apa maksudnya ini?
"op... oppa"
"oppa bicara apa sih?" aku mencoba tersenyum sambil menghapus airmataku.
"Chae rin aku serius, aku tidak mau kamu terus menangis karna hyung. Kalau dia tidak bisa menjaga perasaanmu"
Aku memandangh mata Seungri oppa yang serius.
"aku yang akan menjagamu"
DEG! Aku diam terpaku tidak tau harus berkata apa-apa lagi.
"aku tau kamu masih mencintai hyung, tapi. Boleh aku juga mencintaimu?"
Aku semakin tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Saranghaeyo Chae rin" Seungri oppa memeluk ku.
"Saranghaeyo Chae rin.. aku janji tidak akan melupakanmu"
Pikiran ku ter-flash back mengingat 3 tahun lalu waktu Jiyong oppa berjanji tidak akan melupakanku dan berkata kalau dia mencintaiku.
Aku ingin mendengar kata-kata itu keluar dari mulut oppa lagi, tapi kini yang aku dengar bukan dari mulu Jiyong oppa.
Melainkan Seungri oppa.
"mi... mianhae oppa" kataku pelan sambil menahan isak tangisku.
"aku masih belum bisa membuka hati untuk pria lain, sekarang ini yang ada dihatiku cuma jiyong oppa, aku sangat mencintainya. Aku senang bisa mengenal oppa, tapi aku tidak bisa, mianhae...."
Seungri oppa perlahan-lahan melepas pelukannya dariku.
"ah, mianhae.. kamu pasti kaget aku tiba-tiba berkata seperti itu"
Tiba-tiba aku mendengar dari kejauhan suara Sandara yang menyebut nama ku dan Seungri oppa.
"Seungri, Chae rin? sedang apa kalian?"
Aku yang masih ada dalam posisi berpelukan dengan Seungri oppa terkejut melihat Jiyong oppa bediri di sebelah Sandara.
Melihatku dan Seungri oppa.
"tidak sedang apa-apa, Chae rin, kamu pulang lah dulu, nanti aku telpon" Seungri oppa melepas jas nya dan mengenakannya untukku.
Aku belum sempat menjawab Seungri oppa dan Jiyong oppa masuk ke dalam ruang backstage, Sandara menyusul mereka.
KWON JI YONG
Acara show ku sudah selesai.
semua kru-kru YG sedang merapikan semua perabot yang digunakan.
Aku, Daesung, Seungri, Sandara, dan Minzy ada di satu mobil.
"kita antar Sandara dan Minzy pulang dulu"
"ah aku ingin ke YG dulu jiyong" Sandara memotong ku.
"ini sudah larut malam Sandara, kamu lebih baik pulang" aku menjawab dengan nada sedikit dingin.
Sandara tidak menjawab.
Aku mengantar Sandara dan Minzy ke rumah mereka masing-masing.
Di mobil hanya tinggal aku, Seungri dan Daesung, aku menyetir mobil menuju YGent untuk menyelesaikan beberapa data yang belum selesai.
Sampai di YG, aku memarkirkan mobilku.
"Seungri, kamu ikut aku, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
Aku berjalan meninggalkan Daesung da Seungri menuju lantai atas ke ruanganku.
"ada apa hyung?"
"apa maksudmu memeluk Chae rin tadi?
"hm, memang nya kenapa? hyung cemburu kah?"
"siapa bilang aku cemburu? aku hanya menanyakan alasanmu."
"apa benar hanya ngin tau alasanku? kelihatannya lebih dari itu"
Emosi ku jmulai sedikit terpancing oleh kata-kata Seungri yang beda dari biasanya.
Ia tampak sangat serius kali ini.
"aku hanya....." Belum selesai aku berbicara, Seungri sudah menjawab.
"aku menyukai nya"
"apa?"
"aku menyukai nya, aku mencintai Chae rin" Seungri menatap mataku dengan tegas.
"boleh kan aku mencintai nya? bukankah hyung sudah mencintai Sandara?"
Aku terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Kali ini ucapan Seungri benar-benar membuatyku terpojok.
"hyung masih mencintai Chae rin atau tidak, aku tidak perduli. Yang jelas kalau hyung tidak mengambil keputusan tegas, Chae rin atau Sandara."
Seungri berjalan ke arah pintu dan menoleh sejenak ke arahku.
"aku akan mengambil Chae rin, dia milikku"
BLAMMM!
suara pintu tertutup. Aku terkejut oleh kata-kata Seungri yang tidak biasanya.
Pertama kali aku mendengar dia berbiacra seperti itu dengan nada se-serius itu.
Aku menyukai Sandara, tapi aku sangat cemburu saat melihat Seungri memeluk Chae rin.
Siapa sebenarnya yang aku sukai?!
SEUNGRI
Aku tidak percaya aku mengatakan aku mencintai Chae rin.
Ahhh Chae rin pasti sangat shock!
Bodoh sekali kamu Seungri ahhhhh!
Oke, apa yang harus ku lakuka sekarang?
Menemui nya? Ah tidak-tidak dia pasti masih shock sekarang ini.
Aku mengambil HP ku dan menelpon Chae rin.
"ah, Seungri oppa.."
"Chae rin, minhae yang tadi siang."
"tidak apa-apa oppa"
"minhae..." Aku merasa sangat bersalah kepada Chae rin.
"tidak apa-apa oppa, tidak jadi masalah bagiku"
"ah begitu... besok kamu ke YG?"
"tidak tau aku sedikit tidak ada mood oppa..."
"ah kamu harus datang besok. kita main di pantai refreshing besok, oke?"
"ah, anii, oppa main saja sama yang lainnya"
"ah aku tidak mau mendengar penolakan, besok aku jemput kamu pagi-pagi ya"
"ah yasudah, aku tidur dulu oppa, malam"
"y yaa Chae rin!" Belum sempat aku berbiacar Chae rin sudah mematikan telpon ku.
"saranghaeyo Chae rin" gumamku dalam hati.
LEE CHAE RIN
Pagi-pagi sekali aku sudah siap untuk bermain dengan Seungri oppa dan yang lain.
Aku menunggu Seungri oppa menjemputku diluar rumahku.
Dari jauh aku sudah melihat mobil Seungri oppa yang makin dekat.
"oppa! pagi" Aku memberi salam.
Seungri oppa turun dari mobil lalu membuka-kan pintu untukku.
"oh, oppa, aku bisa buka sendiri, jangan repot-repot"
"ah aniii" Seungri oppa tersenyum.
"gomawooooo" aku masuk ke dalam mobilnya.
Di mobil aku dan Seungri oppa hanya terdiam.
Bingung mau membuka pembicaraan apa.
"emm, yang lain mana oppa?" aku berusaha membuka pembicaraan.
"oh, yang lain sudah berangkat lebih pagi dari aku, jadi nanti kita semua bertemu disananya"
Aku membulatkan bibirku, tidak tahu harus menjawab apa lagi.
Semakin lama perjalanan ku semakin membuat ku mengantuk.
Aku memejamkan mataku dan tertidur di mobil Seungri oppa...
"yaa.. Chae rin,bangun" Seungri oppa mengguncang-guncangkan badanku.
"ah sudah sampai ya? mianhae aku ketiduran"
"tidak apa, ayo turun"
Aku kaget waktu melihat suasana pantai yang sangat ramai dan berisik.
Sepertinya ini tidak sedang hari liburan, kenapa ramai sekali?
Aku berjalan disamping Seungri oppa melewati kerumunan orang banyak.
Sampai aku melihat sekerumunan pria berbada besar dan berawajah seram menatapku dengan pandangan yang tidak biasa.
Aku merasa takut, tapi tiba-tiba Seungri oppa menggandeng tanganku.
Aku merasa aman saat tanganku digenggam erat oleh Seungri oppa.
Aku bisa melihat Daesung oppa dan Minzy yang sedang bermain volley diujung sana.
Kerumunan pria seram sudah kulewati tapi Seungri oppa tetap menggenggam tanganku.
Tidak mengendur sedikitpun.
Tepat sampai di lokasi, orang pertama yang ku lihat adalah Jiyong oppa.
Aku bertatapan mata dengannya, aku berusaha bersikap senormal mungkin dan menyapanya.
Baru aku mau menyapa , Sandara yang cantik dengan pakaian renangnya menarik Jiyong oppa pergi menjauh dariku.
"kamu disini dulu ya, aku beli minum buat kamu"
Seungri oppa pergi meninggalkanku, aku duduk di tempat Jiyong oppa berdiri tadi.
Aku menemukan dompet Jiyong oppa yang terbuka.
Tidak sengaja aku meihat foto seorang wanita di dalamnya yang terselip.
Rasa penasaranku membuat ku menarik dan melihat foto itu.
Aku terkejut tidak karuan waktu melihat foto itu adalah....
"oppa bicara apa sih?" aku mencoba tersenyum sambil menghapus airmataku.
"Chae rin aku serius, aku tidak mau kamu terus menangis karna hyung. Kalau dia tidak bisa menjaga perasaanmu"
Aku memandangh mata Seungri oppa yang serius.
"aku yang akan menjagamu"
DEG! Aku diam terpaku tidak tau harus berkata apa-apa lagi.
"aku tau kamu masih mencintai hyung, tapi. Boleh aku juga mencintaimu?"
Aku semakin tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Saranghaeyo Chae rin" Seungri oppa memeluk ku.
"Saranghaeyo Chae rin.. aku janji tidak akan melupakanmu"
Pikiran ku ter-flash back mengingat 3 tahun lalu waktu Jiyong oppa berjanji tidak akan melupakanku dan berkata kalau dia mencintaiku.
Aku ingin mendengar kata-kata itu keluar dari mulut oppa lagi, tapi kini yang aku dengar bukan dari mulu Jiyong oppa.
Melainkan Seungri oppa.
"mi... mianhae oppa" kataku pelan sambil menahan isak tangisku.
"aku masih belum bisa membuka hati untuk pria lain, sekarang ini yang ada dihatiku cuma jiyong oppa, aku sangat mencintainya. Aku senang bisa mengenal oppa, tapi aku tidak bisa, mianhae...."
Seungri oppa perlahan-lahan melepas pelukannya dariku.
"ah, mianhae.. kamu pasti kaget aku tiba-tiba berkata seperti itu"
Tiba-tiba aku mendengar dari kejauhan suara Sandara yang menyebut nama ku dan Seungri oppa.
"Seungri, Chae rin? sedang apa kalian?"
Aku yang masih ada dalam posisi berpelukan dengan Seungri oppa terkejut melihat Jiyong oppa bediri di sebelah Sandara.
Melihatku dan Seungri oppa.
"tidak sedang apa-apa, Chae rin, kamu pulang lah dulu, nanti aku telpon" Seungri oppa melepas jas nya dan mengenakannya untukku.
Aku belum sempat menjawab Seungri oppa dan Jiyong oppa masuk ke dalam ruang backstage, Sandara menyusul mereka.
KWON JI YONG
Acara show ku sudah selesai.
semua kru-kru YG sedang merapikan semua perabot yang digunakan.
Aku, Daesung, Seungri, Sandara, dan Minzy ada di satu mobil.
"kita antar Sandara dan Minzy pulang dulu"
"ah aku ingin ke YG dulu jiyong" Sandara memotong ku.
"ini sudah larut malam Sandara, kamu lebih baik pulang" aku menjawab dengan nada sedikit dingin.
Sandara tidak menjawab.
Aku mengantar Sandara dan Minzy ke rumah mereka masing-masing.
Di mobil hanya tinggal aku, Seungri dan Daesung, aku menyetir mobil menuju YGent untuk menyelesaikan beberapa data yang belum selesai.
Sampai di YG, aku memarkirkan mobilku.
"Seungri, kamu ikut aku, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
Aku berjalan meninggalkan Daesung da Seungri menuju lantai atas ke ruanganku.
"ada apa hyung?"
"apa maksudmu memeluk Chae rin tadi?
"hm, memang nya kenapa? hyung cemburu kah?"
"siapa bilang aku cemburu? aku hanya menanyakan alasanmu."
"apa benar hanya ngin tau alasanku? kelihatannya lebih dari itu"
Emosi ku jmulai sedikit terpancing oleh kata-kata Seungri yang beda dari biasanya.
Ia tampak sangat serius kali ini.
"aku hanya....." Belum selesai aku berbicara, Seungri sudah menjawab.
"aku menyukai nya"
"apa?"
"aku menyukai nya, aku mencintai Chae rin" Seungri menatap mataku dengan tegas.
"boleh kan aku mencintai nya? bukankah hyung sudah mencintai Sandara?"
Aku terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Kali ini ucapan Seungri benar-benar membuatyku terpojok.
"hyung masih mencintai Chae rin atau tidak, aku tidak perduli. Yang jelas kalau hyung tidak mengambil keputusan tegas, Chae rin atau Sandara."
Seungri berjalan ke arah pintu dan menoleh sejenak ke arahku.
"aku akan mengambil Chae rin, dia milikku"
BLAMMM!
suara pintu tertutup. Aku terkejut oleh kata-kata Seungri yang tidak biasanya.
Pertama kali aku mendengar dia berbiacra seperti itu dengan nada se-serius itu.
Aku menyukai Sandara, tapi aku sangat cemburu saat melihat Seungri memeluk Chae rin.
Siapa sebenarnya yang aku sukai?!
SEUNGRI
Aku tidak percaya aku mengatakan aku mencintai Chae rin.
Ahhh Chae rin pasti sangat shock!
Bodoh sekali kamu Seungri ahhhhh!
Oke, apa yang harus ku lakuka sekarang?
Menemui nya? Ah tidak-tidak dia pasti masih shock sekarang ini.
Aku mengambil HP ku dan menelpon Chae rin.
"ah, Seungri oppa.."
"Chae rin, minhae yang tadi siang."
"tidak apa-apa oppa"
"minhae..." Aku merasa sangat bersalah kepada Chae rin.
"tidak apa-apa oppa, tidak jadi masalah bagiku"
"ah begitu... besok kamu ke YG?"
"tidak tau aku sedikit tidak ada mood oppa..."
"ah kamu harus datang besok. kita main di pantai refreshing besok, oke?"
"ah, anii, oppa main saja sama yang lainnya"
"ah aku tidak mau mendengar penolakan, besok aku jemput kamu pagi-pagi ya"
"ah yasudah, aku tidur dulu oppa, malam"
"y yaa Chae rin!" Belum sempat aku berbiacar Chae rin sudah mematikan telpon ku.
"saranghaeyo Chae rin" gumamku dalam hati.
LEE CHAE RIN
Pagi-pagi sekali aku sudah siap untuk bermain dengan Seungri oppa dan yang lain.
Aku menunggu Seungri oppa menjemputku diluar rumahku.
Dari jauh aku sudah melihat mobil Seungri oppa yang makin dekat.
"oppa! pagi" Aku memberi salam.
Seungri oppa turun dari mobil lalu membuka-kan pintu untukku.
"oh, oppa, aku bisa buka sendiri, jangan repot-repot"
"ah aniii" Seungri oppa tersenyum.
"gomawooooo" aku masuk ke dalam mobilnya.
Di mobil aku dan Seungri oppa hanya terdiam.
Bingung mau membuka pembicaraan apa.
"emm, yang lain mana oppa?" aku berusaha membuka pembicaraan.
"oh, yang lain sudah berangkat lebih pagi dari aku, jadi nanti kita semua bertemu disananya"
Aku membulatkan bibirku, tidak tahu harus menjawab apa lagi.
Semakin lama perjalanan ku semakin membuat ku mengantuk.
Aku memejamkan mataku dan tertidur di mobil Seungri oppa...
"yaa.. Chae rin,bangun" Seungri oppa mengguncang-guncangkan badanku.
"ah sudah sampai ya? mianhae aku ketiduran"
"tidak apa, ayo turun"
Aku kaget waktu melihat suasana pantai yang sangat ramai dan berisik.
Sepertinya ini tidak sedang hari liburan, kenapa ramai sekali?
Aku berjalan disamping Seungri oppa melewati kerumunan orang banyak.
Sampai aku melihat sekerumunan pria berbada besar dan berawajah seram menatapku dengan pandangan yang tidak biasa.
Aku merasa takut, tapi tiba-tiba Seungri oppa menggandeng tanganku.
Aku merasa aman saat tanganku digenggam erat oleh Seungri oppa.
Aku bisa melihat Daesung oppa dan Minzy yang sedang bermain volley diujung sana.
Kerumunan pria seram sudah kulewati tapi Seungri oppa tetap menggenggam tanganku.
Tidak mengendur sedikitpun.
Tepat sampai di lokasi, orang pertama yang ku lihat adalah Jiyong oppa.
Aku bertatapan mata dengannya, aku berusaha bersikap senormal mungkin dan menyapanya.
Baru aku mau menyapa , Sandara yang cantik dengan pakaian renangnya menarik Jiyong oppa pergi menjauh dariku.
"kamu disini dulu ya, aku beli minum buat kamu"
Seungri oppa pergi meninggalkanku, aku duduk di tempat Jiyong oppa berdiri tadi.
Aku menemukan dompet Jiyong oppa yang terbuka.
Tidak sengaja aku meihat foto seorang wanita di dalamnya yang terselip.
Rasa penasaranku membuat ku menarik dan melihat foto itu.
Aku terkejut tidak karuan waktu melihat foto itu adalah....
foto... ku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar