4/30/2011

REMEMBER PART 2

Oppa! aku mendengar suara oppa! Tapi oppa dimana?
Aku tidak bisa melihat oppa, tidak bisa menemukan oppa!
Aku melihat ke seluruh sudut ruangan tapi tidak bisa menemukan oppa.
Aku tidak perduli dengan penampilanku yang sudah kacau dan lusuh.

Yang ada dipikiranku saat ini hanya menemukan oppa, aku ingin memeluk oppa.

Pencarianku terhenti pada sebuah layar TV, oppa ada di TV itu!
Aku menghampiri TV itu seperti bertemu dengan oppa rasanya.

Mungkin aku sudah dikira orang gila, aku berteriak-teriak ke TV itu.

"oppa! jangan pergi oppa!! jangan pergi!!"

Aku kembali menangis dan berteriak memanggil oppa dengan sisa suara yang kumiliki.

"Chae rin! Aku harus pergi sekarang, aku tidak bisa menemui mu, aku tidak sanggup kalau harus melihat kamu menangis. Maaf aku hanya bisa berbicara denganmu melalui TV ini"

Aku terpaku melihat oppa di TV, oppa mengeluarkan airmata.

"Chae rin.... aku pasti kembali dan menemuimu lagi, aku akan kembali dan menjadi orang yang bisa kamu banggakan. aku janji aku tidak akan melupakanmu Chae rin.. mianhae Chae rin"

Aku bisa mendengar suara oppa yang goyang menahan tangisnya.
Tapi aku bisa melihat airmata oppa yang tergenang di mata oppa.

"mianhe Chae rin..." sekejap layar TV kembali gelap, hitam.
Aku tidak bisa melihat wajah oppa lagi, aku masih terpaku di depan TV.
Masih belum bisa menerima kenyataan ini.

Selangkah demi selangkah aku berjalan meninggalkan bandara, aku tidak peduli lagi dengan penampilan luar ku yang sudah seperti orang gila.

Yang aku rasakan saat ini hanya sakit, kecewa, pedih, semua jadi satu.
Aku berjalan dengan tatapan mata kosong dengan surat dan HP oppa ditanganku.

kedua barang ini adalah harta yang paling berharga untukku saat ini.

Aku kembali ke luar dan berada di jalanan, aku melihat sebuah pesawat baru take off dari bandara.

"pesawat oppa kah?" batinku dalam hati, aku menengok ke atas.

"oppa... aku akan menunggumu disini" ucapku.

"aku janji....."


"BIGBANG WILL BACK TO SEOUL"

Aku terkejut melihat judul headline di internet saat itu juga.
Setelah 3 tahun kepergian oppa, aku  masih tidak bisa melupakan oppa.

Perasaanku pada oppa juga tidak berkurang sedikitpun, aku masih menyukai oppa.

"Bigbang? bukankah  itu boyband oppa?" batinku dalam hati.

Aku terkejut melihat tanggal kembali nya Bigbang ke Seoul adalah hari ini!
dan tepatnya beberapa jam lagi!
Aku segera bergegas ganti pakaian dan berangkat ke bandara.
Aku melihat kerumulan fans yang membawa spanduk nama Bigbang dan personil-personilnya.

Taeyang?
TOP?
Seungri?
Daesung?
G-Dragon?

Aku tidak bisa menemukan nama Jiyong oppa.
Kemana oppa? apa dia mengundurkan diri?

"GYAAAA!! BIGBANGGGG!!" aku terkejut mendengar jeritan fans ketika Bigbang sudah sampai di bandara.

Aku melihat wajah-wajah asing yang tidak aku kenali.

OPPA?! mataku terpaku kepada satu personil yang aku kenal wajahnya.

"itu oppa! aku yakin itu oppa!" ucapku dalam hati.

Ingin rasanya aku berteriak tapi aku tidak berani. Apa itu benar-benar oppa?
Aku masih meragukan, kalau itu oppa, kenapa tidak ada spanduk nama Jiyong?
Lalu kemana penampilan oppa yang dulu?

Pria yang mirip oppa itu berambut kuning, penampilannya terlihat sangat ekslusif.
Aku tidak bisa mengenali sosok oppa dari nya.
Tapi perasaanku berkata kalau itu oppa.

Aku yang bengong terdorong oleh kerumunan fans sehingga aku jatuh tepat di depan personil Bigbang itu berjalan.

"kamu tidak apa-apa?" seorang pria dengan muka lucu menolongku.

Aku semakin shock ketika aku lihat pria yang mirip oppa itu berdiri dibelakang pria yang menolongku itu.

"jiyong oppa?" gumamku pelan.

"jiyong? yang kamu maksud G-Dragon?" pria yang menolongku itu bertanya.

Aku masih bingung, tidak bisa menjawab. Jiyong? G-Dragon? apa-apaan ini?

"Seungri mau sampai kapan ditengah jalan?"

"ah hyung, mianhae, jalan duluan aku nyusul nanti"

Ahh jadi yang menolong ku bernama Seungri.

"mianhae, Seungri oppa, si... siapa nama pria itu?" tanya ku gagap

"itu G-Dragon" Seungri oppa membantuku berdiri.

Jadi benar itu bukan Jiyong oppa , batinku sedih.

"tapi tadi kamu manggil jiyong? Kwon Ji Yong kah?"

Aku terkejut, "iya! oppa kenal?!"

"G-Dragon nama aslinya Kwon Ji Yong, kamu tidak tahu?"

G-Dragon itu Kwon Ji Yong?
Itu oppa? tapi kenapa tatapan mata nya seperti tidak pernah mengenalku?

Ada apa ini? Apa yang terjadi?

Aku spontan berteriak memanggil nama oppa, "Jiyongiee!!!"

Oppa yang sekarang disebut-sebut G-Dragon itu berhenti melangkahkan kakinya dan menoleh ke arah belakang, ke arahku.

ke-tiga anggota Bigbang itu pun ikut menoleh ke arahku.

Di dalam sosok oppa aku sudah tidak bisa lagi melihat oppa yang dulu ku kenal.
Tatapan mata oppa kepadaku sangat dingin.
Seperti melihat ke arah orang asing.

"na?" hanya satu kata itu yang keluar dari mulut oppa.
"op... oppa"

"oppa masih ingat aku? Chae rin?"

Oppa tidak menjawab, hanya menunjukan raut muka kebingungan di wajahnya.

"mianhe, sepertinya kamu salah orang..."

Oppa kembali berjalan ke arah mobil disana.

Seungri oppa yang tadi membantuku uga ikut pergi masuk ke dalam mobil itu, tidak lama setelah itu mobi itu pergi meninggalkan bandara.

Aku tidak tau harus berbuat apa lagi, 3 tahun penantianku berakhir seperti ini?

Apa aku benar-benar sudah terhapus di kehidupan oppa?

Terintas di pikiranku kenangan-kenangan manis bersama oppa, aku tidak boleh pasrah begini!
Spontan aku berdiri memaggil taksi dan engikuti mobil Bigbang itu pergi.
Selama perjalanan aku terus menggenggam surat oppa 3 tahun lalu.

"oppa......"



GEDUNG YG.ENT


Mobil yang ku ikuti terhenti di sebuah gedung yang besar dan tinggi, gedung YGent.

Aku melihat para anggota itu masuk ke dalam.
Ahh aku pasti tidak bisa masuk ke dalam. Secara aku tidak mempunyai kepentinga apa-apa.

Aku terus menunggu oppa di luar gedung itu, tiap ada yang membuka pintu aku berharap itu adalah oppa.
Tapi oppa tak juga keluar.

Semakin malam udara semakin dingin. Jaket yang kupakai tidak cukup tebal untuk menghangatkanku.
Aku masih di luar gedung itu menunggu oppa.

Setetes hujan jatuh di wajahku, semakin lama hujan turun semakin deras.
Aku pun basah kuyup, aku berteduh di pojok dekat pintu masuk YGent.

Aku mengambil HP oppa, melihat video yg oppa rekam untukku.
Aku tersenyum melihat tawa oppa yang lepas di video itu, aku ingin melihat senyum oppa lagi.....


SEUNGRI


"wahhh di luar hujan deras sekali!"

"dingin sekali, seungri kamu tolong belikan aku kopi panas dong"
"aku juga!" saut Daesung hyung.

"hah? hujan-hujan begini? tidak mau!" aku menolak permintaan TOP hyung.

"ayolah, nanti aku traktir makan sepuasnya"

TOP hyung memang pandai dalam meayuku. Aku pun tergoda dan pergi membeli kopi panas untuk nya.

Aku keluar menggunakan baju berlapis-lapis dan mantel karna hawa yang sangat sangat dingin.
Membawa payung dan pergi membeli kopi.

Saat aku baru keluar dari pintu YGent, aku melihat seorang wanita duduk dipojokan basah kuyup.
Aku tidak tega melihatnya kehujanan dan menghampirinya.

"nona, heyyy nona! sedang apa disini?" aku mengguncangkan badannya.

Tidak ada reaksi atau jawaban. Aku menemukan sebuah HP ditangannya yg masih memutar sebuah video.

"orang ini mirip dengan G-Dragon..." gumamku saat melihat orang di video itu.

Aku terkejut ketika melihat wanita itu adalah wanita yang ku tolong di bandara tadi siang, yang menangis saat melihat G-Dragon.
Aku menggendongnya masuk ke dalam YGent dan membaringkan badannya di sofa.

"Seung kamu uda ba.... loh?! siapa ini?!" Daesung hyung tekejut melihatku membawa seorang wanita.

"ahh nanti saja ku ceritakan! Ambil baju ambil baju, kasihan ini dia basah kuyup!"

"Ba.. Baju? Baju siapa?"

"Baju siapa yang pas? Jiyong hyung! ambilambil!"

Daesung yang ikut-ikutan panik melihatku panik berlari mengambil baju kaos G-Dragon.

Sesaat aku dan Daesung hyung bertatap-tatapan.

"yang gantiin siapa?" tanyaku polos.

"Minzy aja, minzyyyyy!" Daesung hyung memanggil minzy, pacarnya.

"kenapa oppa? wahh siapa itu?!" Minzy pun ikut panik.

kami ber-tiga ber-panik-panik ria karena wanita ini.

"ahh kamu jangan panik juga dong! aku makin panik! kamu bantu aku ya?" Aku mengacak rambutku.

"ba, ban, bantu apa?

"kamu gantiin baju nya ya? kamu kan perempuan, ya, cepat ya!" aku berjalan keluar pintu tapi berhenti dan melihat ke arah Daesung hyung.

"heh hyung, kamu ngapain disini? kan dia mau ganti baju"

"oh iya lupa!" Daesung hyung dan aku pun keluar ruangan itu membiarkan minzy merawat wanita itu.


KREKKKK...


Suara pintu dan Minzy keluar dari ruangan itu.

"udah kamu ganti baju dia?" Aku bertanya panik.

"iyaiya sudah, tenang aja sih oppa" Minzy menepuk pundakku.

"tapi, siapa wanita itu Seung?" Daesung bertanya penasaran.

"masa kamu tidak ingat? itu wanita yang tadi dibandara, yang menangis sambil memanggil Jiyong hyung. Tadi aku meeukan dia basah kuyup dan pingsan didepan pintu sana, trus aku menemukan HP ini, ada video orang yang mirip Jiyong hyung. Sepertinya pacarnya.." Aku menyerahkan HP itu kepada Daesung hyung.

"kasihan sekali, aku lihat matanya bengkak, mungkin karena kebanyakan nangis.." Minzy masuk ke ruangan itu untuk menge-cek keadaa wanita itu.

"tapi... apa kamu yakin kalau dia mengenal Jiyong hyung?"

Aku hanya menjawab pertanyaan Daesung hyung dengan mengangkat kedua bahuku.

"oppa, oppa! Kesini! Wanita ini mulai sadar!" Minzy berteriak, aku dan hyung berlari kedalam.


LEE CHAE RIN


Aku membuka mataku prlahan-lahan. Kepalaku terasa sangat pusing dan badanku sangat sakit.
Aku melihat  ada 3 orang mengelilingiku.

"sudah sadar?" ah aku masih mengenali wajah pria tu, dia Seungri oppa. yang menolongku di bandara.

"kamu, kamu Seungri oppa kan?"

"iya, kamu, apa yg kamu lakukan di luar sana sampai kamu pingsan?"

"aku pingsan?" tanyaku sambil meraba-raba kantongku.

Aku tidak bisa menemukan HP oppa! kemana HP itu?!

"HP! HP! kemana HP ku?!" aku hampir menangis lagi.

"jangan panik, nih, HP kamu" seorang wanita cantik degan pipi nya yang chabi menyerahkan HP itu. Kelihatannya dia lebih muda dariku.

"ah, khamsahamnida......?"

"minzy, namaku minzy"

"khamsahamnida minzy" aku memberi salam.

"siapa namamu?" pria bermata sipit disebelah minzy bertanya.

"Chae rin, Lee Chae rin"

"ah, Chae rin, aku Daesung" ia mengulurkan tangannya, aku membalas uluran tangan itu.

"jadi apa kamu mengenal G-Dragon?"

Aku terdiam...

"ah, maksudku Jiyong hyung"

Aku terdiam sejenak sebelum aku menjawabnya, "aku mengenalnya..."

BRAKKK...


Suara pintu yang cukup keras membuat kami ber-empat melihat ke arah pintu  itu, siapa yang masuk?

A.. Aku melihat oppa, sosok oppa yang sudah sangat berbeda.
Aku merasa asing, aku merasa dia oppa tapi bukan oppa yang dulu.
Baru aku mau melangkahkan kaki ku menghampirinya aku terhenti dengan munculnya seorang wanita cantik di belakang oppa.

"oh, Dara unnie!" Minzy berteriak.

Dara? Siapa dia? Kenapa dia terlihat sangat akrab dengan oppa?

Aku berlari turun dari sofa dan menghampiri oppa.

"oppa.. oppa ingat aku? ingat kan? oppa ingat kan?" aku mengeluarkan airmataku lagi..

"ah aku ingat..."
"kamu wanita yang memanggil ku di bandara tadi kan?"

Senyum ku yang baru saja kupasang diwajahku harus hilang lagi dengan pernyataan nya.
Dia tidak mengingatku?

"oppa jangan bercanda! lelucon oppa gak lucu tau?! aku Chae rin! oppa lupa dulu oppa bilang suka dan gak akan melupakan aku?!" Aku yang mulai tidak bisa menahan emosi menangis sambil berteriak.

"hah? jangan bercanda kamu, lelucon apa ini? wanita yang dari dulu ku cintai ada disini.."

"Sandara park...."

sa... sandara? apa-apaan ini..?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar