4/30/2011

REMEMBER PART 7

KWON JI YONG

"Jiyong hyung!!" Seungri membantik pintu sambil berteriak.

"ada apa sih teriak-teriak gitu? kayak dikejar setan aja kamu"

"Chae rin!"

"Chae rin kenapa?" aku semakin penasaran dengan Seungri.

"Chae rin kecelakaan!"

PRAAAANG!

Gelas yang ku pegang jatuh pecah ke lantai. Nafasku terasa sangat sesak waktu aku mendengar Chae rin kecelakaan.

"ja.. jangan bercanda Seungri" aku mencoba bersikap sewajar mungkin.

"aku serius hyung, rumah sakit barusan menelpon, Chae rin luka parah"

Aku semakin ketakutan, nafasku semakin sesak mendengar kata-kata Seungri.

"ru.. rumah sakit mana?"

Aku berlari ke mobilku begitu aku tau rumah sakit tempat Chae rin dirawat.
Aku menyetir dengan kecepatan tinggi ke rumah sakit itu.

Yang ada dipikiran ku saat itu hanya Chae rin. Lee Chae Rin.

"suster, pasien bernama Lee Chae rin?!"

"ah ada di ruang UGD lantai 3"

Aku berlari secepat mungkin ke lantai 3 menaiki tangga. Tidak ada waktu untuk meunggu lift turun ke lantai bawah, terlalu lama.

Semakin dekat ruang UGD aku semakin takut.
Apa Chae rin mengalami kecelakaan karena aku?

Airmataku jatuh berlinang di pipiku saat aku sudah tepat di depan ruang UGD.
Aku bisa melihat Chae rin yang penuh dengan infus sana sini tergeletak lemah di dalam sana.

Hatiku remuk melihat Chae rin seperti itu.

"maaf tuan, tuan keluarga dari Chae rin?"

"saya temannya" jawabku lemas.

"ini ada barang-barang Chae rin yang kami simpan selama pemeriksaan dilakukan, kami tidak bisa menyimpannya lama-lama"

"ah khamsahamnida" aku menerima tas Chae rin dengan lemas.

Aku duduk di lantai dekat pintu UGD Chae rin, aku membuka tas Chae rin.
Hatiku bertambah remuk waktu aku melihat surat dan HP yang aku berikan padanya 3 tahun lalu.

Masih tersimpan rapi dan bersih.
Aku membuka surat yang aku tulis 3 tahun lalu itu, aku melihat balasan surat Chae rin yang ia tulis dibelakang surat ku.

oppa!

aku tidak akan melupakanmu.
aku janji aku akan menunggumu sampai kamu kembali.
ah khamsahamnida utk lagu yg oppa nyanyikan untukku.
aku sangat menyukainya.

aku benar-benar sedih waktu oppa meninggalkanku.
aku merasa hari-hariku menjadi sepi tanpa oppa,
aku tidak punya kenangan lain selain surat dan HP oppa ini

tiap hari aku selalu melihat video oppa
aku kangen sekali melihat oppa yang tertawa lepas seperti itu

aku sangat menyukai oppa!
saranghaeyo oppa!

Chae rin...

Airmata mengucur deras di wajahku, aku benar-benar tidak sanggup membaca surat itu untuk kedua kalinya.
Aku baru sadar kalau selama ini yang ku cintai itu Chae rin bukan Sandara.
Mianhae Chae rin, aku sudah menyakitimu..

Mianhae.....

Aku kembali menangis terisak-isak di pojok rumah sakit memanggil nama Chae rin.


SEUNGRI

"hyung! dimana Chae rin?!" aku menhampiri hyung yang duduk di pojokan.

Hyung tidak membalas pertanyaanku, ia hanya memandangku dengan mata yang sayup.
Merah, bengkak, seperti habis menangis.

"Hyung, jawab! Chae rin dimana?!"

Mata hyung mengarah ke ruang UGD. Aku shock dan mendadak merasa lemas.
Aku berjalan pelan melihat ke arah pintu itu.
Aku melihat Chae rin yang terkapar tidak berdaya didalam sana.

Aku shock dan tidak bisa berkata apa-apa.

"kalau sampai terjadi apa-apa dengan Chae rin"

Ucapan Hyung memecah keheningan.

"aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku.. melukai wanita yg sangat aku cintai"

Aku hanya menghela nafas dan menahan airmata yang ingin tumpah rasanya.
Aku mengepal tangan ku dan berdoa.
Alu tidak memaksa Chae rin harus mencintai ku juga.
Aku tidak menuntut apa-apa.
Aku hanya minta Chae rin sembuh. hanya itu....


KWON JI YONG

Aku masih memikirkan keadaan Chae rin yang belum juga siuman.
Tiga hari sudah ia terkapar di UGD tapi belum juga siuman.
Aku sangat merasa bersalah, tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Aku yang membuat Chae rin menjadi seperti itu, aku...

"jiyongggg"

"ah, Sandara, ada apa?"

"Jiyong, semua orang bertanya padaku apa aku ini pacaran dengan mu atau hanya sekedar teman dekat. Aku butuh kepastian hubungan kita, kamu menyukai ku kan?"

Aku menghela nafas, aku memutuskan berbicara yang sesungguhnya.
Kalau yang kucintai itu Chae rin, bukan Sandara.

"Sandara, sealama ini aku sudah salah mempresepsikan perasaan ku kepadamu"

"maksudmu?" raut wajah Sandara berubah.

"aku memang menyukaimu, tapi hanya sekedar sabagai saudara, aku menyukaimu.. bukan berarti aku mencintaimu.. mianhae Sandara"

Aku pergi meninggalkan Sandara di ruanganku. Aku tau dia pasti akan menggamuk dan berteriak, aku tidak mau mendengarnya. Membuatku pusing.

Aku meninggalkannya dan pergike toko bunga.
Aku membeli 20 batang bunga matahari untuk Chae rin.
Aku mengemasnya secantik mungkin lali aku beranjak ke rumah sakit.

"Chae rin... ini aku" Aku meletakkan bunga matahari di vas kamar Chae rin.

"hari ini kamu ulang tahun ke 20 kan? Aku membawa 20 bunga matahari kesukaanmu Chae rin..."

"kamu lihat bunga nya sangat cantik sepertimu" Airmataku mulai berlinangan kembali.

"Chae rin aku mohon bangun, aku janji tidak akan pernah melukai mu lagi, aku janji Chae rin"

Aku menggenggam tangan Chae rin dan menangis di kamar nya.
Aku benar-benar Tuhan masih memberikan ku kesempatan untuk membahagiakan Chae rin.

Kalaupun taruhannya adalah semua harta dan ketenaranku aku mau menggantinya dengan kesembuhan Chae rin.
Aku ingin membahagiakan nya, membuat nya tersenyum kembali.

Aku kembali menangis menyesali semua perbuatanku kepadanya.

"op..pa..."

Aku terkejut mendengar Chae rin berbicara dan meamanggilku.

"Chae rin?!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar