5/02/2011

STUPID LIAR PART 1

"2ne1 datang! 2ne1 datang!"

Semua murid di kampus kami berbondong-bondong lari ke depan gerbang masuk kampus kami.
Mengerumuni gerbang tapi membuka jalan untuk kami, 2ne1 masuk.

Semenjak kami, 2ne1 di-debut oleh perusahaan YGent, kami sering bermunculan d TV, majalah, dijadikan model poster dan lain-lain.

Memang menyenangkan dikenal banyak orang.
Diperlakukan spesial dari yang lainnya, hahaha.

Kami turun dari mobil dan mendengar jeritan para fans kami yang memanggil-manggil kami.

"2ne1! 2ne1!"

Kami berjalan lurus memasuki gerbang kampus kami.



SANDARA PARK



Aku dan ketiga temanku berjalan memasuki gerbang kampusku, semua fans kami memanggil-manggil nama kami.

"2ne1!"
"Minzy!"
"Park Bom!"
"CL!"

dan terakhir nama ku, "Sandara!"

Teman-temanku sibuk memberi tanda tangan atau bersalaman dengan lainnya.
Aku tetap berjalan lurus tanpa memandang ke kanan dan ke kiri.

Ya, aku memang cukup dikenal dengan sifat yang dingin, sinis dan tidak mudah untuk diajak bersosialisasi.

Jarang tersenyum juga jarang mengacuhkan orang.

Aku juga dikatakan sebagai 'cold hearted woman' karena setiap lelaki yang menyatakan perasaan terhadapku selalu aku tolak dengan cara yang dingin.

Kami, 2ne1 sampai di dalam gedung kampus kami sampai kami tiba-tiba mendengar fans kami yang tadi berteriak 2ne1 meneriaki BIGBANG.



Aku menoleh ke belakang, aku melihat 5 laki-laki muda turun dari mobil itu dengan cara berpakaian yang super gangster haha.
Aku menatapnya dengan sinis lalu mengalihkan pandanganku.

ke-tiga temanku sibuk melihat Bigbang yang turun dari mobil.
Para fans juga semakin menjadi-jadi.

"Bigbang! Bigbang!!!"

"berisik!" gumamku kesal.

Bigbang berjalan ke arah kami, 2ne1.
Kami memang berasal YGent, kami sama-sama didebut oleh YGent.

Ketiga temanku cukup akrab dengan mereka. Tapi tidak dengan aku, Sandara.

"annyeong 2ne1!" Leader Bigbang, Jiyong menyapa kami.

"annyeong Bigbang!" leader 2ne1, CL membalas sapaan Jiyong.

Aku tetap tidak perduli dan memandang mereka sinis.
Teman-temanku seru bercanda ria dengan mereka sementara aku duduk di kursi yasng agak jauh dari mrereka dan membaca buku ku.

"ah, jadi tuan putri sedang sibuk membaca buku ya hah?" salah seorang personil Bigbang menghampiriku.

Dia ini Taeyang, yang disebut-sebut sebagai dance machine Bigbang.
Taeyang ini sudah lama mencoba mencuri perhatianku tapi tidak pernah kuacuhkan.

Aku berdiri dan beranjak pergi dari kursi ku.
Taeyang menahan tanganku.

"ya... kenapa mengacuhkanku?"

Aku memandang nya dengan tatapan tajam kali ini.
Aku melepaskan tangannya dari tanganku lalu menjawab dengan nada dingin.

"jangan sentuh"

"ya! CL Minzy Bom! Ayo masuk kelas!" Aku memanggil mereka dan berjalan duluan ke kelas.

"ah, galak sekali dia hari ini, seperti biasa" aku bisa mendengar Jiyong mengatakan itu pada CL.

"ah, iya, aku ke kelas dulu ya" CL menjawab.

"nanti makan siang bersama ya?"

"ya!!" Teriakan ku menunda CL menjawab ajakan Jiyong.
CL mengangguk lalu buru-buru menghampiriku.

Aku dan ketiga temanku berjalan ke kelas.
Aku melewati Taeyang yang masih ada di dekat tempat duduk ku tadi.

"ya, Sandara, kenapa tidak pernah mengangkat telponku?" Taeyang mengikutiku.

Sekali lagi aku hanya menjawab singkat dengan nada dingin.

"pergi kau"


TAEYANG


Ya, sudah lama aku menyukai dan mencoba untuk mendekati Sandara.
Tapi tidak satu cara pun yang berhasil untuk menarik perhatiannya.

Ia selalu bersikap dingin kepadaku, sinis dan galak.
Tapi justru itu yang membuatku semakin suka dan tertantang untuk mendapatkan perhatiannya.

"ya, ditolak lagi hari ini? hahaha"

"diam kamu Seungri, aku merasa sangat tertantang untuk mendapatkannya tau?"

"kalau aku jadi kau, mungkin aku sudah gila ditolak berkali-kali seperti itu"

"bukan begitu TOP hyung, dia ini sangat berbeda dengan wanita lain"

"terserah apa katamu, kalau aku sih tipe wanita yang kusuka itu seperti Bom hahaha"

"aku suka yang seperti CL, manis!" Jiyong tersenyum.

Baru Daesung akan menjawab aku sudah memotong omongannya.

"kamu suka yang seperti Minzy, ya kan? ya ya aku sudah tau ayo jalan ke kelas"

"ah dasar kau ini!" Daesung mencibir.




Aku masuk ke kelas dengan  buru-buru, aku melihat bangku disebelah Sandara masih kosong, belum ada yang mendudukinya.
Aku buru-buru masuk lalu duduk disebelahnya.

Jiyong duduk disebelah CL.
Daesung duduk dibelakang Minzy.
TOP hyung duduk disebelah Bom.
Seungri? Dia sibuk dengan game di PSP nya.

"annyeong Sandara..." Aku mencoba menyapa semanis mungkin.

Tapi.....  Lagi-lagi yang kudapat hanya tatapan nya yang sinis, ia mengacuhkanku.

Pintu terbuka lalu dosen kami masuk ke dalam kelas.
Ah, dosen baru.. pikirku.

Aku tidak perduli dengan dosen baru itu, aku tetap berusaha untuk menarik perhatian Sandara.

"ya!! kamu! yang berambut mohak! tolong jangan berpacaran di pelajaran saya!" Bentak dosen itu.

Sandara tampak terkejut saat dosen itu menyebut kami berdua berpacaran.
Aku mencoba memanfaatkan kesempatan ini.

"oh, ne.... kami berdua memang berpacaran gangsa..."

Aku melingkarkan tanganku ke pundak Sandara.

Seisi kelas memperhatikan ku dan Sandara, temasuk anggota Bigbang dan 2ne1.
Semuanya terkejut.

"n.. ne?!" Sandara berteriak.

Tebak apa yang Sandara berikan padaku? hahaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar