4/30/2011

REMEMBER PART 4

"Sa... Sandara.." Aku speechless tidak tahu harus berkata apa.


"Jiyongie, siapa sebenarnya Chae rin itu? kau bilang tidak mengenalnya tapi kenapa kamu bisa punya foto dia?"


Aku terdiam.


"apa yang kamu sembunyikan dariku?" Sandara menatapku tajam.


"Sandara, Chae rin bukan siapa-siapa, dia hanya masa laluku aku hanya menganggapnya adik sekarang"


Aku berusaha meyakinkan Sandara, Sandara sepertinya masih terbawa emosi.
Aku berusaha menenangkannya.


"benarkah?"


"iya, peraya padaku, aku hanya menyukaimu Sandara"


"aku percaya, ini.." Sandara menyerahkan foto Chae rin kepadaku.
Aku buru-buru menyimpannya ke dalam laci dan menutup laci mejaku.


"jadi, bagaimana persiapan mu untuk tampil besok?" Sandara membuka percakapan.


"ahh, aku masih tidak tahu harus menyanyikan lagu apa" Aku memanjakan tubuhku di sofa.


"kalau aku request? boleh kah?"


"hmm, boleh. kamu mau lagu apa?"


"but i love you, aku suka suaramu waktu menyanyikan lagu itu"


"baik, aku akan menyanyi untukmu besok. kamu harus duduk paling depan oke?"


Sandara tersenyum dan mengangguk.


LEE CHAE RIN


"ah, panas sekali!" gumamku dalam hati.


Aku sedang berjalan menuju YGent untuk bertemu Jiyong oppa, sampai aku bertemu dengan Seungri oppa di tengah jalan.


Aku melihatnya di toko bunga, "Seungri oppa!" panggilku, aku menghampirinya.


"ah Chae rin! sudah sehat?"


"sudah, gomawo.. ah bunga buat siapa?" Aku melihat Seungri oppa memegang beberapa batang bunga  matahari.


"untuk pacar oppa kah? bunga nya cantik" aku tertarik melihat bunga kesukaan ku itu.


"ah , aniii... aku berencana memberikan bunga ini untuk kamu, sebagai tanda selamat sudah keluar dari rumah sakit"


aku tertawa geli, "hahaha, ada ya perayaan seperti itu?"


Aku melihat Seungri oppa tertawa malu sambil menunduk.


"ahh gomawo oppa, gak usah repot-repot begitu."


"ah aniii, tidak repot kok. bunga  nya sudah aku beli jadi, kamu terima ya?"


Seungri oppa memberikan bunga itu kepadaku. Aku sangat senang, sudah lama tidak memegang bunga matahari lagi.


"gomawo oppa..."


SEUNGRI


"gomawo oppa..." Chae rin tersenyum ketika  menerima bunga dariku. Senyum nya manis.


"ah, iya, kamu mau kemana Chae rin?"


"aku? mau ke YGent, oppa sendiri?"


"aku juga mau kesana, mau aku antar? mobil ku ada disana"


"ah aniii, aku sudah banyak merepotkan oppa. oppa sudah menolongku dua kali, di tambah lagi bunga matahari ini, aku naik bis saja oppa" Chae rin menolak ajakanku.


"ah aniiiii, tidak merepotkan sama sekali kok. ayoooo." Aku menarik tangan Chae rin secara tidak sadar.


"ah mianhae..." aku melepas tangan Chae rin dan menyembuyikan muka ku yang memerah.


"tidak apa oppa, aku naik  bis saja ya, dadahhh" Chae rin berjalan meninggalkan ku, aku bisa melihatnya sudah ada di ujung jalan.


Baru aku mau naik ke mobilku, aku mendengar Chae rin memanggilku.


"Seungri oppaaaa!!" , Aku menengok ke arah Chae rin.


"gomawo bunganya! aku sangat menyukai  nya!" Chae rin melambaikan tangannya lalu pergi.


Ahh, entah kenapa jantungku berdebar-debar ketika ada di dekat Chae rin.
Ah mikir apa aku ini, aku masuk ke mobil dan segera berangkat ke YGent.


YG.ENT
DAESUNG


"mana ini si Seungri? uda jam berapa ini?"


"sabar minzy.." aku mengelus kepala Minzy.


"ah hyung! mianhae aku terlambat!" Seungri menyapaku, menghampiriku, tapi sepertinya ia sedang mencari seseorang. Ia sesekali melongok ke pintu utama YGent.


"kamu... cari siapa sih?" aku menyelidiki.


"Chae... ah?! aniii, tidak cari siapa-siapa kok" Seungri panik dan menarik bangku disebelahku.


"Chae? Chae rin kah?" aku memandang Seungri dengan mata curiga.


"yaa!! kenapa kamu melihatku seperti itu hyung?!" Seungri salah tingkah.


"Chae rin kahhh?" Minzy pun memandang Seungri dengan rasa curiga.


"yaa!! kalian berdua ini! sama-sama curigaan! aku tidak... yaa!!" Seungri semakin salah tingkah saat aku dan Minzy semakin tajam memandang nya.


"y.. y yaa!!" Seungri berlari kabur ke atas, aku pun mengejar nya karena saking penasarannya.


MINZY


Daesung berlari mengejar Seungri oppa lalu meninggalkan ku sendiri di lantai bawah.


"yaa!!" aku memasang muka cemberut.


"oh, Chae rin?" aku terkejut ketika melihat Chae rin mengintip ke dalam YGent.


"ah Chae rin unnie!" Aku menghampiri nya.


"cantik sekali bunganya, dari siapa? pacar unnie ya?"


"ah aniii, ini dari Seungri oppa" Chae rin unnie tersenyum.


"ohh, pantes...."


"pantes kenapa Minzy?"


"ah tidak apa-apa unnie. unnie ada acara hari ini?"


"tidak ada, kenapa?"


"Jiyong oppa hari ini mau tampil, unnie mau ikut?"


"oh, oppa? boleh aku ikut?"


"tentu saja boleh unnie..."


Aku menarik tangan Chae rin untuk ku make up, Seungri oppa, aku mau lihat apa reaksimu nanti waktu melihat Chae rin unnie aku makeup hihi.


SEUNGRI


"ah kemana pacarmu itu hyung?lama sekali! Jiyong hyung sebentar lagi tampil nih...."


"sabar Seungri, ah itu Minzy! ah sama siapa dia?"
Aku menoleh ke arah Minzy, aku melihat seorang wanita yang sangat cantik, siapa dia?


"mianhae aku telat oppa..."


"Minzy, ini siapa?" Daesung hyung mendahului aku yang ingin bertanya.


"ini? Chae rin..."


Aku terkejut waktu Minzy mengatakan wanita yang disebelahnya itu adalah Chae rin.
Chae rin sangat cantik, beda sekali dari biasanya. Aku tidak bisa melepas pandanganku dari Chae rin.


"C.. ca ca..." Aku tergagap-gagap.


"Ca ca ca ca apa? Cantik kan?" Minzy meledekku.


"Chae rin! aku mau manggil Chae rin, jangan asal bunyi kamu Minzy"


Minzy tertawa geli lalu meninggalkan ku berdua dengan Chae rin, ia masuk duluan ke dalam tempat show dengan Daesung.


"ah, mianhae, Minzy memang suka meledekku" Aku membuka bahan pembicaraan.


"ah tidak apa-apa oppa, ayo kita masuk!" Chae rin menarik tanganku melangkah masuk ke ruangan show.


"ah, Chae rin!" Aku reflek menghentikan langkahku.


"hm?"


"ah, anii... kamu sangat cantik"


"ah, gomawo oppa" senyum Chae rin membuat ku terpaku susah untuk bergerak.


LEE CHAE RIN


Aku dan Seungri oppa masuk ke dalam ruangan show, tempat Jiyong oppa akan tampil.


Aku duduk disamping Seungri oppa, Daesung oppa dan Minzy duduk disamping Seungri oppa.
Lampu ruangan tiba-tiba gelap.
Satu lampu menyala hanya menyorot Jiyong oppa yang sudah ada di atas panggung.


Pandanganku hanya tertuju pada Jiyong oppa diatas panggung.


Nada-nada musik mulai ku dengar.
Lagu ini sepertinya tidak asing  bagiku.
Aku terus memandang oppa tidak terlepas sedetik pun pandanganku.


Jiyong oppa pun mulai bernyanyi...

In my eyes you're continuously beautiful
My friend tells me not to fall in too deep
I argue at first saying that she's different
That she's nicer and more innocent compared to others
I really like you, let's not ever change
I'll make you happy
Stop by my side, time goes by even more
But I love you girl, I want to make you smile
But I love you girl, I want to wipe your tears
But I love you girl, nothing anymore
Jantungku berdetak keras saat aku mendengar lagu ini.
Aku ingat sekali lagu ini lagu yang oppa nyanyikan untukku di video itu.

Apa oppa menyanyikannya untukku?
Apa oppa masih menyukaiku?

Pikiran ku buyar saat aku mendengar suara oppa yang berbicara melalui mikrofon.
Apa yang akan dia katakan?

Aku bertanya-tanya sendiri dalam hatiku.
Untuk siapa lagu itu dinyanyikan? Apa memang untukku? Atau aku yang terlalu yakin?

"lagu ini... ku nyanyikan atas permintaan seseorang"

"seseorang yang ku sukai, sangat kusukai"

Orang yang sangat oppa sukai? siapa?! aku terus bertanya-tanya dalam hatiku.

"Sandara..."

sa... Sandara? Orang yang sangat oppa sukai itu Sandara?
Oppa... Apa aku benar-benar sudah tidak bisa mendapat ruang dihatimu?
Sedikiiitt saja? Apa aku benar-benar sudah tidak ada dalam hatimu?

Aku melihat Sandara maju ke atas panggung dan oppa menggandeng tangan Sandara.



"Saranghaeyo Sandara...."

"Saranghaeyo Chae rin..." selama ini yang kudengar hanya namaku yang disebut oppa setelah kata
'saranghaeyo'..

Tapi sekarang namaku sudah digantikan oleh nama wanita lain.
Apa dihati oppa aku juga sudah digantikan oleh wanita lain?

Oleh Sandara...?

Airmata ku spontan menetes, tapi tiba2 ada tangan yang menutupi mataku sehingga aku tidak bisa melihat oppa di panggung.

ahh, ternyata itu tangan Seungri oppa, ia tahu aku menangis.
Ia menarik ku keluar dari tempat itu, membawaku ke tempat untuk aku menenangkan diri.

"jangan menangis" Seungri oppa berusaha menenangkanku.

"oppa, rasanya sakit sekali, aku tidak bisa menahan sakit ini" Aku mulai menangis terisak-isak.

"jangan tangisi dia"
"Chae rin jangan tangisi dia"

Aku tidak bisa menjawab, aku hanya terus menangis.

Seungri oppa tiba-tiba memegang kedua bahu ku lalu memandang mataku.

"kalau begitu mulai sekarang jangan melihatnya lagi"
"mulai sekarang lihatlah aku, hanya aku Chae rin..."

"op.. oppa..."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar