Dara! ayo kita makan siang!" Bom mengajakku makan siang bersama yang lainnya.
Bersama anggota Bigbang juga.

Sayangnya aku sedang tidak ada mood untuk makan bersama.
Aku sedang ingin menyendiri dengan diri ku sendiri saja.

"ah, kalian duluan saja, nanti aku menyusul"

"kamu mau kemana?"

"aku.... mau ke perpustakaan sebentar, nanti aku menyusul"

Aku meninggalkan mereka semua, aku tidak mau ditamya-tanya lebih lagi.

Aku mengarahkan kaki ku bukan ke perpustakaan tetapi ke taman di belakang kampus ku.
Taman yang jarang didatangi oleh murid-murid disana.

Aku duduk dipinggir kolam.
Aku membuka domper yang kubawa ditanganku, aku mengeluarkan foto ku.

Lebih tepatnya fotoku dan mantan kekasihku yang Taeyang lihat tadi.
Aku masih belum bisa melupakannya.
Belum  bisa melupakannya dan sakit hati yang dia berikan kepadaku.

Aku diduakan dengan sahabatku sendiri saat masa SMA menjelang kelulusan.
Aku melihat dengan  mata kepalaku sendiri mantan ku berciuman dengan sahabatku.

Aku mendengar sendiri mantan ku berkata kalau dia tidak mencintaiku kepada sahabatku.

Luka itu benar-benar sakit dan sulit dilupakan.

Aku terus menatapi foto itu dan tanpa sadar airmata ku menetes di atas foto itu.

"masa lalu mu Dara?"

Aku kaget mendengar suara dari belakangku, aku menoleh ke belakang.

"Tae... Taeyang? kau mengikutiku ya?!" Aku menghapus airmataku.

"ne... aku melihat raut wajahmu yang tidak seperti biasanya, jadi aku mengikutimu"

Taeyang duduk disebelahku lalu melihat foto yang kupegang.

"kau masih mencintai nya?"

"aniii...." jawabku.

"lalu untuk apa kamu menangis?"

"aniii, bukan urusanmu!" Aku hendak membentak Taeyang tapi tiba-tiba fotoku terbang ditiup angin kencang yang datang tiba-tiba.

Fotoku terbang dan masuk ke kolam di depanku, mengapung di kolam itu.

"ah! fotoku!" Aku buru-buru melepas sendalku dan ingin mengambil foto itu.

BYURRRR.

Aku melihat Taeyang yang masuk ke kolam itu tanpa melepas sepatu atau menggulungumg celananya terlebih dahulu.

"ya! Taeyang kamu sedang apa?!"

"mengambil fotomu" jawabnya polos sambil terus berjalan.

"iya aku tau, maksudku, lepas lah sepatumu dulu!"

"kalau aku lepas sepatu dan menggulung celanaku dulu, fotomu keburu tenggelam didasar kolam Sandara.." Taeyang menyerahkan foto itu padaku.

"kha... khamsahamnida.."

Baru Taeyang mau menjawab, ia terpleset sesuatu di kolam itu dan tercebur ke dalam kolam itu.
Ia menjadi basah kuyup dan tampak kedinginan.

"y.. ya! Taeyang ayo cepat naik!" Aku bermaksud menarik tangan Taeyang ke atas.

Tapi mau bagaimana lagi, badanku terlalu kecil dibanding Taeyang.
Aku tidak kuat dan akhirnya ikut tercebur ke dalam kolam.

"ya, Sandara.. ingin bermain air? hahaha" Taeyang tertawa melihatku ikut tercebur.

"aniii... ishhhh" Aku hendak naik ke atas.

"tapi aku suka melihatmu basah kuyup begitu. Aku jadi tidak bisa melihat airmatamu lagi. Aku tidak suka melihatmu sedih"

Jujur saja kata-kata Tayang barusan membuatku sedikit tersanjung.
Tapi aku tetap menjaga image ku didepannya, aku pura-pura tidak mengacuhkan.

"..... ahhh!!!!" Taeyang berteriak.

"ada apa?!" aku pikir sesuatu terjadi pada Taeyang yang masih ada ditengah kolam itu.

Aku melihat Taeyang mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Sudah basah.
Loyo, basah, dan rusak.

"itu.... ya! apa itu fotoku?!"

"ne... aku mengambil satu dari dompetmu tadi, mianhae" Taeyang berjalan keluar dari kolam.

"ka, kamu!"

"aku hanya ingin melihat wajah mu tiap hari Sandara" suara Taeyang terdengar lemas dan sedih.

Aku bingung, segitunya kah dia menyukai ku?
Sampai-sampai fotoku yang rusak membuatnya seperti stress dan sedih?

Aku mengambil foto dari dompetku dan memberikan foto itu kepada Taeyang.

"ya. jangan lemas begitu. hanya foto buat apa kau sampai begitu? Nihh, anggap sebagai tanda terima kasihku sudah membantuku mengambil fotoku"

"benar? aaahhh Sandara gomawooooooooo" Taeyang terlihat sangat senang.

Oke kali ini dia mendapat perhatianku, dia cukup lucu. Pikirku.
Aku berbalik badan dan berjalan meninggalkannya, aku melipat bibirku menahan tawaku melihat reaksi Taeyang yang seperti anak kecil saat ku beri fotoku.

Aku berjalan kembali ke kelas, Taeyang mengikuti ku dari belakang.




TAEYANG


Ah, aku sudah sangat depresi saat aku lihat foto Sandara yang ku ambil hancur terkena air.
Tapi aku senang! Aku mendapat foto Sandara yang jauh lebih cantik dari foto sebelumnya.
Aku mengamati foto Sandara sepanjang perjalanan ku ke kelas.



"yaa.. Sandara.."

"hm?"

"kenapa fotomu cantik sekali ya?"

"yya, jadi maksudmu aku yang asli tidak cantik?"

"aniiii.... kamu yang asli jauh lebih cantik..."

Sandara tersenyum.
Tidak biasanya Sandara tersenyum padaku.
Benar-benar senang aku bisa dekat dengan Sandara sampai sedekat ini.

Aku melihat Sandara masih memegang foto nya yang tadi jatuh ke kolam.

"ya... rusak kah fotonya?"

"ne..." jawabnya.

"tapi tidak apa. Aku mau membuang masa lalu ku" Sandara merobek dan membuang foto itu.

"Ah, baguslah, lebih baik kamu melihat foto ku saja Sandara" aku tertawa.

"ne? fotomu? ah sayang sekali aku tidak mempunyai fotomu ya" Sandara menggodaku.

"ne?  pinjami aku HPmu..."

"hah?"

"pinjami aku HPmu Sandara..."

Sandara  masih belum bisa membaca jalan pikiranku, ia memberikan HPnya.
Aku mmengirim foto ku dari HPku ke HP Sandara.
Lalu menjadikan nya wallpaper HP nya.



"y... ya, apa yang kamu lakukan hahaha" Sandara tertawa melihat fotoku di HPnya.

"tampan ya? hahah anggap saja aku memberikanmu bunga itu. Lain kali baru aku beri kamu bunga mawar yang asli"

"apa kata orang kalau melihat HPku ini hahaha"

"kalau begitu jangan biarkan orang lain lihat"

Sandara tertawa. Aku benar-benar menikmati masa-masa ku dengan Sandara saat itu.
Aku harap seterusnya aku bisa tetap seperti ini dengannya.

"Oke ayo kita kembali ke kelas, yuhuuuuuu!"

"ya, kau masih utang sebuket mawar merah padaku ya!"

"ne... ne... aku akan membelikannya untukmu, asal kamu menjadi milikku?"

"n... ne?" 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar