5/02/2011

STUPID LIAR PART 2

PLAKKK!

Sebuah tamparan pedas dilemparkan Sandara ke pipi kiriku.
Suara tamparan Sandara begitu nyaring sampai seluruh kelas terdiam dan melihat ke arah ku dan Sandara.

"enyah kau" Sandara benar-benar dingin dan sinis saat mengatakan 2 kata itu kepadaku.

Sandara mengambill  tas nya lalu keluar dari kelas kami.
Membanting pintu dengan keras.

Semua anggota Bigbang dan 2ne1 sekejap mengelilingiku.

"heh Taeyang, sakit tidak?" Jiyong memegang bekas tamparan di pipiku.

"aw! pasti sakit lah, kamu tidak dengar suaranya kencang tadi?"

"salahmu juga seenaknya bilang kalian  berpacaran" TOP hyung menambahkan.

"hahaha tidak apa, ini belum seberapa" Aku mengangkat kakiku ke atas meja.

"Sandara... wanita ini benar-benar menarik" batinku gemas.

SANDARA PARK


"apa-apaan Taeyang itu?! seenaknya bilang kalau aku dan dia pacaran?!" batin ku kesal.

Aku berjalan sambil membanting kaki ku kesal ke arah mesin minuman diujung lorong.
Emosi membuat tubuhku panas dan menajdi haus.

Aku membeli kopi dingin kesukaanku lalu meminumnya dengan rasa kesal yang belum juga hilang.

"tuan putri kalau sedang marah cantik sekali?"

Aku yang sedang minum tersedak mendengar suara yang sangat tidak ingin kudengar ada dibelakangku.

"y.. ya! jangan mengganggu ku terus!" Aku membentak Taeyang.

"kenapa? kalau aku menyukai mu, masa iya aku harus menghindar darimu?"

Aku melemparkan tatapan sinis lalu berjalan melewatinya.
Aku sengaja menabrakan pundakku ke pundaknya lumayan keras.

Kaki ku berhenti melangkah saat Taeyang menahan tanganku.
Aku bertatapan mata dengannya, aku melontarkan tatapan mata yang penuh dengan rasa kesal dan amarah yang meledak-ledak.

"le-pas-kan" nadaku sinis.

"tidak mau, sampai kamu menjawab kenapa kamu tidak pernah meresponku?"

"kau mau tau jawabannya?"

Aku membuang kopi yang masih ada ditanganku lalu menarik kerah baju Taeyang.

"aku... tidak pernah sekalipun menyukaimu"

Ku kira dengan aku berkata dingin seperti itu Taeyang akan merasa sakit hati dan berhenti menggangguku.
Tetapi aku salah.

Dia malah semakin menjadi-jadi.
Dia tetap bersikukuh ingin mendekatiku dan mendapat perhatianku.

"begitukah?"

"kalau begitu aku akan terus mengatakan ke semua orang kalau kau ini adalah pacarku sampai kamu mau merespon ku" jawabnya.

Aku pikir omongnnya itu hanya ancaman belaka.
Ancaman yang penuh omong kosong, aku tidak perduli.

"do-what-you want" Aku mendorong nya.

Aku meninggalkannya tapi aku terhenti saat aku mendengar nya menelpon YGent dan berbicara yang macam-macam.

"YG, bisa kamu buat berita hebohku? aku dan Sandara memiliki hubungan khusus, kami berpacaran" Ia menelpons ambil melontarkan senyuman yang tidak kalah licik ke arahku.

"apa-apaan dia?!" gumamku kesal.

"ya!! apa-apaan kamu?! kamu mau menghancurkan reputasiku?!"

"menghancurkan? hmm, tidak. bukankah itu bagus? para fans melihat dua idolanya bersatu?" Ia berjalan melewatiku.

Kali ini aku benar-benar merasa dipermalukan dan direndahkan oleh Taeyang.
Aku benar-benar sangat marah sampai aku menariknya dan mendorong tubuhnya terbanting ke tembok.

"kalau sampai aku mendengar berita aneh-aneh yang menyebar dan membuatku malu"

Aku menarik kerah bajunya.

"aku tidak akan melepasmu!"

"Sandara, ini pertama kalinya kamu berbicara padaku lebih dari 4kata tau?"

Taeyang malah menggodaku.
Seharusnya aku memang tidak berurusan dengan lelaki yang satu ini.

Akal nya yang terlalu banyak membuat ku selalu kalah telak kalau berdebat dengannya.

"ah sudahlah!" batinku.

Aku mengambil tas ku lalu membanting kaki ku pergi dari sana.




TAEYANG


Wajah Sandara yang memerah saat kesal benar-benar membuatku semakin menyukainya.
Tapi dia terlalu ceoat terbawa emosi dan tidak berpikir panjang.

Apa dia berpikir aku benar-benar menelpon YG dan mengatakan kalau aku dan dia berpacaran?

Oh come on Sandara, aku tidak selicik itu.
Lagi pula HPku tidak ada pulsa, gumamku dalam hati.

Aku hendak berjalan kembali ke kelas ketika aku melihat sebuah dompet yang tergeletak di lantai.
Aku melihat ke kanan dan ke kiri tidak ada siapa-siapa.

"dompet siapa ini? Sandara kah?" AKu membukanya.

Aku melihat banyak foto Sandara dalam dompet itu.
Aku duduk mengurungkan niatku kembali ke kelas lalu melihat foto Sandara.

Ekspresinya yang tersenyum dan tertawa sangat berbeda dengan yang asli.
Sandara yang dingin dan sinis.

Aku menyukai keduanya, Sandara terlihat sempurna dimataku.

Aku diam-diam mengambil foto Sandara yang sangat mempesona dan lucu.



Aku mengamati senyum Sandara di foto itu.
Ah, aku semakin menyukainya, dia sangat mempesona.

Aku memasukan foto Sandara ke kantongku lalu melhat foto Sandara lagi.
Aku terkejut saat melihat foto Sandara bersama seorang lelaki.
Mereka terlihat sangat akrab.

"siapa laki-laki ini? pacarnya kah?" batinku.

"YA!!"

Aku mendengar teriakan dari arah kanan ku, aku menoleh.

"sa.. Sandara?!"

"sedang apa kau?!" Sandara menghampiriku dengan wajah kesal.

Aku gugup dan gagap sendiri karena dia melihatku sedang membuka dompetnya.

Ah! Dia pasti akan tambah marah padaku! Ashhhhhhhhh....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar