5/06/2011

COUNT DOWN PART 2

Pria itu sudah mau menembak ku.
Mungkin sekitar 1 setik peluru itu sudah terbang ke arahku.

Ancang-ancang menembaknya terpotong oleh perkataanku.
Aku berbicara dalam bahasa Itali.

guardare dietro di te


"apa yang kau bicarakan?!" Pria itu membentakku.


"awas dibelakangmu" Aku tersenyum.


Pria itu menghadap belakang ke arah pintu, IU dengan sebuah mobil yang bertuliskan YG diatasnya meloncat ke ruangan, mendobrak pintu yang besar itu.


Aku mengambil pistol yang ada di pinggangku lalu menembak pria itu.


Tepat di dada nya.


"ya! naik!" IU berteriak.


Aku mengambil alih setir mobil itu, aku menabrak pintu keluar dengan mobil itu.
IU sibuk dengan sesuatu di tangannya.


Melempar nya ke arah ruangan yang sudah kami tinggalkan.


"ya, apa itu?"


IU menajwabku dengan menghitung "1, 2..."


BOMMMMMM!


Terjadi ledakan besar yang menghancurkan tempat pertemuan tadi.
Kebakaran besar terjadi di tempat itu.


"ya! kau gila!" aku tertawa melihat ledakan yang terjadi disana.


"ne, aku gila hahaha"


"masih bisa bilang kalau wanita tidak bisa apa-apa mr.V.I?" IU menggodaku.


"baik aku akui kau wanita hebat"


IU tersenyum mendengar ucapanku.


"tapi masih kalah denganku" Aku menyetir mobik itu dengan cepat.


IU memukul lenganku pelan sambil tertawa.



GPS di kantongku berbunyi seperti biasa.


"mission complete, thankyou mr.VI"


"yourwelcome" DORR!


GPS milik IU pun berbunyi.


"mission complete, thankyou miss.IU"


"kau mau menembak nya untukku?" IU memberikan GPS  nya kepadaku.


"lempar saja keluar" ucapku.


IU melempar GPS itu keluar lalu aku mengarahkan pistol ku ke GPS itu.


DORRR!


"kau lumayan handal dalam menembak ya?"


"meragukan kemampuanku?" Aku menyimpan pistol ku kembali.


"sedikit" IU tertawa.


"mau bertaruh?"


"ne, nanti kalau sudah sampai di Korea"


Aku dan IU pun kembali ke gedung pusat kami membawa batu permata yang berhasil kamu ambil tersebut.







"wah batu permata ini bagus sekali ya?"


"ne, benar-benar berkilauan...."


G-Dragon dan D-Lite menatap batu permata itu tanpa henti.
Terus saja memandangi batu permata itu.


"ya, IU, kau hebat" GD mengacungkan jempolnya kepada IU.


"mission complete V.I , IU" TOP datang membawa sebuah kotak besar.


"ne, kotak apa itu?" tanya IU.


"ini? kotak untuk menyimpan permata itu, apa lagi? permata ini benar-benar harus dijaga dengan aman"


"memang milik siapa permata ini?" Aku meminum wine ku.


"warisan kerajaan di Inggris"


"hooooo, benarkah?" D-Lite masih saja mengamati permata itu.


"ya! jangan norak kau!" Aku memukul kepala D-Lite sambil tertawa.


Aku dan rekan-rekan ku sedang bersantai selesai menjalani misi kami masing-masing.
Kami duduk di bar sambil menikmati wine.


Kami bercanda-canda dan tertawa-tawa sampai terdengar ledakan tidak jauh dari bar yang kami duduki.


DUARRRRR!!


"apa itu?!" Aku, G-Dragon, IU, D-Lite dan TOP berlari ke arah ledakan itu.


Aku melihat musuh lama kami.
Mereka datang dengans enjata lengkap di tangannya.


"kami datang untuk permata itu"


Ke-empat wanita itu mulai meluncurkan tembakan, ingin merebut permata itu.


Aku, GD, D-Lite, IU mengambil pistol kami masing-masing lalu membalas tembakan mereka.


D-Lite mengawal TOP untuk mengamankan permata itu.


Aku, GD, dan IU saling menembak dengan ke-empat gadis itu.


"CL, Minzy, Bom, Sandara" gumamku.


"ah!"

Aku berhasil menembak lengan CL saat kami saling tembak-menembak.

"enyah kalian dari sini!"

IU yang terus menembak mereka juga berhasil mengenai Sandara.
Bom dan Minzy yang panik menolong Sandara dan CL lalu pergi dari gedung pusat kami.

"kami akan kembali!" teriak mereka.

"siapa mereka?!" terlihat IU yang kesal membanting pistol nya yang sudah kosong.

"mereka, dulu bagian dari agen kami juga, tapi mereka keluar lalu membentuk tim pemberontak mereka sendiri. Mereka cukup hebat, mempunyai koneksi dengan pemberontak luar lainnya"

G-Dragon menjelaskan dengan mata yang sayup-sayup.
Terlihat sekali ia tidak tega waktu melihatku menembak CL.

Dulu....
CL dan GD hampir menjadi sepasang kekasih.
Tapi karena suatu hal, mereka berpisah lalu menjadi seperti sekarang ini.

Sampai sekarang aku masih belum tau alasan mereka berpisah.

Aku bisa melihat dari mata GD kalau dia masih menyayangi CL.
Walaupun kenyataan harus saling menembak dan menyakiti.

GD sebenarnya tidak mau melukai CL.

"ya! sudah jangan dipikirkan lagi, ayo cari TOP" GD berjalan mendahului kami berdua.

"ne ne, sudah ayo jalan" Aku mengambil pistol milik IU.

"jangan dibanting, bisa rusak tau?"

"ne..." IU mengikuti ku dari belakang.




"ya! Seungri!"

"ne? Ji eun?" Aku yang sudah kembali menjadi Seungri bertemu dengan IU yang kupanggil Ji eun.

"pulang bersama?"

Aku tersenyum lalu berjalan bersebelahan dengan Ji eun.

"ah aku lelah sekali hari ini"

"jangan lemah begitu, katanya agen profesional" aku meledek Ji eun.

"agen agen begini aku kan juga manusia. Memangnya kau, robot" Ji eun tertawa.

"kau mau jalan-jalan?" Tanyaku.

"kemana?"

"pantai?" Ji eun mengangguk. Aku dan Ji eun pun berjalan ke pantai.

Di pinggir jalan dekat pantai yang ku kunjungi, aku melihat mobil es krim yang sedang berjualan.

"ya, mau es krim? ku traktir" Aku bertanya pada Ji eun.

"kalau ditraktir aku mau hahaha"

Aku menyentil kepala Ji eun lalu berjalan ke mobil itu.
Aku meninggalkan Ji eun yang sedang duduk di pasir tepi pantai sana.

Menunggu ku kembali membeli es krim.

"mianhae, es krim nya 2 ya.."

"ne...." tukang es krim itu mulai membuat es krim pesananku.

Aku tidak memperhatikan Ji eun untuk beberapa saat.
Saat aku melihat ke arah Ji eun tadi, Ji eun sudah menghilang.

Aku terkejut, aku berlari menghampiri tempat Ji eun tadi.

"Ji eun! Ji eun! dimana kau?!"

Aku  tidak mendengar jawaban.

"ini tidak lucu ya! Ji eun!"

Tetap tidak ada jawaban.
Aku melihat ke sekitar tempat Ji eun tadi.

Tidak ada jejak kaki sama sekali.
Yang ada hanya jejak kaki ku yang berlari tadi.

Aku mencari-cari Ji eun di sekitar pantai sampai akhirnya,

Aku melihat sebuah botol yang didalam nya ada secarik kertas.
Kertas itu digulung dan diikat dengan ikat rambut Ji eun.




Aku mengambilnya lalu memecahkannya.
Aku membaca isi surat itu.

IU ADA DITANGAN KU.

TUKAR PERMATA DENGAN IU.

TEMPAT YANG DULU KITA SERING KUNJUNGI.
6 SORE, BESOK.

JANGAN TELAT ATAU IU TIDAK SELAMAT.

2NE1

Tanganku gemetar saat membaca surat itu,
Aku menelpon gedung pusat ku lalu memberitahu yang terjadi.

"ya!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar