4/30/2011

REMEMBER PART 3

oppa... tidak mengakui ku?
hahah, aku sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi..
pengorbananku sudah cukup, penantian ku selama 3 tahun sudah berakhir.

Berakhir dengan ending yang tidak ku inginkan.

Aku pikir aku bisa tertawa dengan oppa lagi, bisa memeluk oppa lagi.
tapi nyatanya... semua berbeda dengan harapanku..

Kepalaku mendadak menjadi pusing, mata ku kabur.
Entah karena airmata yang menggenang dimataku atau karena apa.

Aku merasakan badanku terhuyung lalu....


KWON JI YONG


Wanita itu jatuh pingsan tepat didepanku, aku terkejut lalu spontan menangkap tubuhnya yang hampir terkapar di lantai.

"oh Chae rin!!" Seungri, Daesung da Minzy berteriak hampir bersamaan.

Sandara yang bediri disampingku hanya melihat ku dengan bingung.

"ah, Seungri kamu tolong bawa dia ke rumah sakit, badannya panas" aku beranjak pergi dengan Sandara.

aku pergi ke tempat diman aku memarkirkan mobilku, aku membukakan pintu mobil untuk Sandara.

"ahh...." aku menghela nafas lalu menyetir mobilku, mengantar Sandara pulang.

"jiyong...."

"Sandara, mianhae, aku sedang tidak ingin membahas masalah tadi"

"ah, iya...."

Aku mengantar Sandara sampai ke rumahnya dan kembali ke YGent.

KRING KRING


aku mengangkat telpon ku.

"hyung! hyung dimana?"

"ah, Seungri, di jalan mau ke YGent, kenapa?"

"hyung bisa kita ketemu? aku tunggu di tempat biasa kita minum kopi"

Belum sempat aku menjawab, Seungri sudah mematikan telponnya.
Sempat kesal, tapi apa boleh buat.

Aku membanting setir ku dan menuju ke tempat dimana Seungri menunggu.


CAFE


"hyung!" Aku melihat Seungri di tempat duduk di pojok cafe, aku menghampirinya.

"minum, aku sudah pesen kopi buat hyung"

"ah, khamsahamnida..." Aku meminum kopi itu sambil sesekali melihat sekitar cafe.

"hyung, apa hyung benar-benar tidak kenal sama Chae rin?"

Pertanyaan Seungri membuatku tersedak dan terbatuk.

"eghhh, ohokk ohokk! wanita itu lagi?"

Seungri hanya menatap ku, kali ini tatapan si maknae itu cukup serius.

"oke, aku............."


LEE CHAE RIN


Ahhh, kepala ku terasa sangat pusing.
Aku merasa sangat lemas, membuka mataku pun terasa sangat berat.

Aku membuka mataku dan melihat sosok seorang yang tidak kusangka.
Jiyong oppa?

Apa aku salah lihat? Aku lihat oppa sedang berdiri dipingir jendela melihat kaluar.

"oppa...?" aku memanggilnya.

"ah, Chae rin. kamu sudah bangun?" oppa menghampiriku dan menempelkan tangannya di dahiku.

"oh!" aku terkejut.

"untunglah, badan kamu udah gak panas"

Aku masih kebingungan dan tidak percaya.
Padahal baru kemarin oppa bilang dia tidak mengenalku, tapi sekarang...
Kenapa bisa perhatian sama aku? apa yang terjadi?

Aku melihat tangan oppa yang hendak mengelus kepalaku.
Tapi entah kenapa aku reflek menghindar dari oppa.

"loh? kenapa? bukannya dulu aku sering mengelus kepalamu?"

Dulu? Oppa ingat?

"Chae rin, aku tidak pernah melupakanmu, aku sudah janji kan?"

"op, oppa..." Aku sangat senang seperti mau melompat-lompat.

"oppa jadi tidak lupa sama aku?"

"tidak...."
"tapi Chaerin, mungkin perasaanku kepadamu tidak seperti dulu lagi... sepertinya aku mencintai Sandara, mianhae...."

Jantungku serasa mau copot mendengar kata-kata yang keluar dari mulut oppa.
Semudah itukah oppa melupakanku?

"ah tidak, aku tidak bisa terus-terusan sedih begini" batinku dalam hati.

"begitukah? bagaimana kalau aku bisa membuat oppa kembali jatuh cinta padaku?"

Aku bisa melihat ekspresi oppa yang terkejut mendengar jawabanku.
Dia pasti tidak mengira aku bisa mengeluarkan jawaban seperti itu, jawaban yang tidak bisa diduga.

Oppa berjalan ke ambang pintu, tersenyum, sambil berkata, "aku tidak tahu.."

BLAMMMM...


Suara pintu tertutup rapat.
Senyuman oppa itu aku anggap sebagai tantangan untuk mendapat kan oppa kembali.
Aku tidak bisa berhenti tersenyum walaupun kata-kata yang ku dengar dari oppa itu pahit.

Kenyataan kalau oppa mencintai Sandara.
Tapi mendengar itu, membuat ku tertantang untuk mendapatkan oppa kembali.


SEUNGRI


"apa hyung mengenal Chae rin?"


"aku.... mengenalnya"


"apa? lalu kenapa hyung berpira-pura tidak kenal? sampai Chae rin rela berkorban begitu?"


"Seungri, kamu tidak tau, aku ini tidak pantas untuk Chae rin, dia terlalu baik. aku.... sudah menyakiti hatinya.."


"maksud hyung?"


"aku berpamitan dengan nya dengan cara yang tidak wajar, hanya berpamitan detik-detik sebelum kita berangkat ke jepang, 3 tahun lalu..."


"jadi, di bandara itu?"


"ya, Chae rin yang dibandara itu adalah Chae rin ini yang kumaksud. Aku benar-benar jahat, tidak pantas aku menjadi pendampingnya..."


"hyung..."


"lagipula, aku mulai merasa nyaman dengan Sandara, mungkin aku mencintai Sandara. tapi aku masih belum bisa seratus persen melupakan Chae rin, entahlah..."


"hyung, apa hyung benar-benar yakin ingin melupakan Chae rin?"


"aku tidak tau Seungri, sudahlah, aku harus pergi. tentang hal ini janji padaku jangan bicara ke siapapun, oke?"


"oke...."


DOOORRR!!!


"bahhhhh!!" aku terkejut ketika Daesung hyung mengagetkan ku dari belakang.

"ahhh hyung apa-apaan kamu ini, bisa jantungan aku, tau??"

"lagian kamu bengong-bengong terus, apa yang kamu pikirkan?"

"ah tidak ada apa-apa"

"bohong! ada apa sih?" Daesung hyung menyenggol-nyenggol ku.

"aku sedang memikirkann...." aku mulai panik memikirkan ide untuk membohongi Daesung hyung.

"bu.. bu bunga apa yang disukai Chae rin?!" kata-kata itu reflek keluar dari mulutku.

"mati aku ngomong apa!" batinku dalam hati.

Daesung hyung memandangku sesaat, lalu menatapku curiga.

"Chae rin? Lee Chae Rin? ahhh jadi kamu meyukai nya hah?" mata Daesung hyung yang sipit yang menatapku penuh kecurigaan itu membuat ku gemas ingin ku timpa rasanya dia.

"ah, aniii! aku hanya  ingin memberi bunga tanda selamat pulang dari rumah sakit" Aku mengarang ceritaku.

"selamat pulang dari rumah sakit? memang ada ya perayaan begitu?"

"ahh sudah anggap saja aku tidak berkata apa-apa hyung!" Aku beranjak pergi meninggalkan Daesung hyung. Buru-buru aku pergi takut mulutku semakin mengarang cerita yang lebih parah lagi. Ahhh!


KWON JI YONG

BUKKK!


Sesaat sesudah Seungri keluar, aku bertabrakan dengannya.

"oh, Seungri!"

"oh, hyung!" Ia tampak panik lalu segera pergi meninggalkanku.

Aku masuk ke runagan itu, dan menemukan Daesung sedang bersantai-santai di dalam.

"ah, Daesung! kenapa si Seungri?" aku bertanya sambil menyalakan komputerku.

"kenapa? memang kenapa dia?"

"heiss aku bertanya padamu, kamu malah bertanya balik padaku!" aku melempar kertas kepada Daesung

Daesung tertawa, "hahaha, kenapa memang?"

"tadi aku lihat muka nya seperti panik begitu, dia sakit?"

"ah aniii, dia bingung" Daesung menghampiriku.

"bingung? bingung kenapa?"

"mikirin  bunga kesukaan Chae rin katanya mau beli bunga untuk perayaan selamat pulang dari rumah sakit Chae rin"

"bunga? Chae rin?"

"iya, tidak tahu mungkin dia menyukai Chae rin" Daesung berjalan dan keluar ruangan.

Seungri menyukai Chae rin? Kenapa bisa?
Ah kenapa aku jadi penasaran begini? apa iya aku masih menyukai Chae rin?

ah tidak tidak! aku sudah ada Sandara, tidak tidak.
Chae rin hanya adikku sekarang.

Aku mengambi HP ku dan menelpon Seungri.

"hyung? ada apa?"

"Seungri, kamu... menyukai Chae rin?"

"hah? anii! aku hanya bercanda dengan Daesung hyung tadi. jangan dianggap serius hyung" Aku mendengar nada bicara Seungri seperti takut aku marah.

"kenapa nada bicaramu seperti ketakutan? aku tidak masalah kalau kamu menyukai Chae rin"
"oh iya, Chae rin menyukai bunga matahari"

Aku menutup telponku.
Tanganku sepoerti bergerak sendiri, membuka laci mejaku dan mengambil foto Chae rin yang ku selipkan di antara buku tebal ku.

Aku memandang foto Chaerin, aku ingat masa-masa aku bersama nya.
Aku tersenyum melihat foto Chae rin, dia sangat manis. Senyumnya sangat ceria.


"jiyong?" Suasana hening diruangan pecah ketika aku mendengar suara.

"sa.. Sandara..?" Aku berdiri berusaha menyembunyikan foto Chae rin.
Tatapan Sandara mulai curiga kepadaku

"apa itu?" Sandara melangkah maju.

"i... ini...."

Seberapa gesit aku berusaha menyembunyikan foto Chae rin, Sandara berhasil merebut nya.

"mati aku" batinku dalam hati.

"foto Chae rin???"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar