5/02/2011

MY BRIDE PART 7


"Bom.. will you be my bride?"

Aku melamar Bom saat itu juga.

"nee...." Bom menerima lamaranku.

Aku berpelukan dengan Bom, aku benar-benar merasa bahagia saat itu.
Aku bisa bersatu dengan orang yang kucintai.


Bom  menerima lamaranku bukan berarti rintanganku selesai.
Aku masih harus meminta maaf ataskejadian yang terjadi saat pernikahan Bom dan Taeyang.
Aku juga harus meminta restu dari orang tua Bom.

Sekarang aku dan Bom sedang menuju rumah Bom untuk meminta restu dari orang tua Bom.

"ya, Bom.. kira-kira apa yang akan ayahmu lakukan kepadaku? memukul ku?" Aku berjalan sambil merangkul Bom.

"hmmm... tidak memukul, mungkin mencaci maki mu?" Bom menggodaku.

"ah, tidak apa-apalah. Asal mendapat restu dari orangtua mu"

Perjalananku dan Bom berakhir, aku berdiri didepan pintu rumah Bom.
Bom melihat wajahku, memberi isyarat seakan-akan bertanya apa aku siap atau tidak.

Aku mengangguk dan mengambil nafas dalam-dalam.

TING TONG...

Pintu pun terbuka.
Aku melihat ibu Bom yang membukakan pintu.

"annyeong eomma..."

"Ah, Bom.." Lalu ibu Bom melihat ke arahku.

Anehnya ia tidak marah ataupun memasang wajah kesal saat melihatku.
Ia justru tersenyum dan menyambutku ramah.

Aku dipersilahkan duduk di ruang tamu.
Bom duduk disebelahku, ibu Bom memanggil ayah Bom.

Aku berdiri saat melihat ayah Bom keluar dari kamarnya.

"kamu! kamu yang mengacaukan pernikahan anakku kan?!" Teriaknya dengan nada marah.

Aku sudah menyiapkan mental ku untuk tetap tenang dan fokus pada tujuan utamaku.
Yaitu meminta restu dari orang tua Bom.

"mau apa kamu kesini?!"

"mianhae tuan.... saya hanya ingin meminta restu kalian..."

BUAKKK!

Sebuah tonjokkan dilemparkan ke wajahku.

"abeoji! jangan seperti itu!" Bom membantuku berdiri.

"kamu masih membelanya?! dia sudah mengacaukan pernikahanmu tau?! perusahaan ayahmu ini hampir bangkrut karena kelakuan dia tau kamu?!"

"abeoji! kenapa yang ada di pikiranmu hanya harta harta dan harta?! aku ini anakmu! apa aku kalah  berharga dari hartamu?! aku tidak mencintai Taeyang aku mencintai TOP! Pikirkan kebahagiaan anakmu itu abeoji!"

Bom mulai menangis saat menjawab ayahnya. Aku memeluk Bom menenangkannya.

"mianhae... Aku tau aku sudah mengacaukan pernikahan kemarin, tapi aku tidak akan melakukan ini kalau aku tidak perduli dengan perasaan Bom.. Bom tidak mencintai Taeyang, yang Bom cintai adalah aku.. Aku akan membuatnya bahagia, aku akan menjaga anakmu, aku tau aku tidak setajir keluarga Taeyang tapi aku akan membahagiakan Bom, aku berjanji"

Aku berlutut di hadapan orang tua Bom, berlutu sampai kepalaku menyentuh lantai.

"Bom... apa kamu benar mencintai TOP?" ibu nya bertanya.

"n.. ne eomma.."

Ayah Bom terdiam, lalu berjalan masuk ke kamar tanpa sepatah katapun.
Ibu Bom memintaku berdiri, ia meraih tanganku dan tangan  Bom.

Menyatukan tangan kami.

"tolong jaga putriku....."


Pertempuranku pun selesai, aku berjalan pulang dengan membawa souvenir dari ayah Bom.
Bekas tonjokkan yang menjadi memar di wajahku. 

"Bom, kamu bilang ayahmu hanya akan mencaci maki ku? Lihat ini, pipiku memar"

"sudah jangan menggodaku begitu TOP, tidak senang kamu sudah mendapat restu?"

"aniii... aku senang, tapi tetap saja sakit tau" Aku mencibir.

"ah, cengeng sekali kamu?? aku pukul lagi sini!" Bom mengepalkan tangannya lalu mengarahkan tanganya ke wajahku.

Aku memejamkan mata, ku pikir Bom akan memukul ku.
Tapi bukan pukulan yang dilemparkan ke pipiku, melainkan ciuman yang dilemparkan ke pipiku.

"ah, kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan kah?" Aku menggodanya.

"ne... tidak senangkah?"

Aku tersenyum lalu memeluk Bom dari belakang. 

"yaaa, jangan begini dilihat orang banyak, TOP!"
Bom merengek minta dilepaskan....
STUDIO

"AAAAAAAAAAAAA!!!"

"ya! Seunrgi! jangan berteriak seperti itu!  berisik tau!" Aku berjalan  masuk ke tempat latihanku.

"h\ya! hyung! sudah lama tidak bertemu!" Daesung dan Jiyong menghampiriku.

"ya, bagaimana? SMS ku berguna tidak hyung?"

Aku menjawab pertanyaan Jiyong hanya dengan menunjuk ke arah Seungri.
Seungri masuk ke dalam tempat latihan dengan muka pucat seperti melihat hantu.

"Seung, kenapa kamu?"

Seungri masih tercengang-cengang, ia tdiak bisamenjawab, ia hanya memberikan kertas yang ada ditangannya kepada Daesung dan Jiyong.

Daesung dan Jiyong mengambilnya dengan wajah bingung lalu melihatnya.

"NEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE?!!!!!!" Mereka berteriak hampir bersamaan.

"yaa!! jangan teriak seperti itu, aigooooo"

Aku berbalik badan lalu tersenyum melihat reaksi mereka yang melihat isi kertas itu,



     YOU ARE INVITED TO:

    CHOI SEUNG HYUN & PARK BOM 
   WEDDING PARTY AT :

    YG BALLROOM @ YG BUILDING 7TH FLOOR
    AT 6P.M -FINISH
    SUNDAY, 9TH MAY 2011



                 
























WE HOPE ALL OF YOU CAN COME TO OUR WEDDING PARTY TO BE WITNESS OF OUR WEDDING.


FROM THE DEAREST,

TOP-BOM.


"HYUNG! hyu hyu hyu hyung, a a akan menikah?!" Daesung tergagap-gagap.

"ne... semua berkat Jiyong, aku bisa menikah dengan wanita yang kucintai, khamsahamnida"

"ah, bukan masalah hyung"

"nanti aku traktir kamu makan sepuasnya bagaimana? ucapan terima kasihku..."

"hyung! aku tidak kebagian?!" Seungri protes.

"ne, kalian bertiga ku traktir...."

"YESSSSSS" Daesung dan Seungri kelihatan senang sekali.

Aku duduk disebelah Jiyong yang sedang duduk di sofa, masih terkejut melihat undangan pernikahanku.

"wah, hyung. calon istrimu cantik sekali"

"benar kan? pilihanku tidak pernah salah ya? ha-ha-ha"

"wahh hyung, kamu sangat beruntung ya..."

Aku hanya tersenyum, kata-kata Jiyong membuat ku tiba-tiba merindukan Bom.
Aku mengambil HPku lalu menelponnya.

"annyeong...?"



TENG.... TENG... TENG...

Lonceng pernikahanku sudah berbunyi kencang.
Aku menunggu pengantinku Bom yang sebentar lagi akan memasuki ruangan.

"ahhh, aku sangat gugup bagaimana ini?!" Aku mengacak-acak rambutku tidak karuan.

"hyung kau sudah tampan tenang saja, Bom unnie pasti jatuh cinta padamu" 

"ah, gomawo Daesung, ahh mau gila aku rasanya!"

"ah, Bom unnie datang!" Seungri menunjuk ke arah pintu.

Aku kembali ke tempat ku lalu aku menoleh ke arah pintu.
Aku terpaku melihat Bom yang sangat cantik saat memakai gaun pengantin.
Aku tidak bisa memalingkan mataku ke arah lain.

Bom sangat mempesona sampai-sampai aku terpesona melihatnya.

"TOP...?"

Suara Bom memecah pandanganku yang terpesona melihatnya.

"kenapa bengong? aneh kah?"

"ah aniiii!" Aku terbelalak.

"kamu sangat cantik..."

Bom tersenyum. Bom merangkul tanganku lalu kami berdua berjalan ke altar pernikahan kami.
Kami berjalan di karpet merah diiringi taburan bunga berwarna-warni dan suara lonceng yang berdentang nyaring.

Kami sampai di depan pendeta yang akan menikahkan kami berdua.

"Seung Hyun, apa kamu bersedia menerima Park Bom menjadi pendamping hidupmu?"

"nee.." jawabku.

"Park Bom, apa kamu bersedia menerima Choi Seung Hyun menjadi pendamping hidupmu?"

Bom menganggukan kepala, "nee..."

Tepuk tangan saksi pernikahan kami terdengan nyaring di ruangan itu.
Tiba saat pemakaian cincin,  aku memakaikan cincin di jari manis Bom.
Bom pun memakaikan cincin di jari manisku.

Aku mencium Bom, lalu berbisik di telinganya.

"saranghaeyo, my beautiful bride..."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar