Untuk apa Jiyong oppa mash menyimpan fotoku?
Aku terpaku melihat foto ku itu, tidak habis pikir.
"Chae rin!" Seungri oppa memanggil ku dari jauh.
Buru-buru aku menyimpan fotoku dan mengembalikan dompet itu ke tempatnya.
"ah gomawo oppa, merepotkan mu" Aku mengambil minuman yang dibeli oppa untuk ku.
"ah tidak lah, aku yang mau beli buat kamu kok"
Aku masih tidak bisa berpikir jernih setelah melihat fotoku yang ada di dompet Jiyong oppa.
Aku diam-diam memandang Jiyong oppa yang sedang bermain degan Sandara di pinggir laut sana.
"Chae rin? Chae rin?" Seungri oppa melambai-lambaikan tanganny di depan wajahku.
"ah? iya?!"
"kamu... sedang melihat Jiyong hyung ya?"
"ah, aniii, aku lihat ombaknya tidak terlalu besar, aku ingin bermain air" Aku berusaha mengelak.
"ahh, begitu. ayo kita bermain" Seungri oppa merangkulku dan menggandengku berlari ke pinggir laut.
"Chae rin!" Aku membalikan badan, menengok ke arah Seungri oppa.
"ha...? ya!!" Seungri oppa mengguyurku sehingga aku basah kuyup.
"ah oppa!" Seungri oppa hanya tertawa melihatku yang basah kuyup.
"ah mesra sekali kalian....." Aku mendengar Daesung oppa meledek kami berdua dari tengah laut.
Daesung oppa sedang berenang dengan Minzy.
"yaa!! hyung! diam!" Aku melihat pipi Seungri oppa yang memerah.
"Chae rin unnie! kesini ayo kita berenang!" Minzy berteriak.
"ah aniii!! aku tidak bisa berenang!" balasku berteriak.
"ah ayo kita kesana Chae rin" Seungri oppa menarik ku.
"ah anii, aku tidak bisa berenang oppa"
Seungri oppa menganggukan kepala lalu berjalan ke tempat menyewa ban.
Ia menyewa sebuah ban lalu memakaikan ban itu di pinggangku.
"sekarang tidak usah takut, aku yang berenang mendorong mu dari belakang"
"opp!" Aku baru mau menjawab Seungri oppa sudah mendorong ku ke tengah lautan.
Sampai ditengah, aku bermain dengan Minzy, Daesung oppa dan Seungri oppa.
Aku benar-benar bisa melupakan Jiyong oppa saat bermain dengan mereka.
"hey Seungri ayo kita lomba berenang sampai ke pinggir pantai sana trus balik lagi. yang kalah traktir makan BBQ, gimana?" Daesung oppa menantang Seungri oppa.
"ah aku tidak takut hyung!"
"ya!! aku ikut lomba!" Minzy berenang ke arah mereka berdua.
"yaa!! bagaimana dengan aku? masa kalian tega meninggalkanku sendirian di tengah laut?" Aku berteriak ketakutan memegang ban ku erat-erat.
"tidak apa Chae rin aku akan segera berenang kesini begitu sampai disana! aku janji!" Seungri oppa menajwabku lalu mulai lomba berenang dengan mereka berdua.
Aku berpegangan erat-erat dengan ban ku ditengah laut, tapi lama-lama aku merasa ada yang aneh dengan ban ku.
Seperti ada suara angin yang keluar, aku merasakan ban ku semakin lama semakin kempes.
Aku mulai panik. Aku berteriak memanggil Seungri oppa tapi dia tidak mendengar.
Ban ku semakin lama semakin kempes, pinggangku sudah mulai merosot dari ban ku.
Aku berusaha menggoyangkan kedua kaki ku supaya tetap mengapung tapi aku tidak bisa.
Kaki ku keram!
SEUNGRI
"hahhh! aku menang! Daesung hyung! Minzy! kalian kalah! kalian harus traktir aku makan BBQ okeeeeeee? hahahaa"
Aku tertawa puas karena sudah mengalahkan Daesung hyung dan Minzy.
Aku baru saja mau berenang kembalike Chae rin tapi aku tidak bisa menemukan tempat ban Chae rin mengapung.
Kemana Chae rin? gumamku.
"heh, Chae rin mana ya? kok tidak kelihatan dari sini?"
"ah masa?" Minzy mengambil teropong untuk melihat lebih dekat.
Minzy mulai mencari sekitar pantai untuk mencari Chae rin, kanan dan kiri, tidak juga ditemukan.
"eh tunggu!! yaa!! itu Chae rin!! ban nya kempes dia tenggelam!!" Minzy berteriak.
"yaa!! tolong Chae rin!! Chae rin tenggelam!!" Minzy berteriak semakin panik.
Aku berlari secepat mungkin untuk berenang menolong Chae rin, tapi baru aku sampai dipinggir pantai, seorang lelaki berlari lebih cepat dari ku berenang ke arah Chae rin.
"Jiyong hyung?!" gumamku dalam hati.
Kaki ku susah digerakan rasanya saat aku melihat Jiyong hyung yang menolong Chae rin.
Aku berlari ke arah Minzy merebut teropong yang ada ditangannya dan melihat ke arah Chae rin.
Aku tidak bisa melihat Chae rin lagi, tangan nya pun sudah tidak ku temukan!
Aku mulai panik dan merasa sangat takut! Badan ku gemetar dan jantung ku deg-degan.
Tiba-tiba aku melihat Jiyong hyung yang keluar ke permukaan laut menggendong Chae rin.
Jiyong hyung berenang ke pinggri pantai sambil memegang Chae rin pelukannya.
Baru aku mau mendekat ke arah mereka, Jiyong hyung berteriak ke arahku.
"jangan mendekat!"
KWON JI YONG
"jangan mendekat!" aku berteriak ke arah Seungri.
Aku panik, takut, melihat Chae rin sudah tak sadarkan diri. Terkapar didepanku.
Aku mulai memompa dada nya dan memberi napas buatan.
Aku merasakan sedikit nafas dari hidungnya tapi ia masih belum sadarkan diri.
"bangun Chae rin! kamu harus bangun!" batinku dalam hati.
"ohok ohok!" Chae rin memuntahkan air keluar dan terbatuk-batuk.
"Chae rin, kamu tidak apa-apa?"
"oppaaaaaaaa!!" Aku bisa melihat wajah Chae rin yang sangat ketakutan dan pucat.
Aku memeluk Chae rin erat-erat. Aku pun sangat takut waktu melihat Chae rin hampir tenggelam ke dasar laut.
"oppaaaaa!! aku takut!!" Chae rin menangis di pelukanku.
"st st st, sudah tidak apa-apa, aku disini Chae rin" Aku memper-erat pelukanku.
Aku melihat ke arah Seungri yang tadi ku bentak. Dimata nya aku bisa melihat ia merasa sangat bersalah, tapi ia juga merasa sangat cemburu melihat aku memeluk Chae rin.
Aku bisa melihat itu dari matanya...
LEE CHAE RIN
Aku masih trauma dengan kejadian tadi siang. Aku hampir tenggelam ke dasar laut.
Detik-detik itu sangat menyeramkan, aku ingin menangis kalau aku mengingat aku hampir mati tenggelam tadi siang.
Aku tidak menyangka yang menolongku adalah Jiyong oppa.
Yang memberi napas buatan adalah Jiyong oppa. Aku sangat senang.
Aku dan teman-teman lainnya dalam perjalanan pulang, hari sudah malam.
Aku duduk di tengah-tengah antara jiyong oppa dan Seungri oppa.
Membuat ku merasa janggal, aku menhan kantuk ku.
Aku takut kalau-kalau aku ketiduran aku akan menyender di salah satu pundak mereka.
Aku menhan kantuk ku sampai tengah malam, begitu kami sampai di YG kami semua mengambil barang kami masing-masing.
Aku baru ingin beranjak pulang sampai Sandara memanggilku.
"Chae rin, ada yang mau ku bicarakan denganmu"
Aku mengikuti Sandara sampai ke ruangan Jiyong oppa.
Sandara memandangk dengan tatapan yang tidak biasa.
Seperti nya ia marah kepadaku, tapi kenapa?
"Chae rin aku minta kamu tidak mendekati Jiyong lagi"
Aku terkejut.
"me.. mendekati?"
"iya. aku tidak suka setiap kali kamu ada di dekat Jiyong. kamu hanya masa lalu Jiyong, aku mau kamu menjauh dari Jiyong"
"apalagi dengan kejadian Jiyong memberi mu napas buatan tadi, aku benar-benar tidak suka dan muak tau?! aku tidak akan membiarkan kamu mendekati Jiyong dan mengambil Jiyong dariku mengerti?!"
Emosiku mulai terpancing saat Sandara membentakku dengan nada tinggi.
"aku mendekati Jiyong oppa? bukan kah napas buatan itu Jiyong oppa sendiri yang mau menolong ku?"
Sandara terkejut mendengar jawabanku.
"aku mendekati Jiyong oppa denga sportif bukan? aku sudah lebih lama mencintai oppa daripada kamu jadi kamu tidak ada hak melarangku untuk berhenti mencintai dia mengerti?!"
Aku mulai membalas Sandara dengan nada membentak.
Sandara mengambil ancang-ancang untuk menamparku.
Tangan nya diayunkan ke arah pipiku tapi aku berhasil menahannya dan mendorong nya ke belakang.
KREEKKKK!
Pintu terbuka, aku melihat Jiyong oppa yang masuk mencari tau asal keributan yang ku buat dengan Sandara.
Ketika melihat Jiyong, Sandara menjatuhkan dirinya dan berpura-pura kalau aku sudah menampar nya hingga dia jatuh.
Aku sangat kesal saat melihat nya bermain drama seperti itu di depan Jiyong oppa.
"ada apa ini?" Jiyong oppa masuk ke ruangan nya.
Sandara yang berpura-pura menangis berlari ke arah Jiyong oppa dan berpura-pura menangis.
"aku tadi hanya menanyakan keadaan Chae rin, lalu aku menanyakan hubungan nya dengan mu, tapi.. tapi tiba-tiba dia menamparku sampai aku terjatuh jiyonggg" Sandara bermain sandiwara didepanku.
Aku mengepalkan tanganku, sangat geram rasanya melihat dia bermain sandiwara.
Memutar balikan fakta yang ada.
Baru aku mau menjelaskan, Jiyong oppa sudah melemparkan tatapan marah kepadaku.
"aku sangat kecewa Chae rin, tidak seharusnya kamu memperlakukan Sandara seperti ini"
Baru aku mau menjelaskan lagi, aku dicela lagi oleh Jiyong oppa.
"kamu pulang saja sekarang, keluar kamu" Jiyong oppa berjalan melewatiku sambil merangkul Sandara.
"keluar!" Jiyong oppa spontan membentakku.
Aku kecewa karena Jiyong oppa lebih percaya kepada Sandara daripada percaya padaku.
Aku berjalan keluar ruangan membanting pintu ruangan itu.
Aku meneteskan airmata saat aku berlari ke jalanan, aku tidak memikirkan apa-apa lagi.
Aku terus berlari sampai aku mendengar klakson yang keras dari arah kanan ku.
Aku menoleh tapi hanya lampu yang menyilaukan menyorotku, aku tidak bisa melihat apa-apa.
Dan,
BRAKKK!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar