5/05/2011

STUPID LIAR PART 8

"i i i ini apa maksudnya?" Minzy tergagap-gagap menunjuk cincin yang kupakai.

"ini? ini cincin couple yang biasa dipakai sepasang kekasih"

"jadi kalian sudah jadian?"

"ne..." Taeyang menjawab.

"waaaa! selamat unnie!" Minzy memelukku.

"ah aku iri, Jiyong oppa aja belum memberiku cincin pasangan" CL duduk di sofa.

"ne? memang kalian berpacaran?"

CL hanya tersenyum lalu menganggukan kepala nya.
Seisi rumah menjadi lebih gempar.

"aku juga" Minzy menambahkan.

"ne?"

"aku dan Daesung oppa sudah berpacaran"

"sejak kapan?!" CL heboh sendiri.

"kemarin..." Minzy menggaruk-garuk kepalanya.

"berarti hanya Bom unnie yang belum jadian?" CL melihat Bom.

"siapa bilang?" Bom tersenyum.

"ah jangan bilang kalau...." Aku melihat Bom curiga.

"aku dan TOP sudah berpacaran sejak bulan lalu, kami diam-diam takut kalian semua kaget"

"NEEEEEEE?!"

"aigo aku jadi pusing sendiri" CL naik ke atas kamar disusul Mizny dan Bom yang tertawa-tawa.

Aku dan Taeyang masih dibawah, di ruang tamu.
Aku mengambil jaket Taeyang yang waktu itu kupinjam.

"ya, pakai ini, untung aku masih menyimpannya"

"ne, gomawo" Taeyang mengelus kepalaku.

"ya, besok kamu rekaman kan? tidak kuliah dong?"

"ne... kenapa? kangen?" Taeyang menggodaku.

"ah, iya, sepertinya lagu ku besok feat dengan Jiyong"

"ah begitukah? lalu model MV nya?"

"kau" Aku tersedak air yang sedang ku minum.

"aku?!"

"ne..." Taeyang tersenyum.




TAEYANG


"mianhae aku telat" Aku celingak-celinguk melihat sekitar ruangan.

"Sandara... mana?"

"ah, dia sedang pemotretan disana" seorang kru menjawabku.

"ah, khamsahamnida"

Aku berjalan mencari Sandara, aku melihatnya sedang dipotret.
Aku memperhatikannya dari jauh, dia melihatku.

Dia melihatku lalu menunjuk pakaian yang dia pakai.
Aku tersenyum menahan tawa.


Selesai pemotretan.

"ya, kau mencari ku?" Sandara berlari ke pelukanku.

"ne, aku mencarimu" Aku memeluknya.

"ah, pagi-pagi sudah ada hawa-hawa cinta disini" Jiyong yang baru datang meledekku.

"jangan begitu tampan, perlu kupanggil CL?" Goda Sandara.

"aniii! jangan" Jiyong mencibir.

Aku dan Jiyong pun masuk ke studio rekaman.
Sandara melihatku dari luar, aku bisa melihat Sandara dari kaca yang menghalangiku dengannya.

I'm tired of being alone
Sick of being single
I think I need a girl
I need a girl like

One that speaks without thinking
Not a little child, but one that will embrace me
Not a girl that plays around sometimes when she's bored
But one that will only love me
Even if she stays still and guys hand her their phone
That kind of girl that will proudly take out and show my picture

Selama bernyanyi yang kupandang hanya Sandara yang di luar sana.
Sebenarnya aku ingin mengganti liriknya.

I need a girl menjadi I need you Sandara. Hahaha.

Selesai melakukan rekaman, aku akan melakukan shooting MV.
Aku melihat Sandara yang sudah selesai di make up.

Cantik sekali, aku sangat terpesona melihatnya.

"kenapa melihatku seperti itu?" Sandara menyenggol ku.

"aniii, aku terpesona melihat malaikatku sangat cantik"

Sandara tersenyum melihatku.
Aku merangkul Sandara di depan banyak orang.

"tidak mau lepas cincin nya dulu? nanti para fans heboh loh" Aku menggoda Sandara.

"ne? cincin ini? biarkan saja, biar seluruh dunia tau aku milikku, ne?"

Aku tersenyum malu mendengar kata-kata Sandara.
Sandara berjalan sudah siap melakukan shooting.

Aku berjalan menyusulnya.
Selama shooting berlangsung aku dan Sandara sangat menikmatinya.

Aku melihat hasilnya lalu meminta beberapa foto untuk ku bawa pulang.

"ya, untuk apa?" Sandara memelukku dari belakang.

"untuk apa ya? hahaha"

"untuk apa?" Sandara menggodaku.

"tidak untuk apa-apa, kamu cantik disini jadi aku mau fotonya"

Sandara mencubit pipiku pelan lalu duduk disebelahku.
Aku menyimpan foto ku dan Sandara di dompet.




"ya, CL tadi menelponku"

"ne?"

"dia bilang tadi pagi di kampus heboh gosip kita berdua"

"gosip apa?" tanya ku bingung.

"poster kita berdua ada di seluruh kampus, di poster itu tertulis Taeyang Bigbang dan Sandara 2ne1 berpacaran backstreet"

"siapa yang buat?"

"tidak tau, mungkin senior yang waktu itu" Sandara mencibir.

"kau takut?"

"aniii, aku harus berterima kasih padanya, aku tidak usah repot-repot menolak pria yang menyatakan perasaan kepadaku lagi, semuanya sudah tau aku kekasihmu kan" 

Aku tersenyum mendengarnya.
Aku melihat kerumunan wartawan yang sudah berkumpul dibawah untuk mewawancaraiku.
Aku menggandeng tangan Sandara lalu berjalan ke bawah.

Blitz kamera para wartawan tidak berhenti diarahkan kepada ku dan Sandara.

"Taeyang apa benar anda berpacaran dengan Sandara dari 2ne1?" wartawan mulai bertanya-tanya.

"kalian mau mendengar yang jujur atau bohong? anii, kami tidak berpacaran" Aku tertawa.

Sandara pun tertawa dan berbicara.

"stupid liar. Taeyang, pria yang disebelahku ini, stupid boy ini memang pacarku. kami berpacaran"

Aku tetawa  karena Sandara menyebutku dengan stupid boy.

"Taeyang bilang tidak lalu Sandara bilang iya, jadi yang mana yang benar?" wartawan kembali bertanya.

Aku dan Sandara mengangkat jari manis kami berdua.
Terpajang cincin couple kami didepan kamera wartawan.

"aku rasa kalian sudah tau jawabannya kan? ne, kami adalah sepasang kekasih. Kalau ada yang bilang kami tidak berpacaran atau putus, orang itu adalah seorang stupid liar hahaha" Aku tertawa.

"lalu apa rencana kalian selanjutnya?"

"berpacaran sampai lulus kuliah, lalu....." Aku baru mau melanjutkan jawabanku.

"menikah" sambung Sandara.

Aku terkejut, aku memalingkan pandanganku ke Sandara yang tertawa melihatku.
Aku tertawa lalu merangkul nya.

"ne, kami akan menikah"

Aku benar-benar bahagia bisa bersama dengan Sandara.

"ya, Sandara aku pegang omonganmu ya?"

"ne, kau bisa memegang kata-kataku"

"ya! kau masih utang mawar merah padaku ya?" Sandara tertawa.

"ah ingat saja kau ini" Aku menyubit pipi Sandara.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar