"n.. ne?"
"aniii... Aku hanya bercanda Sandara, mana mungkin kau mau menerimaku"
Sandara hanya tertawa geli mendengar perkataanku.
"apa-apaan kamu ini" Sandara tersenyum.
"tapi aku pasti bisa mendapatkanmu, lihat saja nanti kamu pasti jatuh cinta padaku"
"benarkah? aku tunggu kejutan-kejutannya" Sandara tersenyum lalu meninggalkanku.
Sandara... Aku pasti bisa mendapatkanmu...
SANDARA PARK
Jujur, aku sudah mulai bisa merespon Taeyang sedikit.
Sedikiiiiiiit, aku pikir dia baik juga ternyata.
Selama ini ku pikir dia hanya seorang playboy yang bermain-main denganku.
Ternyata dia serius denganku hahaha.
"Sandara! kamu kenapa basah kuyup seperti ini???" Bom terlihat panik melihatku yang basah kuyup.
"Jiyong kamu tolong aku ambil tas yang di mobilku ya?" CL memberi kunci mobil kepada Jiyong.
Jiyong dan Seungri berjalan ke mobil 2ne1 mengambil tas yang isinya baju ganti kami semua.
"Sandara tadi tercebur ke kolam gara-gara aku" Aku melihat Taeyang sudah berdiri di sebelah ku.
"anii.. apa-apaan aku jatuh ke kolam karena aku mau menolongmu"
Aku melihat ekspresi CL,Minzy,Bom,Daesung dan TOP tekejut melihatku bisa berbicara dengan Taeyang baik-baik.
"ya, apa maksudnya ekspresi kalian?!" Aku kembali menggunakan nada sinis lalu duduk di kursiku.
Mereka semua masih terkejut melihatku, mata mereka terus memperhatikanku.
Ah, membuatku tidak nyaman saja mereka.
Aku menutupi wajahku dengan buku pura-pura membaca.
Hanya berpura-pura, sebenanya aku menutupi wajahku yang masih malu kalau mengingat Taeyang tadi.
"ya... pakai jaketku nanti kamu kedinginan" Taeyang mengenakan jaektnya di pundakku.
"aniiii....! tidak usah" Aku menolak jaket Taeyang.
"ah tidak boleh menolak, aku teriak kalau kamu pacarku nih?"
"ya! mengancamku?!" Aku memukul Taeyang dengan buku ditanganku.
Taeyang hanya tertawa-tawa.
Aku melihat Jiyong dan Seungri sudah kembali membawa tas ku.
Aku berjalan meninggalkan Taeyang mengambil tas itu dengan sinis lalu pergi mengganti bajuku.
Tidak tau kenapa, aku tersenyum di tengah jalan mengingat gelagat Taeyang yang menyebut-nyebutku sebagai pacarnya.
"Sandaraaaaaaaa!" Aku melihat Taeyang yang berlari kearahku saat aku hendak naik ke mobil untuk pulang.
"ne?" jawabku singkat.
"ah, jangan memandangku sinis seperti itu."
Aku melontarkan sedikit senyum kepadanya.
"ne.. ada apa?"
"aniii... nanti malam aku telpon bagaimana?"
"aku sibuk" Aku kembali menunjukan sikap sinisku.
"apa? kamu akan mengangkatnya? oke aku tunggu" Taeyang memutar balikan omonganku lalu pergi sambil tertawa-tawa.
Aku menahan senyumku lalu masuk ke mobil.
"ah, unnie.. kau menyukai Taeyang ya?"
"aniii CL, asal bicara kamu"
"usaha Taeyang oppa selama 3 tahun mendekatimu tidak sia-sia ya unnie?"
"aniii Minzy!" Aku mulai salah tingkah.
"Aku tidak menyukai nya, aku sangat tidak menyukainya!"
Bom, CL, dan Minzy hanya tertawa mendengar omongaku.
Aku mengambil HPku lalu melihat wallpaper HPku diam-diam.
"Taeyang? Lelaki seperti apa kamu ini?" Aku tersenyum.
DRTTTT DRTTTT...
Aku baru akan keluar untuk membeli makanan saat aku merasakan HPku bergetar.
Aku melihat SMS yang masuk.
Ah, dari Taeyang.
from : Taeyang
ya, Sandara.
sedang apa?
Aku membalas SMS Taeyang.
to : Taeyang
mau keluar membeli makanan..
from: Taeyang
aku temani..
Aku baru mau membalas SMS saat aku sudah diluar pintu rumahku.
Tapi tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara yang memanggilku.
"ya..."
"Taeyang? sedang apa disini?"
"aku daritadi sudah disini kok, kebetulan lewat sini"
"ne? benarkah hanya kebetulan?" Godaku.
"ne... mau pergi makan?"
Aku menganggukan kepalaku lalu berjalan bersama Taeyang ke sebuah tempat makan.
"yaa, kenapa pakai baju tipis seperti itu? kamu bisa masuk angin tau" Taeyang melepas jaketnya lalu memakaikannya ke pundakku.
"aniiii aku tidak apa-apa. kamu pakai saja jaketmu"
"aniii, aku mau kau yang memakainya, aku tidak mau wanita yang kusukai sakit"
Aku melihat senyum Taeyang yang diberikan padaku saat berbiacara seperti itu.
manis... gumamku.
"ah, bicara apa aku ini? memuji Taeyang?" aku menampar pipiku pelan.
Aku dan Taeyang hampir sampai di tempat makan tujuan kami.
Aku terkejut saat melihat mantan kekasihku masuk ke dalam tempat makan yang akan ku masuki.
Aku berhenti berjalan, Taeyang melihatku yang sedang memperhatikan mantanku itu.
"dia, bukan kah dia mantamu?" Taeyang melihat ke arah yang sama denganku.
"n.. ne..."
Taeyang merangkul ku lalu memaksa ku berjalan ke restoran itu.
"a, ani Taeyang aku tidak mau masuk kesana, kita makan di tempat lain saja"
"tenang saja" Taeyang tersenyum kepadaku sambil mengelus kepalaku.
Aku yang tadinya takut dan tidak berani, saat Taeyang mengelus kepala ku aku menjadi nyaman dan tenang.
Aku tidak merasa ketakutan lagi.
"annyeong, meja untuk 2 orang" Taeyang menyerobot antrian mantanku itu.
"ya, aku du... Sandara?" reaksi mantanku saat melihatku.
"Sandara, sudah lama aku mencarimu, aku harus berbicara denganmu"
"n... ne?" Aku tergagap-gagap menjawabnya.
"aku menyesal sudah menduakanmu, aku masih menyayangimu" Mantanku maju mendekatiku.
Aku berjalan mundur dengan tubuh gemetar ingin menghindari nya yang semakin mendekat.
Aku reflek menggenggam tangan Taeyang, ku pikir Taeyang bisa merasakan tanganku yang gemetar.
Taeyang memeluk ku tiba-tiba untuk melindungiku.
Tubuhku tertutupi oleh tubuh Taeyang.
Taeyang melempar tatapan dingin ke arah mantanku.
"jangan sentuh" Taeyang berkata dengan nada yang sangat sinis dan dingin.
Baru kali ini aku melihat Taeyang se dingin ini, beku seperti es.
"ya, siapa kamu?!" mantanku mulai terpancing emosinya.
"jangan sekali-kali kamu menyentuh Sandara dengan tanganmu yang kotor itu"
"kenapa? hah? Sandara mantan kekasihku dan aku tau dia masih mencintaiku!"
Aku melihat ekspresi wajah Taeyang yang mulai terpancing emosinya.
Ia melepas ku lalu menarik kerah mantaku mendorongnya sampai ia terpojok di tembok.
"Sandara milikku...!"
Mata Taeyang benar-benar memancarkan amarah kepada mantanku itu.
Ia menarik kerah baju mantanku sampai mantanku kesulitan untuk bernafas.
"Tae... Taeyang, sudah ayo kita pergi dari sini" Aku berusaha menarik Taeyang.
Taeyang melepas genggaman nya lalu menarikku keluar dari tempat makan itu.
Sebelum keluar, ia melihat ke arah mantaku lagi.
Mengacungkan jarinya ke arah mantan kekasih ku.
"kalau kamu menyentuh Sandara sedikit saja"
"aku akan menghabisimu" Ucap Taeyang dingin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar