4/30/2011

BE MINE PART 4

"ah, kamu juga putriku Minzy..." Daesung oppa menganggap omonganku hanya candaan belaka.

"aku serius oppa, aku menyukaimu..!"

Kini muka Daesung oppa berubah menjadi serius.

Melihat reaksi Daesung oppa yang serius, aku menyadari aku salah megambil keputusan.
Timing yang kugunakan untuk menyatakan perasaan ku tidak pas.

Ah bodohnya aku......

"ah, mianhae oppa, anggap saja aku tidak bicara seperti itu"

"Min..."

"aku pulang dulu oppa, besok siang kita bertemu lagi disini dengan teman-teman yang lain ya, mianhae" Aku memotong pembicaraan Daesung oppa dan meninggalkan oppa di cafe itu.

Mianhae oppa....

BLAMMMM.

"aku pulang.."

"ah Minzy, adik ku yang manissssss, bagaimana? sudah siap besok?"

"yahhh..." Aku melewati Jiyong oppa dan hendak naik ke atas, ke kamarku.

Jiyong oppa kebingungan melihat reaksi ku yang tidak bersemangat.
Aku benar-benar tidak ada mood untuk bercanda dengan Jiyong oppa sekarang ini.

"Minzy, kenapa kamu? sakit?" Jiyong oppa memegang dahiku.

"anii oppa..."

"kamu tidak panas.. kenapa?"

Aku tidak menjawab, hanya duduk dan diam diatas kasurku.

"Minzy, ada apa?"

Tak disangka aku meneteskan airmata ke atas bantal yang ku peluk.
Oppa melihat aku meneteskan airmata ku.

"Min... Minzy, kenapa?" Jiyong oppa panik melihatku menangis.

"Oppa... Aku bodoh, aku menyatakan perasaanku ke Daesung oppa tadi"

"lalu? apa reaksi Daesung?"

"mana ku tau, aku panik lalu keluar duluan. Aku sudah tidak ada harapan lagi dengan Daesung oppa"

Airmataku semakin deras membasahi wajahku.
Aku merasakan Jiyong oppa mengelus kepalaku, berusaha menenangkan aku yang sedang menangis.

"bodoh, dia tidak bilang kalau dia menolakmu kan. Buat apa kamu menangis"

"Jangan menangis. Oppa yakin kamu bisa tetap tegar"

Aku memeluk Jiyong oppa. Aku menangis dipelukannya.
Benar apa kata Jiyong oppa, Daesung oppa tidak menolakku.
Apa yang kutangisi?

Mendengar jawabannya saja belum, aku sudah merasa terpukul duluan..


KANG DAE SUNG


"ya! Seungri! Lama sekali kamu ini, yang lain sudah menunggu!"

"ah mianhae mianhae"

"bagaimana hyung? aku sudah terlihat tampan?" Seungri bergaya di depanku.

"ya, ya, kau sangat tampan, aku jatuh cinta padamu, ayo jalan!" Aku mendorong badan Seungri pelan.

Selama perjalanan aku tidak ada mood berbicara. Berkali-kali Seungri menggodaku tapi aku tidak ada mood untuk bercanda.

"hyung, hyung kenapa? daritadi cemberuuuuuut terus. mukamu sudah seperti Gaho tau?"

"hahhh, aku sedang memikirkan sesuatu Seung..."

"sesuatu? apa itu?" Seungri berjalan mundur di depanku menatapku dengan wajah penasaran.

"hmm pernah tidak terpikir olehmu kalau Minzy menyukaiku?"

"menyukai mu? benarkah?"

"yahh, kemarin Minzy mengatakan kalau dia menyukaiku, aku sangat bingung."

"bingung? kenapa? bukannya hyung juga menyukai nya?"

"ya, aku menyukainya. Tapi kamu tau mantan ku masih tidak bisa melepas ku, kemana pun aku pergi dia selalu mengikutiku. Aku takut menyakiti Minzy"

"ah, begitu...."

Tiba-tiba HP ku bergetar, aku melihat layar HPku tertera nama mantanku menelponku.
Aku membelakangi Seungri dan mengangkat telponku.

"ah, Seungri, kamu duluan ke cafe ya, nanti aku menyusul."

"hyung mau kemana?"

"mantanku mengajak ku bertemu"

"dimana?"

"restoran di sebrang sekolah" Aku menajwab Seungri sambil buru-buru berlari meninggalkan Seungri.




SEUNGRI


"annyeongggggggg!!" Aku berteriak ketika masuk ke dalam cafe, suasana cafe menjadi ceria dan penuh tawa.

Taeyang hyung, TOP hyung, Jiyong hyung, Dara unnie dan Bom unnie sudah didalam.
Mereka masih sibuk mendekor makanan dan kue untuk Chae rin nanti.

Aku mencoba mencari Minzy di seluruh ruangan tapi aku tidak melihat Minzy.
Batang hidungnya pun tidak ku temukan.

"ah, hyung..." aku mendekati Jiyong hyung.

"hah? kenapa?"

"em, Minzy? Minzy dimana?"

"oh, Minzy? itu, disana" hyung menunjuk teras luar yang berhadapan langsung dengan pantai.

"ah khamsahamnia" aku menepok pundak hyung lalu menyusul Minzy keluar teras.

Aku melihat Minzy sedang berdiri di teras.
Rambutnya tertiup angin, aku bisa melihat tatapan mata nya yang kosong.
Aku menghampirinya.

"ehemmm"

"ah, oppa.."

"sedang apa disini?"

"ah tidak sedang apa-apa, cari angin saja"

"masa? tidak menunggu Daesung hyung?" Aku menggoda Minzy.

"ah, aniii, bicara apa kamu oppa"

"aku tau kamu menyukai Daesung hyung kan?"

Minzy hanya terdiam ketika mendengar pertanyaanku.

"mungkin kamu mau tau jawaban nya dari pernyataan mu kemarin?"

"ma, maksud oppa?"

Aku memberi secarik kertas kepada Minzy.

Aku menulis alamat restoran tempat Daesung hyung bertemu dengan mantannya.
Aku kembali masuk ke dalam cafe dan duduk berkumpul bersama yang lainnya.

Aku mendengar derap kaki Minzy yang terburu-buru dan berlari keluar cafe.
Aku tau Minzy bukan tipe anak yang mudah menyerah.


"mau kemana Minzy? buru-buru sekali?" Jiyong hyung bertanya.

Aku melihat ke arah Jiyong hyung.

"mengejar cintanya..." kataku sambil tersenyum.

"hahhhh....???" mereka semua terkejut hampir bersamaan.

"ya, mengejar cinta nya, dia hampir berhasil.." aku tersenyum kembali.

Aku bisa melihat mereka semua bertatapan satu sama lain, bingung mendengar jawaban dariku.

"Minzy, fighting!" gumamku dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar