LEE CHAE RIN
aku mempercepat langkah kakiku, berlari secepat mungkin ke taman bunga sebelah sana,
bertemu dengan sosok yg sangat aku sukai sejak kecil. sahabatku yg aku anggap lebih dr sekedar
sahabat......
"oppaaa!!" aku melambai-lambaikan tangan sambil tetap berlari.
"Chae rin! Ahh lama sekali kamu, aku sudah menunggu mu daritadi tahu"
"mianhae hehe" aku duduk disebelah Jiyong oppa sesekali menoleh ke arah nya, aku sangat suka senyum yg ada di wajah nya, manis....
"oppa, oppa jadi ikut audisi YGent itu?"
"yahh, jadi dong"
"ahh aku tau nanti disana oppa ketemu cewek-cewek cantik lalu melupakan ku, ya kan?" kataku mencibir.
"hmm... mungkin" oppa menjawab sambil tersenyum, aku tau dia hanya menggodaku tapi tetap saja jawabnnya itu membuatku risih,
Ia mengelus-elus kepalaku, "aku tidak akan melupakanmu chae rin"
ah kali ini aku benar-benar K.O melihat senyum oppa yg sangat manis...
"ah masa? aku tidak yakin oppa bisa terus mengingatku"
"ahh aku serius aku tidak akan melupakanmu chae rin"
"kenapa?" tanyaku memancing.
awalnya oppa tidak menjawab, ia hanya memandangku dengan tatapan yg beda dari biasanya.
Aku semakin speechless dan jatung ku berdebar-debar.
"karna kamu berharga untuk ku chae rin" lagi-lagi oppa mengeluarkan senyum mautnya.
"ah, benarkah? khamsahamnida oppa" aku berusaha bersikap sewajar mungkin.
"saranghaeyo chae rin...."
"hah.....?" aku masih kaget dan tercengang-cengang mendengarnya.
"hoaaaa, apa-apaan itu memasang muka jelek seperti itu?"
"ah, iya, oppa, ulangi sekali lagi"
"gak ada siaran ulang" oppa mencubit pipi ku lalu berdiri.
"oppaaaaaa!" aku mengejar oppa dan menahan tangannya.
"tidak mau, aku tidak mau mengulanginya lagi"
"ahh yasudah padahal aku pikir aku juga mau memberitahumu sesuatum tapi tidak jadi deh", aku memasang wajah jual mahal dan pergi ke arah berlawanan dengan oppa.
"apa? beritahu apa?" wajah oppa yg penasaran membuatku tertawa geli.
"oppa dulu baru aku..."
mendadak wajah oppa berubah menjadi sangat serius, oppa menggenggam tanganku dan menatapku tepat di kedua mataku.
"kamu dengar baik-baik ya....", "saranghaeyo chae rin"
belum sempat merespon oppa memelukku hingga aku tenggelam dipelukannya, aku membalas pelukan nya yg hangat, tidak mau melepas pelukan itu.
"nah, kamu tadi mau bilang apa ke aku?" oppa mendadak melepas pelukannya. cih, sedikit kesal sih.
"oh, tadi? emmm...." menggaruk-garuk kepalaku, bingung harus mulai darimana.
"hmm?"
"saranghaeyo" ucapku singkat,padat,dan jelas.
aku langsung membalikan badanku membelakangi oppa, aku malu! aku tau oppa pasti sedang menertawakanku, ahh aku semakin tidak berani melihatnya lagi.
tapi tiba-tiba lengan oppa yg panjang memelukku dari belakang, wajah oppa disenderkan dipundakku, tepat disebelah wajahku. Aku semakin tidak karu-karuan, semakin grogi dan semakin deg-degan.
"aku janji aku tidak akan melupakan mu chae rin"
"janji?"
"janji..."
aku memutar badanku dan memeluk oppa erat-erat, oppa membalas pelukanku.
HARI AUDISI
KWON JI YONG
Ahh nomor audisiku sudah semakin dekat, bagaimana ini?!
Ahh aku grogi! semakin lama semakin grogi. Keringat dingin keluar dari tubuhku dan tanganku mulai gemetar.
Aku spontan mengambil HP dan menelpon Chae rin.
Aku tersenyum melihat wallpaper Chae rin di HP ku, membuat grogi ku sedikit hilang.
"oppaaa! ah aku baru saja mau menelponmu!"
"benarkah? kenapa tidak menelpon?"
"aku pikir oppa sudah masuk ruang audisi" suara khas Chae rin membuatku tersenyum sendiri.
"bagaimana disana?"
"ah aku sangat grogi disini Chae rin, bagaimana ini?"
"tidak usah panik oppa, aku yakin oppa pasti bisa!"
"ahhhh tapi aku tidak yakin bisa menyanyi bagus kalau aku grogi begini", aku mengacak-acak rambutku.
"kalau demi aku bagaimana oppa? hehe"
lagi-lagi Chae rin mampu membuatku melupakan grogiku, aku menjadi semangat setelah mendengar suara Chae rin yang menyemangatiku.
"hmm, oke, demi kamu"
"fighting oppa!" aku tersenyum mendengar suara Chae rin yang sangat lucu.
Giliranku pun tiba, aku menutup telpon dan masuk ke ruang audisi.
Audisi pun, dimulai...........
LEE CHAE RIN
Aku mondar-mandir sambil memegang HP ku menunggu kabar dari oppa, deg-degan dan rasa tidak sabar semua menjadi satu.
TING TONG!
"Chae rin! turun siniiii, ada Jiyong!" suara eomma ku terdengar sampai ke kamarku.
Aku berlari kebawah melompati beberapa anak tangga dan bertemu oppa.
eomma meninggalkan ku berdua dengan oppa, eomma kembali ke dapur untuk memasak makan malam.
"oppa! kenapa tidak kasih kabar sih?" tanyaku cembetut.
"mianhae Chae rin, HP ku mati hehe"
Aku menyingkir dari pintu mempersilahkan oppa masuk dan duduk di ruang tamu.
Aku duduk disebelah oppa dan mulai melemparkan banyak pertanyaan kepadanya.
"oppa, bagaimana audisinya? oppa nyanyi lagu apa? juri nya bagaimana? oppa gak ngelirik cewek lain kan?"
oppa tertawa, "hahaha, ini kan audisi boyband? masa iya aku ngelirik sesama cowok? kamu ini....."
"cihh.... lalu tadi oppa nyanyi lagu apa? nyanyikan untukku bisa? hehe"
"tidak mau, aku sudah cukup malu di audisi tadi...."
"oppaaa, demi aku?" aku melontarkan senyum semanis mungkin.
"ah iyaiya....."
oppa mengambil gitar yang ada di sudut ruang tamuku, kembali duduk disebelahku lalu mulai bernyanyi untukku....
forever you're my girl, forever be my world
you are the only one, the only one i ever need my life is you and me
forever you're my girl, forever be my world
you are the only one, i'll never break your heart
no so baby dont let go.....
Aku tercengang-cengang mendengar suara oppa yang sangat menghayati lagu itu.
Untuk aku kah lagu itu?
"ahh beruntung sekali cewek yang oppa maksud di lagu itu.." aku merebut gitar itu dan memainkan beberapa nada dasar.
"kenapa? kamu cemburu?"
"aniiii!! aku tidak cemburu" memukul gitar yang ada ditanganku, oppa justru tertawa geli melihat reaksiku.
"ah kalau gitu memang beruntung cewek itu ya? dinyanyikan lagu oleh cowok setampan aku?"
"siapa?" aku mencibir cembetut.
"Lee Chae Rin...." oppa tersenyum dan mengelus kepalaku.
"Chae rin, makan malam! ajak Jiyong juga sini" teriakan eomma ku memecah suasana romantis ku. ah eomma......
"ah tidak jadi, aku menyayikan itu untuk eomma mu saja hahahaha" oppa berjalan ke dapur sambil menjulurkan lidahnya kepadaku.
aku membalas ejekannya itu, mengangkat gitarku seakan-akan ingin memukul nya dengan gitar itu.
Aku, oppa dan eomma pun makan malam bersama. tidak seperti biasanya eomma menyelesaikan makannya lebih cepat daripadaku, ahh aku tau maksud eomma itu mau meninggalkan ku berdua saja dengan oppa, hmmm...
"oppa, seminggu lagi malam natal! kita lihat pohon natal yuk!"
"hah? minggu depan?"
"iya, kenapa? oppa ada acara?"
"ah anii....."
"trus kenapa?" aku bingung melihat tingkah laku oppa yang seperti panik.
"tidak apa-apa, yasudah minggu depan kita jalan-jalan"
"ah asikkkk, khamsahamnida oppa.....!"
24 DESEMBER , LEE CHAE RIN
"ah kenapa gak diangkat sih?!" Aku kesal karna oppa tidak mengangkat telponku dari kemarin malam.
Aku sudah mengirim berpuluh-puluh sms tidak juga dibalas.
apa aku susul ke rumahnya saja? batinku dalam hati.
Aku pun memakai mantelku dan bernagkat ke rumah oppa, aku melihat lampu kamar oppa gelap, kemana dia? pergi meninggalkan akukah? huh!
TOK TOK TOK
oppa tidak keluar tapi justru kwon dami unnie yang keluar.
Ia terlihat kaget dan panik saat melihatku, seperti ada yang disembunyikan. Aku semakin curiga kalau itu bersangkutan dengan oppa....
"unnie, Jiyong oppa.... ada?"
"ah Chae rin! lama tidak bertemu, ayo masuk dulu! diluar dingin..."
Aku pun masuk. Aku duduk di ruang tengah, Dami unnie ke atas mengambil barang tapi aku tidak tahu apa itu.
Dami unnie turun membawa sebuah surat dan handphone milik oppa.
"Jiyong, belum lama sebelum kamu datang dia dijemput tuan Yan Geun Seuk untuk pergi ke Jepang, untuk dilatih disana. Jiyong sudah terpilih menjadi leader boyband baru dari YGent, Bigbang"
Aku terkejut, shock, kaget, marah, kecewa, semua menjadi satu, tidak bisa berkata apa-apa.
"be... berapa lama unnie?"
"3tahun... Jiyong tidak bicara tentag hal ini ke kamu?"
Aku semakin shock, 3 tahun?! apa maksud oppa?
"jam berapa oppa berangkat ke bandara unnie?!" tanyaku sambil beranjak dari tempat dudukku.
"kurang lebih 15 menit sebelum kamu datang Chae rin"
Aku tidak memperdulikan apa-apa lagi, aku berlari keluar mendapatkan sebuah taksi, aku berangkat ke bandara. Airmata ku tidak bisa berhenti, aku harus berpisah dengan oppa?
Aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan saat itu, aku benar-benar panik dan bingung.
Aku pun sampai dibandara, aku berlari keluar mencari gerbang pesawat penerbangan ke Jepang, aku berlari tanpa memperdulikan security yang berusaha menghentikanku, aku menerobos mereka semua masuk ke dalam.
Aku melihat oppa! Aku melihat nya berjalan dengan anggota lainnya, ia akan segera masuk ke dalam pesawat.
Air mataku semakin deras, aku tidak mau berpisah dengan oppa! Aku belum siap! Aku berteriak memanggil oppa tapi tidak diacuhkan, entah dia mendengar tapi cuek atau pura-pura tidak mendengar.
"Oppaaa!!! Oppa gak boleh pergii!!!"
"Oppa janji mau nemenin aku di malam natal kan?! Oppa!!!"
Aku menangis sambil berusaha memberontak dari security yang menahanku, Aku melemparkan sendalku ke arah oppa tapi tidak sampai, oppa berjalan semakin jauh sampai aku tidak bisa melihat oppa lagi. Aku berteriak memanggilnya sampai suaraku sudah tidak ada lagi.
Aku benar-benar remuk, benar-benar sakit. Aku belum siap harus berpisah dengan oppa.
Aku duduk dipojok, aku lupa aku masih menggenggam surat dan HP oppa.
Aku membuka surat itu dan membacanya.....
Chae rin yang cantik....
aku minta maaf karna tidak menceritakan tentang ini sebelumnya
aku tadinya mau berpamitan dulu denganmu
tapi kenyataan nya penerbanganku dipercepat oleh tuan Yan Geun Seuk
aku tidak sempat untuk bertemu denganmu
akhirnya aku menulis surat ini untukmu
waktu kamu membaca surat ini aku sudah tidak di korea lagi
aku sudah harus ke jepang utk dilatih
aku minta maaf
aku tidak mau mendengar dan melihatmu sedih Chae rin
kamu lebih cantik kalau kamu tersenyum
aku akan kembali begitu aku menyelesaikan pelatihanku
kamu tunggu aku ya?
aku tidak akan melupakanmu
saranghaeyo Chae rin
jiyong......
Airmataku jatuh membasahi surat itu, aku benar-benar tidak bisa menahan airmataku lagi.
Aku menangis sekeras mungkin, tidak perduli aku menjadi pusat perhatian di bandara.
Hatiku benar-benar sakit harus berpisah dengan oppa.
Aku membuka HP oppa, aku melihat fotoku yang dijadikan wallpaper oleh oppa.
Aku membuka file media nya, aku menemukan sebuah video yang judulnya : MY CHAE RIN
Aku membuka video itu.
Terlihat disitu wajah oppa yang tersenyum menahan airmata, oppa bermain gitar.....
"Chae rin! Aku akan bernyanyi untukmu! dengar ya!" suara oppa terdengar jelas di video itu.
In my eyes you're continuously beautiful
My friend tells me not to fall in too dee
I argue at first saying that she's different
That she's nicer and more innocent compared to others
I really like you, let's not ever change
I'll make you happy
Stop by my side, time goes by even more
But I love you girl, I want to make you smile
But I love you girl, I want to wipe your tears
But I love you girl, nothing anymore
oppa tidak keluar tapi justru kwon dami unnie yang keluar.
Ia terlihat kaget dan panik saat melihatku, seperti ada yang disembunyikan. Aku semakin curiga kalau itu bersangkutan dengan oppa....
"unnie, Jiyong oppa.... ada?"
"ah Chae rin! lama tidak bertemu, ayo masuk dulu! diluar dingin..."
Aku pun masuk. Aku duduk di ruang tengah, Dami unnie ke atas mengambil barang tapi aku tidak tahu apa itu.
Dami unnie turun membawa sebuah surat dan handphone milik oppa.
"Jiyong, belum lama sebelum kamu datang dia dijemput tuan Yan Geun Seuk untuk pergi ke Jepang, untuk dilatih disana. Jiyong sudah terpilih menjadi leader boyband baru dari YGent, Bigbang"
Aku terkejut, shock, kaget, marah, kecewa, semua menjadi satu, tidak bisa berkata apa-apa.
"be... berapa lama unnie?"
"3tahun... Jiyong tidak bicara tentag hal ini ke kamu?"
Aku semakin shock, 3 tahun?! apa maksud oppa?
"jam berapa oppa berangkat ke bandara unnie?!" tanyaku sambil beranjak dari tempat dudukku.
"kurang lebih 15 menit sebelum kamu datang Chae rin"
Aku tidak memperdulikan apa-apa lagi, aku berlari keluar mendapatkan sebuah taksi, aku berangkat ke bandara. Airmata ku tidak bisa berhenti, aku harus berpisah dengan oppa?
Aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan saat itu, aku benar-benar panik dan bingung.
Aku pun sampai dibandara, aku berlari keluar mencari gerbang pesawat penerbangan ke Jepang, aku berlari tanpa memperdulikan security yang berusaha menghentikanku, aku menerobos mereka semua masuk ke dalam.
Aku melihat oppa! Aku melihat nya berjalan dengan anggota lainnya, ia akan segera masuk ke dalam pesawat.
Air mataku semakin deras, aku tidak mau berpisah dengan oppa! Aku belum siap! Aku berteriak memanggil oppa tapi tidak diacuhkan, entah dia mendengar tapi cuek atau pura-pura tidak mendengar.
"Oppaaa!!! Oppa gak boleh pergii!!!"
"Oppa janji mau nemenin aku di malam natal kan?! Oppa!!!"
Aku menangis sambil berusaha memberontak dari security yang menahanku, Aku melemparkan sendalku ke arah oppa tapi tidak sampai, oppa berjalan semakin jauh sampai aku tidak bisa melihat oppa lagi. Aku berteriak memanggilnya sampai suaraku sudah tidak ada lagi.
Aku benar-benar remuk, benar-benar sakit. Aku belum siap harus berpisah dengan oppa.
Aku duduk dipojok, aku lupa aku masih menggenggam surat dan HP oppa.
Aku membuka surat itu dan membacanya.....
Chae rin yang cantik....
aku minta maaf karna tidak menceritakan tentang ini sebelumnya
aku tadinya mau berpamitan dulu denganmu
tapi kenyataan nya penerbanganku dipercepat oleh tuan Yan Geun Seuk
aku tidak sempat untuk bertemu denganmu
akhirnya aku menulis surat ini untukmu
waktu kamu membaca surat ini aku sudah tidak di korea lagi
aku sudah harus ke jepang utk dilatih
aku minta maaf
aku tidak mau mendengar dan melihatmu sedih Chae rin
kamu lebih cantik kalau kamu tersenyum
aku akan kembali begitu aku menyelesaikan pelatihanku
kamu tunggu aku ya?
aku tidak akan melupakanmu
saranghaeyo Chae rin
jiyong......
Airmataku jatuh membasahi surat itu, aku benar-benar tidak bisa menahan airmataku lagi.
Aku menangis sekeras mungkin, tidak perduli aku menjadi pusat perhatian di bandara.
Hatiku benar-benar sakit harus berpisah dengan oppa.
Aku membuka HP oppa, aku melihat fotoku yang dijadikan wallpaper oleh oppa.
Aku membuka file media nya, aku menemukan sebuah video yang judulnya : MY CHAE RIN
Aku membuka video itu.
Terlihat disitu wajah oppa yang tersenyum menahan airmata, oppa bermain gitar.....
"Chae rin! Aku akan bernyanyi untukmu! dengar ya!" suara oppa terdengar jelas di video itu.
In my eyes you're continuously beautiful
My friend tells me not to fall in too dee
I argue at first saying that she's different
That she's nicer and more innocent compared to others
I really like you, let's not ever change
I'll make you happy
Stop by my side, time goes by even more
But I love you girl, I want to make you smile
But I love you girl, I want to wipe your tears
But I love you girl, nothing anymore
"Saranghaeyo Chae rin!!!" wajah oppa penuh tawa terpajang jelas di video itu.
Aku tidak bisa menahan airmataku, airmataku semakin deras menetes membasahi pipiku dan menetes di layar HP oppa.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tiba-tiba aku mendengar suara memanggilku lewat speaker
di bandara , "Chae rin!"
Suara itu?!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar