Aku menghampiri IU yang masih duduk di ruang tamu gedung pusat kami.
Aku melepas jaket ku lalu memakaikannya dipundak IU.
"ya, kenapa bengong?"
Aku melambaikan tangan didepan wajah IU.
Ia terlihat kaget dengan kedatanganku yang tidak diketahuinya.
"Ah, aniii"
"foto apa itu?'
Aku melihat IU menyembunyikan foto dari ku.
Ia memasukan foto itu kedalam kantong baju nya.
"foto adik ku"
"boleh aku lihat?"
Aku pindah tempat duduk ke sebelah IU.
Aku duduk dekat dengannya, sebenarnya tujuan ku supaya IU tenang dan merasa nyaman.
"Ne..." IU tersenyum lslu memperlihatkan foto itu kepadaku.
"Adikmu mirip sekali ya dengamu?"
"Ne, semua orang bilang begitu setiap ada yang melihat foto nya hahah"
Aku menatap IU yang masih menunjukan raut muka yang sedih.
Aku tau dia pasti sangat merindukan adik nya itu.
IU membuatku melihat sisi yang tidak pernah kulihat dari seorang IU.
IU yang kulihat sekarang adalah IU yg penuh kasih sayang, lemah lembut dan sensitif.
Berbeda dengan IU yang biasa ku temui.
IU yang dingin, kejam, lincah dan tegas. Hahaha.
"Sudah siap untuk besok?"
"Ne, aku sangat siap. Tiap kali aku melihat foto adikku, aku benar-benar tidak merasa takut pada apapun"
"Masa? Tidak takut tertembak?"
"Aniii.. Kalau aku harus mati, tidak apa-apa. asalkan aku bisa menyakiti SOL dulu"
Aku mencubit pipi IU gemas.
Kata-kata yang barusan IU keluarkan membuatku jengkel sedikit.
"Hihhhhh, omongan macam apa itu? Agen lemahhhhhh" ucapku.
"A.. Aw aw, iyaiya mianahe. Jangan cubit lagi, sakit tau!"
"Jangan bicara begitu makanya, lain kali tidak ku cubit kau"
"Apa apa apa? Nyehhhhh" Muka IU yang meremehkanku terlihat sangat lucu.
"Lain kali kucium, mau?!" Aku tertawa.
"Aniiii, aku tidak akan bicara seperti itu lagi kalau begitu" IU tertawa.
"Ne, hahaha. Lebih baik kamu tidur sekarang. Besok kita bermain dengan 2ne1 SOL"
"Ne, khamsahamida VI, kamu sangat baik"
Aku tersenyum ke arah IU, begitu juga IU tersenyum ke arahku.
Aku kembali ke kamarku yang juga kamar GD, D-Lite dan TOP di gedung kami.
"good morning, hoammmmm"
"ya, sudah siap bermain belum?" IU menggodaku.
"Ne, tentu saja siap"
Aku melihat IU yang mengambil gelas dari dalam kulkas lalu meminumnya.
"ya! Jangan minum wine lagi, kita ini sedang siap-siap!" Aku menarik tangan IU.
"ne? Ini bukan wine VI, ini susu, S U S U"
Aku menggaruk-garuk kepalaku, malu sendiri karena sudah asal menuduh.
GD, D-Lite dan TOP menertawaiku.
"Lucu hah? Ku pukul juga kalian" Aku mengambil susu milikku.
"ya, ya sudah cepat minum susu nya. Kita siap-siap setelah ini" TOP memakan rotinya dengan cepat.
Setelah aku dan yang lainnya selesai sarapan.
Kami bersiap-siap mulai dari pakaian kami.
Senjata kami, strategi kami, semua nya kami persiapkan pagi itu.
Dan yang paling penting, permata yang kami jaga.
Ruang penyimpanan nya sudah diamankan tapi bukan berarti 2NE1 tidak bisa menerobos masuk ke dalamnya.
Mereka tidak bodoh dan cukup lihai dalam hal seperti ini.
Setelah melakukan semua persiapan, kami pun siap.
V.I
IU
G-DRAGON
D-LITE
![]() |
| TOP |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar