"SOL, dulu aku sangat dekat dengan dia. Benar-benar dekat, sampai akhirnya dia memaksaku untuk bergabung dengan tim nya, pemberontak. Tapi aku tidak mau"
"jadi? itu alasan kau ikut agen YG?"
Ji eun terdiam mendengar pertanyaanku.
Aku mengelus kepala Ji eun.
"sudah, jangan dipikirkan, ayo aku antar pulang"
LEE JI EUN
"Khamsahamnida sudah mengantar ku pulang"
Seungri tersenyum lalu beranjak pulang.
"ah tunggu!"
Seungri berhenti melangkah lalu membalikan badan menghadapku.
"ne?"
"ah, anii... Khamsahamnida sudah mengobati luka ku juga"
Aku mengucapkan terimakasih lagi.
Seungri tersenyum kembali lalu melangkah pergi meninggalkanku.
Aku melihat sosok Seungri sudah hilang, tidak bisa kulihat lagi.
Aku mengalihkan pandanganku dengan tatapan curiga ke arah rumahku.
Aku mengeluarkan pistolku, mengisi pelurunya.
Lalu melangkah masuk kedalam.
Aku masuk kedalam, menyalakan lampu rumahku.
Kosong.. Tidak ada apa-apa..
"Tidak usah bermain kucing-kucingan, keluarlah" Aku menuang wine ke gelasku.
"Rupa nya sudah tau? Haha"
"Dari dulu kau tidak pernah berubah ya? Selalu bersikap tidak sopan, masuk ke rumah ku diam-diam tanpa ijin dariku?"
"Bisa berkata seperti itu? Apa kau.... sudah tidak menyukai ku?"
"Aku memang tidak pernah menyukai mu" Aku meminum wine yang ada digelasku.
"Benarkah? Aku meragukannya"
"Berhenti disana. Jangan mendekat" Aku mengarahkan senjata ku kepada nya kali ini.
Aku menatap pria itu dengan tatapan marah, kesal, semua perasaan ku bercampur menjadi satu.
"Apa kau benar-benar berani menembakku?"
"Kau pikir aku tidak berani?" Aku tersenyum licik ke arah pria itu.
DORRR!
Aku meluncurkan sebuah tembakan kepada pria itu.
Aku tidak menembaknya, aku hanya mengarahkan supaya peluru itu menyerempet lengan nya.
Tetap saja membuat lengan pria itu terluka.
"Haha, kau sudah dewasa sekarang? Sudah bisa bermain dengan senjata?"
"Mungkin lain kali aku akan bermain dengan nyawa mu, SOL"
"Benarkah? Aku menunggu saat-saat itu denganmu IU"
Pria yang kusebut-sebut SOL itu beranjak keluar dari rumahku.
Ia meninggalkan sebuah surat misterius di meja ruang tamu ku.
Pikiran ku sangat kacau setelah melihat wajah SOL.
"SOL, apa mau mu? Kenapa menghantuiku lagi?!" Aku meminum habis botol wine yang ada didepanku.
Aku melempar botol wine yang sudah kosong itu, aku tidak bisa mengendalikan emosiku.
"ARGGHH!!!"
PRANGGG!
Aku melihat ke arah surat yang ditinggalkan SOL dengan tatapan emosi dan benci mendalam.
Aku mengambil surat itu lalu membacanya.
I'M WITH 2NE1 NOW.
I'LL GET THE DIAMOND AND DESTROY YOU.
SOL
"Hahah, kau pikir aku takut denganmu SOL?"
"Big mistakes"
YG
"Mianhae aku telat.." Aku duduk di kursi bar lalu menuang wine ke gelas yang sudah disediakan.
"ya, kau kenapa? Lelah sekali kelihatannya?"
"ne GD, aku frustasi.." Aku meminum habis wine itu lalu mengisi gelasku kembali.
"frustasi? Kenapa?"
"dunia ini sudah gila ya? Haha" Aku meneguk wine ku lagi.
"ya, ya, sudah jangan minum banyak-banyak. Ini masih pagi" GD mengambil botol wine dari tanganku.
"aniii... Aku sudah biasa, sini kemarikan botolnya"
"aniii, kau sudah gila ya?"
"ne, aku sudah gila" Aku berhasil mengambil botol wine itu.
Kali ini aku meneguk wine langsung dari botol nya.
Aku meminum wine dari botol itu sampai habis.
Aku berjalan masuk ke meja bar, mengambil botol wine yang baru.
"ya, Seung ah.. maksudku VI, kemana dia?" Aku membuka botol wine yang ada ditanganku.
"kuliah, dia sedang tidak ada misi hari ini.."
"ya, GD, kau juga harus kuliah mengerti? Belajar untuk masa depan nak" Aku menepok-nepok pundak GD lalu kembali minum dari botol wine di tanganku.
"ya, kau mabok ya?"
"aniii, apa wajah ku terlihat mabok?" Aku merangkul GD.
"ne, kau mabok. Sudah jangan minum lagi"
"ah jangan diambiiiiiiil..." Aku berusaha merebut botol wine yang direbut oleh GD.
"ya, ada apa ini?"
"ya, VI kau datang tepat waktu. Lihat rekan mu ini, pag-pagi sudah mabok"
"aniii, aku tidak mabok!" Aku mengambil kembali botol wine yg direbut GD lalu meminumnya.
"mau?" Aku memberikan botol kosong kepada VI.
"hahhh, kau ini benar-benar gadis bodoh yang merepotkan"
"aku bukan gadis bodoh! Aku ini wonder woman! Hahaha!"
"lihat? Pagi-pagi sudah minum 2 botol, begini jadinya" GD menahanku yang sempoyongan.
"ah, biar aku yang urus dia"
VI
Pagi-pagi aku sudah direpotkan dengan gadis ini.
Benar-benar menjengkelkan.
Matahari belum ada di atas langit dia sudah minum 2 botol.
Benar-benar gila!
"ya, VI, aku ini wonderwoman ya kan?"
"ne, ne. Terserah apa katamu"
Aku melingkarkan tangannya kepundakku.
Aku membantunya berjalan, membawa nya pulang.
"yo, VI in the house yo!"
"Jangan panggil aku Vi bodoh, kita sedang diluar"
"ah, benarkah? Aku tidak bisa melihat apa-apa tuh"
"itu karena kamu merem, bodoh"
"aku tidak bodoh! Aku hanya tidak menunjukan kepintaranku!"
"ne, ne..." Aku bingung harus seperti apa mengahdapi IU yang sedang mabok.
"aku ini pintar kan Seungri yang tampan?" IU tidak bisa diam.
"ne, Ji eun yang cantikkkk"
"tapi bodoh" gumamku pelan sambil membawa nya pulang.
Sampai dirumahnya, aku membuka pintu dengan kunci yang ada di kantongnya.
Aku meletakkan IU di sofa ruang tengah.
"berantakan sekali hahhh" batinku.
Aku melihat sebuah kertas yang dibuang di tong sampah.
Kertas itu terlihat mencurigakan untukku.
Aku memungutnya lalu membacanya.
I'M WITH 2NE1 NOW.
I'LL GET THE DIAMOND AND DESTROY YOU.
SOL
2ne1 ? SOL ?
Apa-apaan ini? Ada apa sebenarnya?
Aku melihat sebuah bingkai foto yang di terbalikan ke meja.
Aku melihat foto itu.
"siapa pria yang di foto ini? Sepertinya akrab sekali dengan IU" gumamku dalam hati.
"ya, IU, siapa SOL? Apa dia kesini semalam?"
"ne... SOL? Sol sepatu maksudmu? Ha ha ha"
Ah percuma aku berbicara dengan nya, jawaban yang dikeluarkan kacau semua.
Bertanya pada orang mabok.
Bodoh sekali aku ini hahhhh.
"ya, TOP, bisa carikan aku info tentang SOL? Juga apa hubungannya dengan 2NE1"
Aku menelpon TOP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar