5/05/2011

STUPID LIAR PART 6

"uwaaaaa... kalian sedang apa berpelukan disana?!"

"aniiii, Taeyang cuma menolongku yang hampir terjatuh!"

Sandara melepas pelukan ku lalu beranjak berdiri.
Aku yang masih terduduk di lantai melihat wajah mereka yang masih kebingungan dan kaget melihatku berpelukan dengan Sandara tadi.

"ya ya, jangan salah sangka. Aku hanya menolong Sandara yang hampir jatuh tadi"

"ne... jangan berpikiran yang macam-macam kalian ini, aigo..."

Karena situasi sedang menjepit ku dan Sandara, aku tidak ingin dicurigai lebih lagi oleh mereka bertiga.
Aku melihat keluar jendela, hujannya tidak terlalu deras lagi.

"ya, Sandara, aku pulang ya"

"ne? diluar masih hujan"

"tidak apa-apa"

"anii, kesehatanmu bisa terganggu tau? Lagipula, bukannya kamu mau rekaman lusa?"

"ne... tidak apa hujan kecil ini" Aku berjalan ke pintu depan.

Sandara mengantarku sampai ke pintu luar.

"yaa, apa  kamu yakin?"

"ne... kenapa? kamu mengkhawatirkanku?" Aku mencubit pipi Sandara.

"aniii, sebentar aku ambilkan payung" Sandara mencibir.

"anii, tidak usah, aku langsung pulang saja"

Aku langsung keluar dan menerobos hujan yang lumayan besar itu.
Aku tidak ingin merepotkan Sandara.
Aku berlari kehujanan mencari taksi disekitar rumah Sandara.

AC taksi yang dingin membuatku menggigil.
Bajuku yang basah membuat hawa disekitarku semakin terasa dingin.

Aku  mengingat kejadian saat mati lampu tadi, aku tersenyum sendiri.
Aku mengambil foto Sandara yang kusimpan di dompetku.

Aku mengamati senyumnya yang membuatku tidak berkutik.

"ya, Sandara.. suatu saat aku akan menyatakan perasaan ku kepadamu" batinku.


SANDARA PARK

"unnie, makan lah dulu, kamu belum makan kann?" Minzy membujukku makan.

"aniii, nanti dulu, kalian makan saja duluan..."

Aku bolak-balik memeriksa HPku.
Kalau tidak ada SMS atau telpon aku menghela nafas kesal.
Aku menunggu SMS atau telpon masuk, tapi dari siapa?

"ah ayolahhhh" gumamku.

"ya, Dara, kamu nunggu SMS dari Taeyang kah?" Bom menegurku dari meja makan.

"hah? aniiiiii... aku menunggu SMS dari....."

Aku menunggu SMS dari siapa ya?
Yap, pertanyaan Bom memojokanku dan bertanya-tanya pada diriku sendiri.

"aku.... tidak tau menunggu SMS dari siapa..." Aku berkata pelan dan malu.

CL menggeleng-gelengkan kepalanya, "sudah unnie, sini makan dulu" ia berkata.

Aku pun meletakkan HPku di sofa lalu beranjak ke meja makan.
Akhirnya aku makan bersama mereka, tapi pikiranku tetap berpikir.

"apa ya yang kutunggu daritadi?"


"giliran siapa mencuci piring hari ini?" Minzy merapikan piring yang kami gunakan  makan tadi.

"aku saja" Aku mengambil piring-piring itu dari tangan Minzy.

"gomawo unnie, aku tidur duluan ya, ngantuk sekali"

"ne.." Aku tersenyum lalu mencuci piring.

Bom, CL dan Minzy naik ke atas duluan.
Aku masih dibawah mencuci piring dibawah dengan pikiran kosong.
Sesaat aku meraba kantong celana ku.

"loh? kemana HPku?" Aku mencoba mengingat dimana terakhir aku letakkan HPku.

Aku melihat ke arah sofa di ruang tamu.

"ah!" Aku ingat dan berlari mengambil HPku.

Aku menge-cek HPku.

you have 5 new message.
you have 3 miss called.

Aku membuka daftar miss call, Taeyang, Taeyang dan Taeyang.
Aku membuka 5 SMS yang masuk.

from : Taeyang
ya Sandara aku sudah sampai..

from : Taeyang
acara makan kita tadi batal.
ku ganti lain hari ya? 

from : Taeyang
hari ini lebih dingin dari biasanya.
jangan pakai pakaian tipis seperti tadi!

from : Taeyang
ya Sandara, kenapa tidak balas SMSku?
sudah tidurkah?

from : Taeyang
sampai bertemu besok di kampus.

Aku tidak tau kenapa aku merasa kesal saat aku tau Taeyang tadi menelponku dan tidak kuangkat.
Ah kesal sekali rasanya!

Aku melihat miss call dan SMS terakhir baru sekitar 15 menit yang lalu.

"sudah tidurkah?" Aku menekan tombol hijauku.

tuttt..... tuttt....

Telpon ku sudah tersambung tapi belum diangkat.
Baru mau kuatika, aku mendengar suara Taeyang.

"ne..."

"ya Taeyang kenapa suaramu lemas?"

"anii, hanya sedikit lelah"

"apa karna hujan-hujanan tadi? sudah kubilang jangan nekat"

"hm, kenapa? khawatir?" Aku bisa mendengarnya tertawa pelan.

"ne, mengkhawatirkanmu, puaskah?"

"aniii, aku belum puas kalau belum melihat mu"

"ya, bicara apa kau ini" Aku berjalan ke dapur menyelesaikan cucian piringku sambil memegang HPku.

"sedang apa kau?" Taeyang bertanya.

"mencuci piring"

"hm hm hm" Taeyang menahan tawanya.

"ya...! apa yang lucu?"

"seorang Sandara bisa mencuci piring ya? hahaha"

"ya jangan meremehkanku, aku ini calon ibu rumah tangga yang baik tau"

"ne... aku menjadi suami mu hahaha"

"apa sih kau ini" Candaan Taeyang barusan membuatku merasa malu dan deg-degan.

"yasudah istirahat kamu, sampai jumpa besok"

"ah tunggu! Aku yang mau mematikan telponku tidak jadi mematikannya.

"ne? kenapa?"

"ah, aniii, tidak jadi hehe sampai jumpa besok"

Aku mematikan telponku.
Belum sampai semenit aku mematikan telponku, Taeyang mengirim sebuah SMS.

from : Taeyang
Saranghaeyo Sandara....

Jantungku berdebar cepat membaca SMS itu.
Aku membaca nya berkali-kali.

Aku melihat foto Taeyang yang masih menjadi wallpaperku.

"stupid boy... kamu menang kali ini" Aku berbisik.



"2ne1! 2ne1! 2ne1!"
"Bigbang! Bigbang!"

Seperti biasa teriakan para fans yang ricuh saat kami 2ne1 dan Bigbang berjalan masuk ke gerbang kampus kami.

Aku memakai kacamata hitamku lalu berjalan masuk ke dalam.
Teman-temanku sibuk meladeni para fans.

Foto bersama, tanda tangan, menerima hadiah dari fans.
Aku mengamati dari jauh, aku sudah duduk di kursi depan kampus.

Aku memasang headset ku tidak mau mendengar apa-apa lagi.

Aku merasa ada yang menoel ku, aku menoleh.
Seniorku rupanya, aku hanya menatapnya dengan tatapan dingin.

Dia memberiku sebuah surat, aku melihat ada gambar hati di surat itu.

"surat cinta? chicken" gumamku dalam hati,

Aku tidak mengulurkan tanganku mengambilnya, aku hanya melihatnya dibalik kacamata hitamku.
Seseorang dibelakangku mengulurkan tangan mengambil surat itu, aku melihat ke belakang.

"mianhae... Sandara milikku"

"Ta.. Taeyang?" 

"ne, aku telat mianhae"

Apa sih yang terjadi denganku? Kenapa saat aku melihat Taeyang aku sangat senang?
Mood ku yang tidak karuan jadi membaik saat melihat Taeyang.

"ah, mianae.. a, apa benar gosip itu?" Seniorku yang memberiku surat bertanya.

"gosip apa?" tanya ku sinis.

"ka, kalau kalian berdua itu sepasang kekasih?"

Saat itu aku dan Taeyang bertatap-tatapan kebingungan.
Taeyang sudah membuka mulut mau menjawab pertanyaan itu.

"ne, kamu berpacaran" ucapku tegas, sinis. Aku tersenyum licik ke arah Taeyang.

Taeyang merespon ku dengan membalas senyum licikku.
Taeyang merangkul ku.

"ne, Sandara kekasihku, jangan mengganggu nya lagi"

Senior ku pun pergi meninggalkan kami berdua.
Aku tersenyum ke arah Taeyang lalu kami berdua ke kelas.
Lengan Taeyang masih melingkar di pundakku.

"ya, kau sakit?" Aku melihat wajah Taeyang yang pucat.

"aniii, cuma ngantuk kok"

Aku memegang dahi Taeyang.

"ya! badanmu panas!" Aku mulai panik sendiri.

Aku melihat wajah Taeyang yang semakin pucat.
Badannya semakin panas.
Aku melihat mata Taeyang yang mulai menutup, badannya sempoyongan.

BRUAKK

Taeyang jatuh pingsan, aku panik aku bingung sendiri.
Aku menggendonf kepala Taeyang memangkunya di pahaku.

"ya! Taeyang! bangun! ya!"

"ya! bantu aku!!!!"

2ne1 dan Bigbang melihatku berteriak-teriak lalu menolongku.
Bigbang menggendong Taeyang ke ruang UKS, aku mengikutinya dari belakang.

Airmata ku tergenang dimataku, aku berusaha menahan.

"Taeyang kenapa kau?!" gumamku.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar