4/30/2011
MY BRIDE PART 1
TOP
Aku berjalan ke tempat biasa aku berlatih dengan teman-temanku.
Aku tidak perduli dengan orang-orang disekitarku, aku memasang headset ku dikedua telingaku.
Memutar musik rap yang keras dan berjalan mengikuti alur jalan.
Aku terus melangkah, terkadang melangkah mengikuti tempo lagu yang kudengar.
Semua orang melihatku, aku menjadi pusat perhatian.
Ah, i dont care, gumamku dalam hati.
Aku tiba di tempat latihanku, aku melepas headset ku dan masuk ke dalam.
Aku mengetuk beberapa ketukan sandi di pintu yang bertuliskan 'BIGBANG'.
tok.... tok..... tok....
Pintu terbuka aku bisa mendengar musik hiphop yang keras keluar dari pintu itu.
"yooo! hyung datang!" Seorang bocah berwajah imut berteriak dari ujung ruangan.
Bocah itu bernama Seungri, dia memang maknae di grup kami.
"hyung, kenapa lama sekali?" maknae itu merangkul ku ke tengah ruangan berlatih.
"mianhae Seungri, aku bangun kesiangan hahaha"
"kemana Jiyong? Daesung juga?" tanyaku.
Seungri menunjuk ruangan yang ada di sudut sana, aku masuk kedalam dan melihat Jiyong dan Daesung sedang tidur lelap di sofa.
"ya! Jiyong, Daesung! bangun kalian pemalassssss" Aku mengguncangkan badan mereka.
Tidak juga bangun, lelap sekali tidurnya.
"dasar dua bocah ini, waktunya latihan malah tidur disini"
Baru aku mau berteriak membangunkan mereka, si maknae datang mencegatku.
"aaaaaa! jangan hyung jangan!"
"ha? kenapa?"
"aku saja yang membangunkan mereka, boleh?"
"ah, yasudah" Aku menyingkir ke dekat pintu.
Aku melihat gelagat si maknae kecil itu, aku tertawa sendiri di pojok ruangan.
Seungri memasang headphone di telinga Jiyong dan Daesung, menyoloknya ke komputer yang ada di ruangan itu, lalu memutar lagu 'mandagascar' keras-keras.
I LIKE TO MOVE IT MOVE IT~! YOU LIKE TO MOVE IT MOVE IT~!
BRUAKKK
Jiyong dan Daesung terkejut dan jatuh ke lantai saling menimpa satu sama lain.
"YA!! siapa yang memasang headphone ini?!" Jiyong yang masih merem berteriak dan melepas headphone ditelinganya.
Daesung yang sudah membuka mata melihat Seungri yang ada didepan komputer.
"ya!! Seungri!! tidak sopan kamuu, sini kamu, sini, sini!" Daesung mengejar-ngejar Seungri.
"ya, Jiyong, bangun, jangan tidur lagu, kamu ini" Aku membantu Jiyong bangun dari lantai.
"mianhae hyung, aku ketiduran tadi"
"ayo, latihan sekarang"
Aku keluar dari ruangan itu, aku melihat Daesung dan Seungri yang masih kejar-kejaran.
Aku mencoba menghentikan mereka tapi mereka berdua tetap saling berkejar-kejaran.
"ya, ya, sudah. latihan, turnamen sudah semakin dekat"
"dengar itu hyung, tidak boleh main kejar-kejaran lagi..!"
"bermain apanya, aku mau menjitakmu tau?!"
"mianhae Daesung oppa....." Seungri mengikuti gaya Minzy, pacar Daesung, mengedip-ngedipkan mata.
"hishhh........." Daesung memasang wajah meledek.
"tapi hyung, aku lapar, kita pergi makan dulu?" Seungri memelas.
"buang-buang waktu, lebih baik beli makanan kita makan disini" Daesung tidak kalah cepat berbicara.
"yasudah siapa mau keluar beli?"
Seungri dan Daesung memandangku dengan wajah memelas.
Sesekali mengedip-ngedipkan mata seperti anak kecil meminta permen.
"hihhh, merinding aku melihat kalian. yasudah aku yang beli" Aku memakai jaketku.
"ah hyung aku ikut! aku mau membeli kopi panas, diluar hujan, dingin..."
Aku dan Jiyong pun pergi ke sebuah kedai makanan yang tidak jauh dari tempat latihan kami.
Jiyong memesan kopi di kassa sebelah kiri.
Aku memesan makanan di kassa sebelah kiri.
"mianhae menunggu lama, ada yang bisa saya bantu?"
Aku menoleh ke penjaga kassa itu, aku terpesona melihat sosok seorang wanita cantik.
Rambutnya yang coklat panjang terurai, matanya yang lentik.
Benar-benar cantik. Aku bengong melihatnya.
"mianhae? mianhae?" Pegawai itu melambaikan tangannya.
"ah, iya, pesan ini 5" aku menunjuk menu yang ada didepanku.
"tunggu sebentar ya.." pegawaii itu tersenyum kembali.
Aku tidakmelepas mataku dari gerak-geriknya sewatku ia mondar-mandir.
Aku benar-benar terpesona melihatnya.
Begitu aku meihat pesananku sudah selesai, aku mengambil dompetku dan membayarnya.
"Khamsahamnida.. datang lagi.." Lagi-lagi senyumnya membuatku terpesona.
Aku menyempatkan diri melihat name pin yang ada di bajunya.
"Park bom...?" aku mencoba mengingatnya dalam hati.
"hyung, sudah selesai belum?" Jiyong menghampiriku.
"ah, i, iya, sudah" Aku menjawab Jiyong sambil mencuri-curi pandang ke pegawai itu.
"hyung lihat apa sih?"
"ah, aniiii... ayo cepat ke tempat latihan"
Park bom.... gumamku dalam hati.
Sampai latihan selesai, sampai hari sudah berganti malam, aku masih tidak bisa melupakan pegawai yang tadi kutemui di kedai itu.
Di kamar aku masih terbaring memikirkan nya.
Park bom....
Aku mengingat senyumnya yang sangat manis saat menanyakan pesananku.
Wajahnya yang putih, rambutnya yang terurai, matanya yang lentik.
"ah besok aku harus bertemu nya lagi!"
Aku menarik selimutku dan tidur.
Berharap hari cepat berlalu, pagi cepatlah datang....
Sinar matahari masuk menembus jendela kamarku.
Aku membuka mataku, aku malas untuk bangun.
Rasanya aku masih ingin bermesraan dengan kasurku.
Tiba-tiba aku mengingat Park bom.
ah! hari ini aku harus berkenalan dengannya!
Aku bergegas bangun dan berlari ke kamar mandi.
Aku mengambil jaket kesayanganku dan menyisir rambutku.
Aku berangkat dari apertemenku ke kedai itu.
Tak sabar rasanya aku ingin melihat wajah pegawai itu lagi.
Wajah Park bom tepatnya....
Aku sampai di kedai itu dan mengambil tempat duduk yang dekat dengan kassa.
Aku menyelidiki seisi ruangan tapi aku tidak melihat wajah Park bom sedikitpun.
"apa hari ini dia tidak masuk ya?"
Ah kecewa rasanya kalau hari ini aku tidak bisa bertemu dengannya.
Seorang pegawai datang dan menawari ku kopi.
"kopi tuan?"
"ah, iya, terima kasih."
Aku menyempatkan bertanya tentang Park bom ke pegawai itu.
"ah, mianhae, numpang tanya"
"iya?"
"apa disini ada pegawai yang bernama Park bom?"
"ah, iya ada"
"aku melihat dia tidak ada, apa dia sakit?"
"ah aniii... seharusnya sebentar lagi dia datang"
"ah begitu, khamsahamnida kalau begitu" Aku mengucapkan terimakasih.
Sebentar lagi? Kalau begitu aku bisa bertemu Park bom?
Aku menunggu dan memperhatikan setiap orang yang masuk ke kedai itu.
Sampai akhirnya aku melihat Park bom!
Dia baru saja datang, dia tidak berbeda dari kemarin.
Masih saja terlihat cantik bagiku. Benar-benar cantik.
Dia tidak terlihat seperti seorang pegawai saat memakai baju biasa.
Dia tampak seperti seorang artis.
Aku semakin terpesona melihatnya.
Aku mengambil HPku dan memotretnya diam-diam.
Saat dia buru-buru masuk ke dalam karena sudah telat bekerja.
Aku terus memperhatikan gerak-gerik nya dari tempat dudukku.
Aku melihat pegawai yang atdikutanya-tanya berbisik-bisik dengan Park bom.
Park bom melihat ke arahku.
"ah apa yang dibicarakan....." aku mulai was-was.
Aku menundukan kepalaku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
"mau pesan apa tuan?"
Aku menengok dan melihat Park bom yang menanyaiku, aku melihatnya dari dekat!
"pa... park bom?" Aku keceplosan menyebut namanya.
"kau tau namaku?" jawabnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar