4/30/2011

BE MINE PART 1




















GONG MIN JI

KRIIINGGGG!!

Aku dengan spontan mematikan jam alarm ku itu.
Aku membuka mataku, melihat jam.

"06.00 pagi?! ah eomma tega sekali memasang alarm sepagi ini" gumamku dalam hati.

Aku tidak perduli waktu sudah menunjukkan jam 6.
Aku kembali menarik selimutku, mengubur diriku dalam-dalam dikasur ku.

Dan kembali tidur.....
Aku tertidur nyenyaaak sekali, sampai akhirnya...

"yaa!! Minzy!! mau tidur sampai jam berapa kamu?! bangun!!"

Ahh, aku paling tidak suka mendengar suara itu di pagi hari.
Suara Jiyong oppa, dia kakak-ku.

Dia juga idola disekolahku, banyak sekali wanita yang mengejar-ngejar oppa.
Ah, bagiku dia tidak ada bagus-bagusnya, dia monster!

"Ah oppaaaa! 5 menit lagi!" Aku menarik selimutku menutupi wajahku.

"haa, terserah kamu. Aku pikir kamu kemarin minta berangkat kesekolah bersama"

Aku cuek, menutup kupingku dengan selimutku, berisik sekali Jiyong oppa ini.

""Teman-temanku sudah dibawah hey Minzy" , Aku tetap cuek.

"Dia juga..."

Sekejap mataku terbuka lebar, aku berdiri dan menatap Jiyong oppa dengan serius.

"Dia dibawah?!" 

Jiyong oppa mengangguk-anggukan kepala sambil mengeluarkan senyum liciknya.
Arghhh, aku paling sebal saat melihat senyumnya itu!

Tapi aku tidak memperdulikannya lagi. Aku mendorong Jiyong oppa keluar dari kamar.

"yaa!!  tunggu aku!!" Aku berteriak dari dalam kamarku.

Aku bergegas mandi, menyisir rambutku dan memakai seragamku.
Aku mengambil tasku, menyambar tas bekal yang sudah eomma siapkan dan berlari keluar.

"yaa, mianhae aku lama" Aku menghampiri oppa ku dan teman-temannya sambil membenarkan kaus kaki ku.

Oppa ku sangat terlihat beda saat bersama teman-temannya. Dia terlihat keren.
Beda sekali kalau sedang dirumah, cih....

batinku mengejek nya dalam hati.

Mata ku tertuju pada dia.
"Dia" yang daritadi kusebut-sebut dengan Jiyong oppa adalah teman oppa.

Ia bermata sipit, memiliki muka yang lucu.
Sudah lama aku menyukainya, aku benar-benar menyukainya.

"Annyeong Daesung oppa!" Aku menghampirinya.

"ah, annyeong Minzy"

"ayo, kita berangkat sekolah, let's go!" Aku tertawa melihat tingkah laku Daesung oppa yang sangat lucuu.


YG SHS.

Aku memasuki gerbang sekolahku dengan kelima oppa-oppa ku.

Jiyong oppa yang sibuk dengan mp4 nya.
Taeyang oppa yang selalu tersenyum.
TOP oppa sedang bercanda-canda dengan Seungri oppa.

Dan Daesung oppa, yang ada disampingku.

Begitu oppa-oppa ku masuk ke gedung sekolah, seperti biasa...
Kerumunan wanita-wanita mulai mengerumuni mereka.

Ah, wanita genit, pikirku.
Tidak perlu sampai seperti itu kan, batinku kesal.

Aku meninggalkan kelima oppa ku itu dan berjalan ke kelas duluan.
Aku kehilangan mood baikku saat melihat Daesung oppa dikelilingi wanita-wanita.

"Minzyyyyyyy!!" Ah aku bisa melihat Dara unnie, Bom unnie dan Chae rin unnie masuk ke kelasku dan menghampiriku.

"ya Minzy kenapa muka mu? pagi-pagi sudah cemberut begitu?" Dara unnie duduk disebelahku.

Dara unnie, Bom unnie, dan Chae rin unnie adalah teman sekaligus unnie ku.
Kami ber-empat sudah berteman sejak kecil, bisa dibilang kami seperti sahabat akrab.

Tapi diantara mereka umurku yang paling kecil, jadi aku dianggap sebagai adik mereka.
Adik kesayangan tepatnya.

"Aniii unnie, tidak apa-apa" Aku menghela  nafas.

"paling cemburu melihat Daesung dikelilingin cewek-cewek kan?" Chae rin unnie menggodaku.

Aku menggembungkan pipiku dan menghela nafas kedua kalinya.

"sudah, sudah. jangan cemburu begitu Miny. nanti istirahat kita lihat mereka semua latihan oke?"

Bom unnie yang lemah lembut mengelus kepalaku.
Tidak lama setelah itu bel tanda masuk berbunyi.
Dara unnie, Bom unnie dan Chae rin unnie kembali ke kelas mereka masing-masing.

Selama di kelas aku hanya memikirkan Daesung oppa.
Aku tidak mencatat pelajaran tapi malah menulis-nulis nama Daesung oppa di buku catatanku.

love Daesung love Daesung love Daesung, hanya itu yang ada di buku catatanku.

"Ah, aku ingin bertemu Daesung oppa!" gumamku gemas.



KRIIIIIIIIIIIING KRIIIIIIIIIIIIING

bel tanda istirahat berbunyi, aku buru-buru keluar dan menjemput unnie-unnie ku di kelas mereka.
Aku juga membawa buku catatanku, taku ada temanku yang isenge mlihat buku catatanku yang penuh dengan nama Daesung oppa.

Aku berjalan ke ruang latihan oppa-oppa k di dekat lapangan.
Biasa  nya mereka berlima melatih kekompakan boyband mereka.

"ah unnie, bekal buat siapa?" Aku melihat Chae ri unnie membawa 2 bekal.

Chae rin unnie sesaat hanya tersenyum, "Jiyong oppa" unnie menjawab.

Ah, si monster itu, kenapa banyak sekali wanita yang menyukai nya ya?
Tapi memang, Chae rin unnie dan Jiyong oppa itu saling menyukai.

Dara unnie bahkan sudah menjalin hubungan dengan Taeyang oppa cukup lama.
Apalagi Bom unnie dan TOP oppa, mereka sudah seperti lem kertas.

Susah dipisahkan.

Ahh aku galau kalau memikirkan Daesung oppa.
Aku tidak mau Daesung oppa direbut wanita lain!

"ah! Chae rin!" teriak Jiyong oppa saat melihat Chae rin unnie masuk ke dalam ruang latihan.

Chae rin unnie berjalan menghampiri Jiyong oppa dan memberikan bekal buatannya.
Terlihat sekali Jiyong oppa sangat senang menerima bekal itu.

Dara unnie menghampir Taeyang oppa.

Tinggal aku berdua dengan Bom unnie berdiri di pinggir ruang latihan.

"unnie, tidak menghampiri TOP oppa?" tanyaku sambil tetap menujukan mataku pada Daesung oppa.

"aniii, biar dia yang menghampiriku nanti"

Panjang umur sekali TOP oppa, baru dibicarakan, dia berjalan ke arah Bom unnie.

"annyeong Bom, annyeong little Minzy" TOP oppa mengacak-acak rambutku.

Aku menggembungkan pipiku dan memasang wajah cembetut.
Bom unnie dan TOP oppa hanya tertawa melihatku.

"yaa... Daesung oppa sedang apa disana?" tanya ku pada TOP oppa.

"ah, tidak tau. daritadi sibuk dengan HP nya"

Aku terdiam sejenak, Daesung oppa sms-an dengan siapa? Pacar nya kah?
Aku merasakan tangan Bom unnie mendorong punggungku pelan.

Aku melihat Bom unnie memberi ku isyarat, menyuruhku menghampiri Daesung oppa.
Aku pun mengambil nafas dalam-dalam dan memantapkan langkah kaki ku menghampiri nya.

"oke Minzy tenaaang....."

"oppa!"

"ah Minzy, istirahat ya?"

Aku menganggukan kepala dan duduk di sebelah Daesung oppa.
Daesung oppa masih saja sibuk bermain dengan HP nya. Membuatku semakin penasaran.

"oppa... sms-an dengan siapa sih? Pacar oppa kah?"

"ah? aniii... ini temanku"

"ah, masa? oppa tidak punya pacar?" tanyaku semakin memojokan oppa.

"tidak. tidak ada yang menyukai ku sih" Daesung oppa menjawab sambil tertawa.

Aku sangat gemas mendengar jawabannya, ditambah senyumnya itu, ah aku semakin gemas.
Spontan tanpa direncanakan aku menjawab Daesung oppa.

"aku menyukai Daesung oppa kok!"

"ne?"

Aku melihat ekspresi terkejut Daesung oppa.
Aku sendiri terkejut dan shock mendengar jawabanku.

Aku salah tingkah dan berusaha menenangkan diri.

"a.. a aniii, maksud ku, itu..."

tatapan mata Daesung oppa semakin bingung dan penasaran melihatku.
"aduh mati aku......!" gumamku mengepalkan tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar