GONG MIN JI
Aku tidak mengerti apa maksud omongan Seungri oppa tadi.
Aku tidak mengerti maksud Seungri oppa memberi ku alamat sebuah restoran.
Aku tida tau apa maksud sebenarnya tapi aku merasa aku harus pergi ke restoran itu.
Daesung oppa, apa yang oppa lakukan disana?
Tunggu aku oppa!
Aku berlari sekuat tenaga ku, aku mengambil taksi untuk mengantarku ke restoran itu.
Tidak cukup waktu kalau aku harus menunggu jadwal bus berhenti lagi.
Aku hampir sampai.
Aku melihat Daesung oppa diluar restoran itu.
Daesung oppa sedang bersama wanita yang waktu itu ku lihat.
Apa sebenarnya hubungan mereka?
Aku turun agak jauh ari restoran itu, aku tidak mau ketahuan oleh Daesung oppa.
Aku mendekat tapi bersembunyi dibalik sebuah papan.
Aku bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Daesungie, apa aku benar-benar tidak bisa mengisi hatimu lagi? Aku menyesal sudah pernah menduakanmu, aku bersumpah!"
"mianhae, hatiku sudah terisi oleh wanita lain. Aku tidak bisa menerima mu lagi, mianhae"
Aku melihat wanita itu akan memeluk Daesung oppa.
Aku berlari ke tengah-tengah mereka dan menghalau wanita itu.
"jangan sentuh Daesung oppa!"
"siapa kamu?!" wanita itu berbalik meneriaki ku.
"jangan sentuh Daesung oppa! dia... dia milikku!" Aku menggenggam tangan Daesung oppa.
Aku tidak perduli apa reaksi Daesung oppa nanti nya, aku hanya fokus untuk menyingkirkan wanita itu.
"Daesungie, siapa wanita ini? Kamu masih mau menerima ku kan?"
Daesung oppa tiba-tiba merangkulku.
"mianhe, aku tidak bisa dan tidak mau menerima mu lagi. Wanita ini Minzy, Gong Min Ji"
"dia wanita yang aku cintai sekarang, tolong jangan ganggu hubungan kami lagi"
Selesai mengucapkan kalimat itu, Daesung oppa membawa ku pergi dari tempat itu.
Aku masih tercengang-cengang, kalimat Daesung oppa masih terngiang-ngiang di telingaku.
Tangan Daesung oppa masih melingkar di pundakku.
Aku tidak berani berkata apa-apa.
"ah, Minzy...."
Aku menoleh ke Daesung oppa.
"mianhae.... ahh aku benar-benar tidak ada maksud begitu, aku hanya, ahhhh"
"aku hanya... aku... ahhhh"
Muka Daesung oppa sesaat memerah.
"aku, aku menyukai mu..."
"hah? oppa? menyukai ku?" Tanyaku tidak percaya.
"iya, mianhae aku baru bisa mengatakannya sekarang"
"tidak apa oppa. aku senang"
Daesung oppa tiba-tiba memelukku, aku membalas pelukan Daesung oppa.
"Minzy, mulai saat ini.. jadilah milikku seorang.."
"hanya milikku..."
Aku sangat senang mendengar kata-kata Daesung oppa.
Aku memper-erat pelukan ku kepada Daesung oppa.
"Saranghaeyo oppa...." ucapku pelan.
Aku dan Daesung oppa kembali ke cafe.
Hari sudah malam saat aku dan Daesung oppa kembali ke cafe.
Aku membuka pintu cafe dan saat itu juga semua mata tertuju padaku dan Daesung oppa.
"darimana saja kamu Minzy? Chae rin sudah hampir sampai, aku mau mati grogi tau?"
Jiyong oppa mengahmpiriku lalu melihat tanganku yang bergandengan dengan tangan Daesung oppa.
"a... apa-apaan ini? yaa!! apa sebenarnya yang terjadi?"
"nanti saja kuceritakan, oppa fokus saja ke Chae rin unnie sekarang"
Kata ku sambil masuk ke teras luar, semuanya sudah berkumpul disana.
Taeyang oppa dengan Dara unnie.
TOP oppa dengan BOM unnie.
Seungri oppa yang tersenyum melihatku kembali dengan Daesung oppa.
Yang terakhir kakak tersayangku, Jiyong oppa.
Aku masih bisa melihat wajah Jiyong oppa yang daritadi terlihat bodoh melihat tanganku dengan tangan Daesung oppa.
"ah itu Chae rin datang! ayo siap-siap!" Seungri oppa berteriak.
Sesaat semua nya heboh dan panik mencari posisi yang pas.
Chae rin unnie masuk ke dalam cafe, aku melihat dia kebingungan karna semua lampu di cafe mati, hanya ada sederet lilin yang mengarahkan jalan ke teras luar.
Begitu Chae rin unnie keluar ke teras, kami semua menyanyikan lagu untuk Chae rin unnie.
Jiyong oppa membawakan kue untuk Chae rin unnie.
Chae rin unnie sangat terharu, aku melihat airmata nya jatuh di pipinya.
"ya! Seungri oppa!" aku berbisik memanggil Seungri oppa, memberi isyarat untuk mengambil kuenya.
Seungri oppa mengambil kue dari Jiyong oppa, Jiyong oppa berlutut di depan Chae rin unnie.
Menggenggam tangan Chae rin unnie lalu menyatakan perasaannya.
"Chae rin, saranghaeyo. aku mencintaimu, jadilah milikku seorang"
Chae rin unnie yang terharu memeluk Jiyong oppa, mereka berdua berpelukan.
Aku sangat senang bisa melihat mereka berdua bersatu.
Aku juga senang bisa bersatu dengan orang yang ku cintai, Daesung oppa.
Aku melihat ke sekelilingku,
Taeyang oppa merangkul Dara unnie.
TOP oppa merangkul BOM unnie.
Jiyong oppa merangkul Chae rin unnie.
Lalu Daesung oppa merangkul ku dan mencium keningku.
"saranghaeyo Minzy" aku melihat senyum Daesung oppa yang ku cintai itu.
Daesung oppa semakin mendekat padaku, seperti mau menciumku.
Semakin lama aku semakin dekat dengan Daesung oppa.
Tapi.....
"yaa!! apa-apaan kalian semua?? bermesra-mesraan di depanku, sopan kah begini?!" Seungri yang masih sibuk membawa kue berteriak.
"yaa! Daesung hyung! apa-apaan adegan itu? kamu lihat aku sibuk begini malah bermesraan di depanku? yaa!!"
Semua nya tertawa melihat gelagat Seungri oppa yang bertingkah seperti bocah saat itu.
Jiyong oppa, Daesung oppa, Taeyang oppa, dan TOP oppa sesaat itu juga mengelilingi Seungri oppa.
"yaaa...! ap, apa-apaan kalian?" Seungri oppa terlihat pucat saat dikelilingi seperti itu.
PLOKKK
Mereka ber-empat menempelkan kue itu ke muka Seungri oppa sehingga muka nya penuh krim.
Mereka ber-empat tertawa terbahak-bahak, meggandeng pasangannya masing-masing lalu kabur meninggalkan Seungri oppa.
Daesung oppa menggandengku.
"YAA!!" Seungri oppa berteriak-teriak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar