Tembakan diluncurkan.
Misiku selesai.
"mission complete. thank you mr.VI"
Sebuah alat komunikasi yang menyerupai GPS di kantongku berbunyi.
"your welcome"
Aku mengambil GPS itu, melempar nya ke atas lalu mengangkat pistol yang ada ditanganku.
Pistol itu kuarahkan ke arah GPS yang kulempar tadi.
DORR!
SEUNGRI
"ya! Seungri! ayo kita main basket!"
"ya! ayo!"
Aku dikenal dengan nama Seungri dikalangan keluarga dan teman-temanku.
Tidak ada yang tau kalau aku ini sebenarnya adalah V.I
V.I?
Agen FBI yang terkenal dingin, tegas, kejam, dan tidak pernah gagal saat menjalani misi.
Ini aku yang ada dilingkungan sehari-hari ku.
Culun, hah? Hahaha.
Tapi saat aku mendapat misi yang harus kuselesaikan.
Penampilanku berubah.
Bukan hanya penampilan.
Sikap ku pun berubah menjadi dingin.
"ayo ke lapangan!" Aku menjalani hari-hari ku seperti biasa di kampus ku.
Belajar, bermain dengan teman saat jam istirahat.
Tidak terlihat kalau aku seorang FBI kan? Hahaha.
Aku baru melempar bola pertamaku.
"ya!"
Aku menengok ke arah suara yang memanggilku.
Ah, Jiyong.
Dia juga seorang FBI, sama sepertiku.
Bisa dibilang, dia partnerku.
Dia juga memiliki nama julukan.
Mr.G-Dragon karena dia terkenal lebih kejam dan ganas dari ku.
"ya, kalian main duluan, aku kesana sebentar" Aku menghampiri Jiyong.
"ne? ada misi apa?"
"100 langkah utara, helikopter, bandar narkoba international, ferari underground" Jiyong memberi ku kunci.
Kalimat yang aneh bukan? Hahaha.
Aku tersenyum licik lalu meninggalkan Jiyong.
Aku berjalan ke tempat parkir basement kampus ku.
Ferrari hitam sudah menunggu ku di tempat parkir pojok.
Aku mengendarai mobil itu dengan cepat ke arah utara.
Speedometer yang ada di mobil itu terus menghitung, angka nya terus naik.
Saat angka speedometer itu menunjukan angka 100, aku berhenti lalu turun.
Aku sudah berubah dari Seungri menjadi mr.VI
Helikopter?
Elicottero, nama sebuah pabrik otomotif yang terkenal disana menajdi sasaran.
Elicottero yang dalam bahasa Itali berarti helikopter.
Aku melihat G-Dragon dan rekan ku satu lagi, D-Lite sudah menungguku disana.
Aku berjalan masuk duluan, pura-pura tidak mengenal mereka.
Aku masuk ke dalam pabrik itu, berjalan lurus menuju lantai paling atas.
Saat anak buah bandar narkoba itu mulai mengetahui kedokku, G-Dragonda n D-Lite menembak mereka dari belakang.
Ya, D-Lite adalah seorang penembak handal.
Hampir tidak pernah meleset tembakannya.
Suara tembakan terus terdengar, aku terus melangkahkan kaki ku ke atas.
Sampai aku memergoki bandar narkoba internasional itu yang sudah berada di helikopter.
Aku tetap tenang, aku mengeluarkan pistol ku lalu mengisi nya.
Aku mengarahkan pistolku kehelikopter itu.
Aku mengira-ngira pusat bahan bakar helikopter itu.
1... 2... 3... Aku meluncurkan tembakanku.
BOMMMM!
Tembakanku berhasil mengenai pusat bahan bakar helikopter itu.
Helikopter itu meledak tidak lama setelah terbang.
"mission complete, thankyou mr.V.I"
"yourwelcome"
DORRR!
"ini dia pahlawan kita hari ini! hahaha"
"ayo kembali ke pusat, aku traktir kalian minum disana"
Aku, G-Dragon, dan D-Lite pun kembali ke markas dengan kendaraan FBI yang sudah dikirim dari pusat.
Urusan kami bertiga di pabrik ini selesai, polisi sudah berdatangan untuk memeriksa barang bukti.
"well done V.I, G-Dragon, D-Lite"
Seniorku yang bisa dibilang atasanku mr.TOP menghampiri kami bertiga.
Aku dan D-Lite duduk di bar yang ada di sana.
"ya, GD! tidak mau ikut minum?" D-Lite duduk di sampingku.
"aniii, lain kali saja, aku ada misi lagi" GD meninggalkan kami berdua.
"dia terlihat sangat sibuk akhir-akhir ini bukan?"
"ne..." Aku meminum wine ku.
"ya, TOP, ku dengar ada agen baru disini? wanita?"
Aku terkejut mendengar D-Lite.
"wanita? bisa apa seorang wanita?"
"ya, jangan salah, dia ini sangat profesional, mungkin bisa mengalahkanmu"
"ya, TOP, aku ini V.I, agen terkenal di seluruh dunia" Aku tertawa.
D-Lite dan TOP hanya tertawa mendenagr ocehanku.
Aku kembali meminum wine ku.
DORRR! Peluru yang memecahkan gelas disebelahku sekaligus membuat ku terkejut.
"ya! siapa itu?!" Aku berteriak.
"siapa yang bilang wanita tidak bisa apa-apa?"
Aku melihat seorang wanita yang baru saja menembak gelas disebelahku.
"k.. kau?"
Seorang wanita mengarahkan pistol nya ke arahku.
Seorang wanita mengarahkan pistol nya ke arahku.
Seakan-akan ingin menembakku.
"kau mau cari masalah?"
Aku ikut mengeluarkan pistolku lalu mengarahkannya ke wanita itu.
Aku dan wanita itu bertatapan mata dingin. Penuh emosi.
"ya! sudah! apa-apaan kalian berdua?!" TOP melerai kami berdua.
Wanita itu menurunkan pistolnya. Tapi aku masih mengarahkan pistolku.
"ne? mau menembakku? tembak sekarang" Wanita itu tersenyum menantangku.
Aku menahan emosiku lalu menurunkan pistolku.
"V.I , ini agen wanita yang aku ceritakan tadi"
"oh" Jawabku acuh tak acuh.
D-Lite tiba-tiba mendapat panggilan misi, dia meninggalkan ku.
Jadi yang tersisa hanya kami bertiga.
Aku, TOP dan wanita tidak sopan ini.
"jangan seperti ini, bagaimana kalian bisa menjalani misi bersama kalau begini?"
"ne?! misi bersama?! aniii! aku tidak mau! aku dengan G-Dragon saja!" bantahku.
"G-Dragon sudah mendapat misi di Jepang"
"D-Lite!" Aku masih tidak mau kalah.
"sudah dapat misi denganku di inggris"
"aku bisa sendiri!" Aku masih keras kepala.
"kalau sendiri misi nya tidak akan berhasil, kalian berdua akan terbang ke paris"
"neee?!!!" aku dan wanita itu berteriak bersamaan.
TOP meninggalkan kami berdua, ia melempar kunci kepadaku.
Kunci yang bertuliskan 5.
Yang artinya kami harus masuk ke ruangan nomor 5 di gedung pusat kami.
"aigoo" aku menghela nafas lalu berjalan meninggalkan wanita itu.
Wanita itu mengikutiku dari belakang.
Aku membuka pintu bernomor 5, aku menemukan perlengkapan misi yang sudah disediakan di ruangan itu.
"apa ini?" batinku.
Jas? Mini dress? Tiket pesawat ke Paris?
Aku melihat waktu keberangkatan kami.
3 jam lagi?!
Ah TOP, begitu aku menyelesaikan misi ini, kau akan ku habisi.
Geramku gemas.
"ya! ganti pakaianmu, kita ke Paris setelah ini" Aku melempar mini dress ke wanita itu.
Aku pun mengganti pakaian ku di ruang ganti, aku membiarkan wanita itu mengganti pakaian di ruang itu.
Aku buru-buru kembali ke ruangan itu, aku melihat wanita itu sudah selesai berganti pakaian.
"V.I"
"ne?" Wanita itu kebingungan saat aku memberitahu namaku.
"aku V.I"
"oh, aku IU"
"ne, ready for the mission?" Aku memberikan pistol yang disediakan kepadanya.
"yes, im ready" IU mengisi peluru pistol itu.
GPS yang ada di kantongku dan IU menyala lalu berbunyi.
"misi kalian hari ini, kalian akan ke Paris ke sebuah pameranb gelap. Kalian disana dikenal sebagai pewaris terkaya di Korea, jangan gagal, misi kalian mengambil batu permata yang menjadi pameran disana. Bawa kembali ke sini, kesempatan kalian hanya sekali saat lampu gedung itu mati. Hanya 15 menit. Jangan gagal V.I.U!"
"got it" Aku dan IU berangkat ke Paris.
MISSION 1 : BRING IT BACK
"bienvenue, ada yang bisa ku bantu?" Seseorang menyapa ku dengan bahasa Perancis.
Aku hanya menunjukkan kart undangan berwarna emas ku kepadanya.
Orang itu tampak kaget lalu mengantarku ke sebuah ruangan yang sudah dipenuhi pengusaha-pengusaha dunia yang kaya raya.
Aku melihat ke sekeliling ruangan, aku menemukan batu permata itu.
"bonjour, senang sekali bisa bertemu dengan kalian" Seorang pria berpakaian mewah menghampiri kami
"bonjour, saya juga senang bisa bertemu anda" Aku menjawab.
"jadi, ceritakan perkembangan perusahaan kalian"
"perusahaan kami berjalan lancar, pemesanan dan pemasukan kami melonjak cukup tinggi akhir-akhir ini. Tidak jarang kami menerima pesanan dari belahan dunia"
IU menjawab dengan sangat lancar.
Sepertinya aku dan IU berhasil menipu orang ini.
Lampu gedung itu tiba-tiba mati. Seluruh ruangan gelap.
Para tamu berteriak panik dan berlari kesana kemari.
Aku dan IU berlari ke arah permata itu, memecahkan box kaca yang melindunginya.
"ya! cepat bawa pergi!" Aku melempar permata itu ke IU.
Diluar dugaan, lampu kembali menyala lebih cepat dari prediksi ku.
Belum 15 menit lampu sudah menyala kembali.
Seisi ruangan memojokanku yang berada dekat tempat permata itu.
Aku melihat IU sudah berhasil keluar dari tempat itu.
"kau mencuri permata ku?!" Pria kaya itu mengarahkan pistolnya ke arahku.
"hm.. ne" aku tersenyum licik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar