"ah, itu... maksudku..."
Daesung oppa semakin terliha bingung melihatku.
"maksudku... pasti ada yang menyukai Daesung oppa!aku mau bilang begitu oppa" Aku mencoba mengelabui Daesung oppa.
"ah, begitu, khamsahamnida Minzy" Daesung oppa mengelus kepalaku.
Huhhhh, aku menghela nafas lega.
Aku kira Daesung oppa akan tau dengan perasaanku.
Bisa gawat jadinya kalau Daesung oppa tau perasaan ku sekarang.
"Minzy! ayo ke kelas, uda mau selesai istirahatnya!" Chae rin unnie memanggilku dari depan pintu.
"ah iya unnie!" Aku berdiri dari posisi dudukku dan berjalan ke arah unnie.
"dadah oppa!" aku melambaikan tangan ku ke arah Daesung oppa.
KANG DAE SUNG
"Daesung ayo kembali ke kelas!" Taeyang menungguku di depan pintu.
Sementara yang lainnya sudah berangkat ke kelas nya duluan.
Aku berdiri dari posisiku dan aku merasa menendang sesuatu.
Aku melihat sebuah buku catatan.
"punya siapa ini? sepertinya aku tidak membawa buku catatan kesini" gumamku.
Aku melihat nama yang tertera di depan buku itu.
"Gong Min Ji?" , Minzy? Buku ini milik Minzy?
Baru aku mau membuka buku itu, bel tanda istirahat selesai berbunyi.
Niatku membuka buku itu jadi tertunda, aku membawa buku itu ke kelas.
Tapi aku tidak membukanya, aku menyimpannya didalam tasku.
GONG MIN JI
"hey Minzy ayo pulang. Lama sekali kamu ini" Jiyong oppa menjemputku didepan kelas.
"sabar oppa, buku ku hilang, bantu aku cari!"
"buku? buku apa?"
"buku catatan" Aku memeriksa tas ku dan megeluarkan semua isinya ke meja.
"catatan apa? segitu pentingnya kah?"
Pertanyaan oppa membuat ku knock out.
Dibilang penting sih isinya cuma coretan nama Daesung oppa.
Dibilang tidak penting juga bahaya kalau ada yang baca isi buku itu.
"pe, penting! penting banget semua bahan ujian ada disana semua!" Aku asal bicara.
"ah, kamu ini selalu saja merepotkanku" Jiyong oppa membantuku mengobrak-abrik isi tasku.
Aku dan Jiyong oppa sibuk mencari buku ku itu.
Mencari di sudut-sudut kelas, menge-cek setiap laci meja dikelasku.
Tidak juga ketemu, aduhhh.....
"Minzy"
"ah, Daesung? belum pulang?" Jiyong oppa menghampiri Daesung oppa.
"belum, sedang apa kalian berdua?"
"itu, buku Minzy hilang. katanya sih penting, bahan ujian"
"ah, buku ini maksudnya?" Daesung oppa mengeluarkan buku ku dari tas nya.
Aku kaget saat melihat buku ku itu ada ditangan Daesung oppa.
Aku berlari dan langsung menyambar buku ku itu.
"ah, khamsahamnida oppa! aduuhh untung ketemu!" Aku memeluk buku itu.
"tapi.... Apa oppa membaca isinya?"
"anii, aku tidak membuka nya sama sekali"
Aku menghela nafas lega. Aku hampir ketahuan dua kali oleh Daesung oppa hari ini.
Benar-benar aku harus berhati-hati.
"ah, kalau begitu aku pulang duluan ya Minzy, Jiyong hyung"
"tidak mau pulang bareng Dae?" tanya Jiyong oppa.
"ah mianhae hyung, aku mau ke toko musik dulu sama Seungri, duluan ya"
Daesung oppa melambaikan tangan ke arahku dan Jiyong oppa, aku membalasnya.
Bulu kudu ku merinding saat aku melihat Jiyong oppa melihat buku ku.
"ya, coba aku lihat isi buku mu"
"tidak boleh!" Aku buru-buru memasukan buku ku ke tas dan keluar dari kelas.
"eit!" Jiyong oppa berhasil merebut buku ku dan membaca isinya.
"wah, benar-benar penting.. benar-benar bahan ujian ya dalamnya Gong Min Ji..."
Aku melihat senyum Jiyong oppa yang tidak ikhlas, aku tau dia kesal.
"ah oppa jangan marah begitu, nanti Dara unnie tidak suka lagi loh" godaku sambil berlari keluar kelas.
Jiyong oppa langsung mengejarku begitu mendengar jawabanku.
Aku berlari secepat mungkin, aku tidak mau dijitak oleh oppa.
"yaa!! janga lari!" Jiyong oppa semakin dekat denganku.
"tidak mau! oppa pasti mau menjitak ku kan?!" Aku terus berlari.
Aku dan Jiyong oppa berkejar-kejaran sampai rumah.
Aku ngos-ngosan, tidak kuat berlari lagi.
Jiyong oppa yang mengejar ku pun ikut ngos-ngosan.
"ah, mianhae oppa.. aku, aku tidak ada maksud membohongimu" Aku berusaha mengatur nafasku.
"op, opa tau sendiri aku, aku suka Daesung oppa"
CETAKK!
Tangan Jiyong oppa menjitak kepalaku dengan keras.
"aw! aku kan sudah mina maaf!" Kataku kesal.
"suka jangan membohongi ku begitu. kalau kamu butuh bantuanku bicara saja" Oppa melap keringatnya dan masuk ke dalam.
Aku kaget, tidak biasa nya Jiyong oppa berkata seperti itu kepadaku.
Kemasukan apa dia ya? Kemasukan malaikat kah?
Aku masuk dengan muka yang masih kaget.
Aku melihat oppa sedang menuang minum di dapur, aku menghampirinya.
Aku memegang jidatnya.
"oppa, oppa tidak panas kok" Aku meraba jidat dan leher oppa.
"ya... apa maksud mu Minzy"
"tidak biasa nya oppa berkata seperti itu padaku. benar-benar aneh" Aku memandangi wajah oppa dari dekat.
"hihhhh, kamu iniiiiii" Jiyong oppa mencubit pipi ku gemas.
"aku ini kan oppa mu, wajar kan kalau aku menolongmu"
"ah, sakit sakit,lepas lepas!"
Jiyong oppa melepas cubitannya. Aku meraba-raba pipiku bekas cubitan oppa. Sakit!
Baru aku bilang dia seperti kemasukan malaikat, sudah berubah jadi monster lagi.
"hishhh...." batinku gemas.
Tapi kata-kata oppa yang barusan terus bergeming di telingaku.
Kata-kata oppa seperti benar-benar sayang padaku.
"oppa...."
Aku memanggil Jiyong oppa, membuat langkah nya terhenti saat ia mau masuk ke kamarnya.
"hm?"
"khamsahamnida..."
Aku dan Jiyong oppa bertatap-tatapan. Tidak berbicara untuk sesaat.
Jiyong oppa tersenyum dan menganggukan kepalanya, ia masuk ke kamarnya.
Aku pun masuk ke kamarku.
Malam hari aku sedang asik sendiri dengan diary ku dikamar.
Setiap hari aku menulis buku harianku, hampir semua isinya tentang Daesung oppa.
hari in aku hampir ktahuan 2 kali oleh Daesung oppa.
ah aku benar-benar sangat ceroboh..
kira-kira Daesung oppa sms-an sama siapa ya tadi?
aku penasaran
teman nya? atau pacarnya?
aku bnar-benar cemburu kalau melihat Daesung oppa dekat dengan yang lain.
sang.....
Belum selesai aku menulis diary-ku, Jiyong oppa masuk ke kamarku.
"Minzy"
Aku menengok ke arah pintu.
"kenapa?"
"aku masuk ya?"
Aku menganggukan kepala, menyelipkan diary-ku dibawah bantal.
Jiyong oppa duduk di sebelahku.
"Minzy, Chae rin suka apa sih?"
"suka apa? memangnya kenapa?"
"lusa kan Chae rin ulang tahun, ah kamu ini"
"hah iya?!" Aku melompat dari kasurku dan melihat kalender yang ada di kamarku.
"wah iya... aku benar-benar lupa" Aku menggaruk-garuk kepalaku.
"apa sih yang kamu ingat? Daesung Daesung dan Daesung"
"yeeee..." Aku melempar bantal ke arah oppa.
"Chae rin unnie suka.... Chae rin unnie suka sesuatu yang surprise, serba surprise begitu kurang lebih" Aku kembali duduk disebelah Jiyong oppa.
"surprise?" Jiyong oppa berpikir sejenak.
"ah, Minzy kamu bantu aku ya? Aku mau menyatakan perasaanku dihari ulang tahunnya"
"oppa serius?! wahh, oppa ku sudah dewasaaa" Aku menggoda oppa, aku mengacak-acak rambut oppa.
"yaa...! aku serius Minzy, aku harus buat surprise dimana?"
"ah, itu biar aku yang atur oppa, oppa fokus saja ke Chae rin unnie"
"maksudmu...?"
"hehe...." Aku tersenyum licik ke arah Jiyong oppa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar